p-Index From 2021 - 2026
15.296
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Al-Turas Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra ARABIYAT Shaut Al-'Arabiyah Jurnal Adabiyah ANIDA : Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah Equilibrium: Jurnal Pendidikan Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Nady al-Adab Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities JURNAL INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Esteem Journal of English Study Programme Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Studi Arab JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA PHILOSOPHICA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Pena Literasi IJAS: Indonesian Journal of Arabic Studies SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Paradigm: Journal of Language and Literary Studies Jurnal Studi Agama Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Didaktika: Jurnal Kependidikan Kalamuna Journal of Arabic Literature (Jali) BASA Journal of Language & Literature Al Intisyar: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan An-Nahdah Al-\'Arabiyah Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Kode : Jurnal Bahasa COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmu Komunikasi AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Fashohah : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Arab Journal of Comprehensive Science Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Lektur Keagamaan El-Hadhanah: Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law Gunung Djati Conference Series Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Afshaha: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Tadris al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Studi Islam dan Sosial Journal of Curriculum and Pedagogic Studies Lughawiyyat: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Al-Irfan: Journal Of Arabic Literature and Islamic Studies Lughaat: Journal of Arabic Linguistics Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

THE STRUCTURE AND MEANING OF KAWIH IN RONGGENG GUNUNG PERFORMANCE Dian Nurrachman; Hasbi Assiddiqi; Rohanda Rohanda; Deden Hidayat
PARADIGM: Journal of Language and Literary Studies Vol 2, No 2 (2019): Paradigm: Journal of Language and Literary Studies
Publisher : English Letter Department, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/prdg.v2i2.7627

Abstract

Ronggeng Gunung is a combined performing art which thrives especially in southern Ciamis (including Pamarican and Banjarsari) and Pangandaran (including Padaherang and Kalipucang). Generally, this is almost the same as the conventional ronggeng, in which a dancer performs while being accompanied by gamelan (Javanese/Sundanese music instrument) and kawih (Sundanese songs). The main ronggeng dancer is a woman who wears a shawl as a part of the dance to invite males to dance with her. Allegedly, in its mythological narratives, Ronggeng Gunung was created from the grief of a princess who lost her beloved husband and her attempt of revenge toward the killer. This paper is actually intended to find out how are the structures and meanings of Kawih as an inseparable part of Ronggeng Gunung performance. This study applies structuralism as both theoretical approach and method, since it provides the theoretical framework to find out both the structural construction and the meaning of the Kawih. The result of this study shows that kawih accompanying Ronggeng Gunung performance represents a passionate romance of solace, unrequited love, as well as the cultural values of modesty, politeness, and the importance of solidarity in facing every problem encountered by human.  
IDEOLOGI ORANG BIASA: NILAI-NILAI KULTURAL MASYARAKAT PANTURA JAWA BARAT DALAM SENI DAN LAGU TARLING Dian Nurrachman; Hasbi Assiddiqi; Rohanda Rohanda; Pepen Priyawan
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 2 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i2.5762

Abstract

Penelitian ini tentang tradisi dan narasi Seni Tarling yang berkembang di wilayah pesisir pantai utara (pantura) Jawa Barat, khususnya daerah Subang, Indramayu, dan Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Tarling dari awal sampai perkembangannya hari ini, bagaimana pertunjukan Tarling, narasi-narasi lagu Tarling dalam kaitannya dengan konteks sosiologis-antropologis masyarakat Pantura, serta nilai-nilai kultural yang diusung dalam Seni Tarling secara keseluruhan. Pada gilirannya, aspek yang disebut terakhir, yaitu nilai-nilai kultural, akan dikaitkan secara interdisiplin dengan menggunakan teori ilmiah Sosiologi Sastra untuk menemukan ideologi dan identitas masyarakat Pantura. Pengaitan ini adalah satu keniscayaan karena struktur-struktur yang dibangun dalam seni/kesenian—dalam hal ini Seni Tarling—berikut struktur kebahasaan-kesastraan (tuturan, nada, metafora, dan simbol) yang tercermin dalam narasi lagunya memiliki unsur homologis (kesamaan struktur) dengan struktur masyarakat yang membangunnya. Dalam konteks sosiologi seni/sastra, bangunan (struktur) karya seni adalah ‘fakta kemanusiaan’ sebagi wujud artefak budaya yang dihasilkan dari aktivitas manusia, baik dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain. Sedangkan masyarakat yang membangun karya seni itu adalah ‘subyek kolektif’, yaitu realitas trans-individual yang menjadi latar belakang hadirnya fakta kemanusiaan tersebut, karena fakta-fakta seperti itu juga tidak akan pernah merupakan hasil aktivitas subyek individual, melainkan subyek kolektif sebagai realitas hubungan antar manusia dalam segala aspek kehidupannya. Melalui proses teorisasi struktur di atas, sosiologi sastra kemudian menghadirkan sebuah pengkajian “homologis. Kata Kunci: Tarling, Pantura, identitas, sosiologi sastra, struktur homologis
KONSEP CINTA DALAM NOVEL AL-LAUN AL-ÃKHAR KARYA IHSAN ABDUL QUDDŨS (Kajian Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann) Imas Fatimah Setiawati; Rohanda Rohanda
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i2.6668

