Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu lulusan dan proses pembelajaran dalam sistem akreditasi sekolah/madrasah serta mengevaluasi efektivitas instrumen akreditasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih adanya kesenjangan antara standar akreditasi dengan implementasi proses pembelajaran di lapangan yang berdampak pada mutu lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian terdiri atas sekolah/madrasah yang telah mengikuti proses akreditasi, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumentasi, dan analisis instrumen akreditasi yang mengacu pada Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP 2020). Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas proses pembelajaran dan mutu lulusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap mutu lulusan. Sekolah/madrasah dengan kualitas pembelajaran yang baik cenderung memiliki capaian mutu lulusan yang lebih tinggi. Selain itu, implementasi akreditasi berbasis kinerja terbukti mampu mendorong peningkatan budaya mutu, penguatan manajemen sekolah, dan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya keterbatasan instrumen akreditasi dalam mengukur aspek karakter dan keterampilan abad ke-21 secara komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori penjaminan mutu pendidikan dan praktik akreditasi sekolah/madrasah melalui penguatan hubungan antara proses pembelajaran dan mutu lulusan sebagai indikator utama kualitas pendidikan.