Ilman Nafi’a
IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODERASI BERAGAMA DALAM SURAT AL-BAQARAH AYAT 143 MENURUT QURAISH SHIHAB DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Nanang Tantowi Bakri bin Bakir; Ilman Nafi’a; Faqihuddin Abdul Kodir
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v3i02.379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui moderasi beragama dalam surat al-baqoroh. Kehidupan beragama di Indonesia belakangan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Semua akibat konflik sosial berlatar belakang agama yang terus bermunculan di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari kasus penodaan agama, perusakan rumah ibadah, ujaran kebencian, pendiskreditan suatu komunitas terhadap komunitas lain, terorisme, hingga bom bunuh diri. Fenomena ini mau tidak mau memperburuk sentimen keagamaan di Indonesia. Sentimen keagamaan yang tajam membuat bangsa terpecah belah berdasarkan agama dan kepercayaan. Menjadikan rasa kekeluargaan, persatuan dan keharmonisan bangsa menjadi renggang. Kegagalan mendialogkan pemahaman agama dengan realitas sosial di Indonesia yang multikultural, plural, dan beragam menjadi akar konflik sosial yang berlatar belakang agama. Kegagalan dialog pemahaman dialami oleh kelompok garis keras yang tidak mau bertoleransi dan sulit berkompromi dengan paham agama lain yang berbeda. Untuk itu pendidikan Islam perlu dikaji apakah ada kaitannya erat dengan moderasi beragama dalam Al-Qur'an Surat Al Baqarah Ayat 143 menurut Quraish Shihab atau sebaliknya tidak ada kaitannya sama sekali atau malah berbeda, tentunya hal ini akan dilihat dari aspek kajiannya dari sudut pandang Quraish Shihab tentang moderasi beragama dan dari sudut pandang penafsiran Surat Al Baqarah Ayat 143 dalam perspektif Pendidikan Islam.
Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience Septi Gumiandari; Ilman Nafi’a
JURNAL PENELITIAN Vol 17 No 2 (2020): Volume 17 Nomor 2 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/ajwhs460

Abstract

The COVID-19 pandemic has a multidimensional impact, including threatening family resilience. Psychological pressure, as well as an increase in the burden of household domestic work due to concentrated activities (work, school) at home, can give rise to family conflicts that lead to domestic violence and divorce. This study aims to offer a Mubadalah concept as a perspective and methodology in building family resilience. The results show that (1) Mubadalah is a perspective of reciprocity between men and women in carrying out their gender roles both in the domestic and public area so that one does not hegemonize over another but a relationship that supports, cooperates, and helps each other; (2) Mubadalah can be a method of reading texts and contexts around family issues; and (3) Mubadalah is an Islamic moderating perspective between gender and patriarchal regimes. This perspective allows for a balanced relationship and partnership between the two sexes and is not just a transformation of thoughts from patriarchy to matriarchy. Through approach a companionship and non-hierarchical relationship between family members, family resilience can be built.