Abstract

الملخصايماس فاطمة سيتياوتى: فكرة الحب في رواية اللون الآخر لإحسان عبد القدوس (دراسة التركيب الوراثي لوسيان جولدمان)أحد الموضوعات التى يتم تضمينها في الأعمال الأدبيةً، هي موضوع المحبة ،التى يحفذ ها الفكرات المختلفة ومعان شتى. ويعبر الأدباء منهم إحسان عبد القدوس وهو قد الف العمل الأدب الرواية "اللون الآخر" بشكل جيد وبديع . استخدم إحسان شخصية فتاة مصرية اسمها مرفت وشاب سوداني اسمه حسن، لكشف فكرة الحب بين شخصين مختلفين ، و اللون البشرة المختلفة.وأغراض هذه البحث هى وصف فكرة ونظر العالم المؤلف فى روايته "العيون الآخر". يستخدم هذا البحث المنهج الوصفي التحليلي المكتبة والتوثيقية مناسبة لنظريةوقررت الباحثة نتائج هذالبحث فيما : ١) فكرة الحب فى الرواية اللون الآخر هو ان الحب الموضوع الرئيسي، وبجناب دلك فيه الموضوعات الثانوية وهي موضوع الأنسية وموضوع العنصرية. ٢) واما نظر العالم المؤلف ان الحب دينية انسية ان فيها التعارف و العدالة  والمساوة وكفائة الشخصية This research discusses the conception of love in Al-Laun Al-Ãkhar novel by Ihsan Abdul Quds. It tells about the story of separation, which is inspired by cultural differences between Egypt and Sudan. The novel's main character is Mirfat - an Egyptian girl - who married Hasan Babakar Faqia - a Sudanese young man studying at Cairo University, Egypt. This study aims to describe the l. The literary used in this research is the literary genetic structuralism theory to analyze the concepts love found in novels. It reveals that the concepts of love in the novel are about love and personality, love and knowing each other, and love and equality. Keywords: The concepts of love, Structuralism
ARUDL, QAWAFI DAN AMANAT PADA BAB KHASHAISHUL FATIHAH DALAM KITAB KHAZINATUL ASRAR KARANGAN SYAIKH MUHAMMAD HAQQI AN-NAZILI Zamzam Mugni Alawi; Rohanda Rohanda; Mawardi Mawardi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6476

