Naufal Ahmad Al Irsyad
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Rasionalitas, Individualitas, dan Reformasi Hukum dalam Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi: Kajian Feminisme Liberal Mary Wollstonecraft: The Representation of Rationality, Individuality, and Legal Reform in the Novel Perempuan di Titik Nol by Nawal El-Saadawi: A Liberal Feminist Study of Mary Wollstonecraft Naufal Ahmad Al Irsyad; Rohanda Rohanda; Ridho Hidayat
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perjuangan perempuan melawan otoritas patriarki dalam novel Perempuan di Titik Nol melalui perspektif feminisme liberal klasik Mary Wollstonecraft. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Objek formal penelitian adalah konsep perjuangan perempuan dalam kajian feminisme liberal, sedangkan objek materialnya berupa wacana tekstual dalam novel. Lingkup penelitian difokuskan pada representasi rasionalitas, individualitas, dan tuntutan reformasi hukum sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem patriarki. Hasil penelitian menunjukkan terdapat wacana yang merepresentasikan perjuangan kebebasan perempuan melalui tiga kecenderungan utama. Pertama, rasionalitas tercermin dalam pemikiran kritis tokoh perempuan terhadap identitas gender dan ketidakadilan sosial. Kedua, individualitas tampak melalui upaya memperoleh otonomi diri, integritas jasmani, dan kemandirian ekonomi dengan menolak peran domestik yang subordinatif. Ketiga, tuntutan reformasi hukum mengungkap diskriminasi struktural dalam pendidikan, politik, dan hukum perkawinan yang menegaskan pentingnya perubahan sistemik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra berfungsi sebagai media kritik sosial terhadap dominasi patriarki serta memperlihatkan bahwa perjuangan perempuan memerlukan kemandirian intelektual dan ekonomi sebagai dasar perlawanan yang efektif.