Abstract

Kitab Khazinatul Asrar merupakan kitab karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili. Isimya menjelaskan tentang keutamaan Al-Quran, yang masih jarang bagi para pelajar maupun pengajar yang membahas kitab tersebut disertai mengkaji Syair dari segi Ilmu Arudl dan Qawafi dan masih banyak dari kalangan kita selaku umat muslim yang belum mengetahui tentang keutamaan-keutamaan ayat Al-Quran yang sering kita baca setiap hari terutama surat Al-fatihah. Pada salah satu babnya didalam menjelaskan maksud dan tujuannya, pengarang menggunakan syair, yaitu pada bab Khashaishul Fatihah.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Zihaf, Ilat, Qafiyah, dan Amanat yang terdapat pada bab Khashaishul Fatihah dalam kitab Khazinatul Asrar.Didalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu dengan cara menelaah dan mengkaji sumber data yang terdapat pada kitab Khazinatul Asrar karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili, sedangkan kajian yang digunakan pada penelitian ini adalah ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat. Dari hasil analisis yang digunakan oleh peneliti terhadap kitab Khazinatul Asrar pada bab Khashaishul Fatihah dari segi ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat terdapat 4 syair dengan jumlah seluruhnya 46 bayt, peneliti menemukan data diantaranya : (1) Ilmu ‘Arudl : Zihaf Mufrad Ma’shub, Zihaf Mufrad Ma’qul, Zihaf Mufrad Maqbudh, Zihaf Muzdawaj Manqush, dan ‘Illat Naqsh. (2) Ilmu Qawafi : Jenis Qafiyah : Muthlaqoh, Muqoyyadah. Kata Qafiyah (sebagian kalimat). Huruf Qafiyah : Rawi, Ta’sis, Dakhil, Washal. Harakat Qafiyah : Majra, Taujih, Ras, Isyba’. Nama Qafiyah : Al-Mutawatir. (3) jenis amanat pada kitab Khazinatul Asrar Bab Khashaishul Fatihah  tentang Uluhiyyah (ketuhanan).
Ideologi Patriarki dalam Novel Wa Nasitu Anni Imra'ah Karya Ihsan Abdul Quddus Monika Wulan Arianty; Rohanda Rohanda; Imam Ghozali Budiharjo
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.8779

Abstract

Peran laki-laki dalam mengatur perempuan bukan hanya terjadi di dunia nyata namun hal tersebut terjadi pula di dalam karya sastra khususnya pada masyarakat Mesir dalam Novel Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan untuk mengetahui ideologi patriarki yang melliputi subordinasi, stereotipe dan kekerasan gender. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa novel yang berjudul Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Dalam penelitian ini ditemukan adanya unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan juga menemukan ideologi patriarki berupa subordinasi, stereotipe dan kesetaraan gender. Ideologi patriarki yang muncul dalam masyarakat tersebut dapat membatasi gerak perempuan, baik dalam ranah domestik maupun dalam ranah publik.
Orientalisme Vs Oksidentalisme: Benturan dan Dialogisme Budaya Global Rohanda Rohanda; Dian Nurrachman
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.46 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v15i2.529

Abstract

Imperialism and colonialism have spawned research centers that examine the parts of the world that they control. Through these centers, orientalists work to discuss, write, produce and perform the Eastern world on the stage of Western culture. Authenticity, exoticism and grandeur of the East are dismantled, stripped down, doubted and elusive. Through orientalist goggles, the East is produced as a "hybrid" form; no more pure and original East. East is used as a storage or projection of their own unfamiliar (read: the West) aspects, such as crime, moral decadence, and so on. On the other hand, the East is seen as a dazzling world of exotic and full of mystical seductions. Meanwhile, unlike the orientalism that was originally intended as a serious study of the cultures to legitimize Western colonial powers in the Eastern world, occidentalism is precisely born from the methodological problems of orientalism which is said to be objective. Whereas behind the objectivity is stored Western interests to dominate, rearrange, and control the East. Orientalism has sparked nativist intellectuals to question the validity of orientalist works in constructing Eastern stereotypes. It cannot be denied then that these two discourses - Orientalism and Occidentalism - are in a position between the clashes and the global cultural dialogue.Keywords: Orientalism, oxidentalism, imperialism, colonialism, conf­­lict, dialogue Imperialisme dan kolonialisme telah melahirkan pusat-pusat studi dan kajian yang menelaah belahan dunia yang dikuasainya. Melalui pusat-pusat kajian inilah, para orientalis bekerja untuk memperbincangkan, menulis, memproduksi dan mempertunjukkan dunia Timur di atas panggung kebudayaan Barat. Keaslian, keeksotisan dan keagungan Timur dibongkar, dipreteli, diragukan dan dibuat samar-samar. Melalui kacamata orientalis, Timur diproduksi sebagai suatu bentuk “hibrida”; tidak ada lagi Timur yang murni dan orisinal. Timur dijadikan tempat penyimpanan atau proyeksi dari aspek-aspek mereka sendiri (baca: Barat) yang tidak diakuinya, seperti kejahatan, dekadensi moral, dan lain-lain. Pada sisi lain, Timur dipandang sebagai dunia mempesonakan dari yang eksotis dan penuh dengan rayuan-rayuan mistis. Sementara itu, berbeda halnya dengan orientalisme yang sejak semula dimaksudkan sebagai kajian serius politik-budaya untuk melegitimasi kekuatan-kekuatan kolonial Barat di dunia Timur, oksidentalisme justeru lahir dari problem metodologis orientalisme yang katanya obyektif. Padahal di balik keobyektifan itu tersimpan kepentingan-kepentingan Barat untuk  mendominasi, menata kembali, dan menguasai Timur. Orientalisme telah memicu para intelektual nativis untuk mempertanyakan keabsahan (validitas) karya-karya para orientalis dalam membangun stereotip-stereotip ketimuran. Maka tidak dapat dipungkiri kemudian bahwa dua wacana ini — orientalisme dan oksidentalisme — berada dalam posisi di antara benturan dan dialogisme budaya global.Kata-kata kunci: orientalisme, oksidentalisme, imperialisme, kolo­nialisme, benturan, dialog 
Da'wah and Local Wisdom: Content Analysis of Da'wah Value in Wawacan Ma'dani Al-Mu'allim (WMM) Rohanda Rohanda
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 16, No 2 (2022): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v16i2.20978

Abstract

The purpose of this study is to present and describe the values of local wisdom based on the inner structure of the meaning of Wawacan Madani al-Mu'allim (WMM) and the intertextual relations with other texts as the hypogram text. The method used in this research is the content analysis method (tahlīl al-madhmūn) with the intertextuality approach of Riffatere's semiotic model. The research results show that WMM's wawacan script contains local wisdom values related to life and life. The WMM text has an intertextual relationship with previous texts, for example, with the Koran, Hadith, and Al-Ghazali's Bidayatul Hidayah book as the hypogram text or its reference source. The WMM manuscript contains teachings related to local wisdom values: live a simple, religious life, abstain from disgraceful acts, maintain personal and environmental hygiene, improve transcendental communication networks, and maintain a clean heart (tazkiyah an-qalbi), and everything has its uniqueness. The text and contents of the WMM manuscript have an intertextual relationship with the al-Qur'an, al-Hadith, and al-Ghazali's book Bidayat al-Hidayah.
Ansyithah Al-Thalabah fī Istī’āb Al-Mufradāt wa Al-Muhādlarah wa ‘Alāqatuhā Biqudratihim ‘Alā Al-Muhādatsah Al-‘Arabiyyah Permana, Insan; Rohanda, Rohanda; Ruhendi, Ateng
Tadris Al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 2, No 1 (2023): Tadris Al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ta.v2i1.24402

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas  aktifitas siswa dalam pembelajran Isti’abul Mufradat, untuk mengetahui hubungan aktifitas siswa dalam pembelajaran Muhadhoroh, untuk mengetahui realitas kemapuan siswa dalam berbicara bahasa arab, untuk mengetahui hubungan  aktifitas siswa dalam pembelajaran kosaksata, dan untuk mengetahui hubungan aktifitas siswa dalam pembelajaran Muhadhoroh. Adapun metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan tehnik pengumpulan data seperti observasi, interview, angket, tes, dan data kuantitatif dengan penelitian secara varsial dan penelitian tentang hubungan. Adapun hasil penelitiannya ialah bahwa aktifitas siswa dalam pembelajran Isti’abul Mufradat dan muhadhoroh pada drajat tinggi ini berdasarkan pada nilai rata-rata yang didapatkan skitar 3,52 yaitu terletak antara rentang 3,5 – 4,5. dan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa arab menunjukan tinggi sekali, ini berdasarkan nilai yang didapat sekitar 83,63 yaitu terletak diantar rentang 80-100. adapun hubungan antara keduanya menunjukan hubungan yang kuat. berdasarkan pada hasil hubungan yang didapat skitar 0,74 yaitu terletak diantara 0,61-0,80. Adapun hubungan antara aktfitas siswa dalam Isti’abul Mufradat dan Muhadhoroh  dengan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa arab sekitar 33%  tentunya terdapat faktor faktor lain yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam berbahasa arab skitar 67% seperti kurikulum pembelajaran metode pembelajaran dan teknik yang digunakan.
Reviving Faith: The Dynamic Legacy of HKBP Resort Balige Church Pinem, Masmedia; Burhanudin, Dede; Cahyadi, Indrawan; Rohanda, Rohanda; Nurjaman, Andri
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v7i2.37495

Abstract

HKBP is one of the largest congregations in the world and has even spread to America and Europe. HKBP in Indonesia is a Christian Church based in Tanah Batak, namely in Tarutung City, North Tapanuli, North Sumatra Province. The main focus of this research is the history of the HKBP Resort Balige church. This research uses a historical research method which has four stages, namely stages heuristics, criticism, interpretation and historiography. The research results show that the history and development of the HKBP Ressort Balige Church began with the arrival of Christian missionaries to Batak Land, then built the HKBP church, which was consecrated as the HKBP Balige church by Ompu Ephorus Pdt. I.L. Nommensen. In its development, the HKBP Balige church developed well; this was marked by the social charities around the church, such as hospitals, Schools, universities and a Multi-Purpose Building which functioned as a public service to the surrounding community. The role of the HKBP Church in the social life of the Balige community as a fellowship of believers always requires order and order in the implementation of services. This can be proven by your willingness to be selected as an Elder, Deacon, or Servant on the Development Commission or on the Committee of an activity.
Uslub Istiārah in the Qur'an According to Tafsir Experts and Its Implications for Balāghah Learning Abdurahman, Rizki; Rohanda, Rohanda; Atha, Yusuf Ali Shaleh; Sabarudin, Ikbal; Hilmi, Irpan
Al Mi'yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 7 No 2 Oktober 2024
Publisher : STIQ Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i2.3713

Abstract

The purpose of this study is to inventory and analyze Qur'anic verses containing uslub istiarah tamtsiliyyah according to exegetes and their implications for balagha learning. The method used in this study is qualitative descriptive with a literature study approach. Primary data sources are obtained from Kitab shafwat al-tafasir and al-tafsir al-Munir. Secondary sources are obtained from articles, books, books that are relevant to the research theme. Data collection techniques are carried out with documentation. While the data analysis technique is carried out by descriptive analysis through stages: (1) collecting and analyzing the verses of istiarah tamtsiliyyah in the Qur'an according to tafisr experts, and (2) describing the implications for learning balaghah. Referring to the results of research based on those obtained in this study that the results of this study show that there are 53 verses of the Qur'an that contain uslub isti'arah tamtsiliyyah in the view of interpreters. The results of this research data have significant implications for efforts to improve and develop balaghah learning materials based on Quranic studies. The problem in this study is limited to the focus of research on Qur'anic verses that contain isti'arah tamtsiliyyah in the Qur'an according to exegetes.
Co-Authors Abdul Kodir Abdul Kodir Abdurahman, Rizki Ade Sopiah Adriadi, Irfan Adya Wijaya, Naufal Aeni Lukviati Urbah Afifah Yustiana Yunasa, Hasna Afrina Achmad Agnia, Ariel Husni Ahmad Suhaili Ahmad Yunani Ahwatul Muslimah, Ispa Aizza, Yulia Zulpathul Akmaliyah Akmaliyah Aladdin, Ashinida Alandira, Palendika Alawi, Zamzam Mugni Alawiyah, Siti Hilmiatul Alfina Hartono Putri Alwi, Zulfami Andriana, Lilian Anggraini, Reza Anna Miftahul Khasanah Arianty, Monika Wulan Aripin, Amalul Aryanto, Redi Asep Saefullah Atha, Yusuf Ali Shaleh Atoasi, Syahbudin Audryane Anindita Fadilla Azahirah Mufidah Azzahra, Rachma Aini budi, Firmansah Setia Budi Budiharjo, Imam Ghozali Cahya Mahesa, Dzikri Cahyadi, Indrawan Choirunisa, Wanda Dadan Mardani Dayudin, Dayudin Dede Burhanudin, Dede Dede Sasa Nurjaman Deden Hidayat Dedi Supriadi Dendi Yuda S Dian Nurrachman Dian Nurrachman Dian Nurrachman, Dian Dika, Palen Dikriyah Dini Fathiya Nur Shiyam Dira, Palen Dika Dzikri Ahmad Fauzi Fadlil Yani Ainusyamsi Faiz Abdul Aziz Al Hakim Fariztina, Alissa Fauzi, Muhamad Faiz Al Fauziah, Resa Nurrahmah Firdaus, Rifqi Muhammad Gia Ramadhan Habibah Halim, M Abdul Halim, M. Abdul Halim, Muhammad Abdul Hamidah, Aqila Fikriya Hanifah Annisa Salsabila Hannawi, Izzat Fathin Haq, Iman Amirul Haritsah Rais, Muhammad Hartono, Alfina Hasbi Assiddiqi Heriady, Rifqi Zahran Azizi Hezam, Motea Naji Dabwan Hidayat, Deden Hikmah Maulani Hilmi, Irpan Hilya Sakinah Najah Hopi Silviani Ihin Solihin Imam Ghozali Budiharjo Imas Fatimah Setiawati Irdan Hildansyah Irfan Addriadi Irfan Adriadi Irpani, Ropik Isma Fauziah Istiana Khotibatunnisa Julaeha, Puput Ratna Juniawati, Mutmainah Karima, Marista Aulia Kodir, Abdul Komaruddin Komarudin Kusuma, Dwiki Lathifah, Haifa Mahmud Mahmud Maida, Nining Maila Nurul Izzati Majid, Nurahman Mardi, Isra Mardiansyah, Yadi Marista Aulia Karima Masmedia Pinem Mawardi Mawardi Mawardi Meisyaroh, Fitria Monika Wulan Arianty Mu'izzuddin, Moch Muhamad Robi Muhammad Abdul Halim Muhammad Firdaus, Rifqi MULYADI Mutmainah Juniawati Nafilatul Azza, Nawal Najwa Rifaron Naufal Fauqi Adhiya, Muchammad Nisa, Shofie Yanti Khoerun Novianti, Wulan Suci Nur Amalia Muthmainah Nurfadilah Nurfadilah Nurhalida, Nunung Nurhasan, Muhamad Nurhasan, Muhammad Nurhasanah, Aviah Nuri Rai Patimah Nurjaman, Andri Nurlatifah, Ilva Nurlinah Nurlinah Nurlinah Nurlinah, Nurlinah Nuryadi, Bagja Ghali Nuryana, Muhamad Rian Ovi Siti Nuropikoh Palendika Alandira Pauji, Resa Restu Permana, Insan Priyawan, Pepen Putri Budikurnia Istiqomah Qimanullah, Abdul Malik Qonit Ad., Ahmad R. Edi Komarudin Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah, Sofia Laila Ramadhan, Gia Ratu Anti Salimah Rayya Difadrana, Thaifur Resa Nurrahmah Fauziah Resa Restu Pauji Ridho Hidayat Rifa Mazin Aqillah Rika Rahmawati Robiaah Al Adawiyyah, Annisa Siti Rohanda Rohanda, Rohanda Rohmani, Hadad Rosalita, Rosalita Rudini Ruhendi, Ateng Ruly Syaeful Azhar Rusna, Dyo Sabarudin, Ikbal Sabrina, Coriena Halwa Saepuloh, Amanda Siva Safitri, Shofika Naila Saidah, Siti Saidatul Fitriah Lailatul Badriah Saladin, Cundarojat Sidiq Salma Najihah, Talia Salma, Inas Salsabila, Nisrina Zahrani Salsabillah, Ade Inas Santika, R. Gilang Septian, Ahmad Arif Setiawan, Shafira Nandya Setiawati, Imas Fatimah Shafirayanti, Marwa Siti Muslikah Sofia Laila Rahmah Suci Novianti, Wulan Sukmawati, Wati Solihat Suparna, Ahmad Supianudin, Asep Sutisna, Dede Syafei, Isop Syahbudin Syahril Jamil Syahril Jamil, Syahril Syarah Salsabila Taufiq, Wildan Tri Cahyanto Tri Cahyanto Usep Abdul Matin, Usep Abdul Wanda Choirunisa Wildan Rinanda Komara Yadi Mardiyansyah Yasmin, Alia Yayan Rahtikawati Yunita, Novi Yusanti, Noviana Zamzam Mugni Alawi Zulfahmi Alwi