Mariana
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Test Reliability as A Foundation for Accurate and Objective Assessment in Islamic Education Mariana; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1970

Abstract

This study examines the role of test reliability, particularly the test–retest method, in strengthening the quality of assessment within Islamic Education. The study is motivated by the growing need for accurate, consistent, and accountable assessment instruments to support meaningful learning evaluation. While previous studies have extensively discussed validity and authentic assessment, limited attention has been given to the contribution of test reliability as a foundation for objective assessment practices in Islamic Education. This research employed a qualitative approach using library research methods. Data were collected from books, scientific journal articles, and relevant academic publications published within the last ten years and analyzed through content analysis techniques. The findings reveal that test reliability plays a crucial role in ensuring the consistency, stability, and trustworthiness of assessment results. Furthermore, the test–retest method provides an effective framework for evaluating score stability over time and minimizing measurement errors. In the context of Islamic Education, reliable assessment instruments support fair evaluation, strengthen data-based decision-making, and align with Islamic values emphasizing accuracy, honesty, and accountability. The study concludes that test reliability serves as an essential component in developing high-quality assessment systems capable of supporting effective learning evaluation and improving educational outcomes in Islamic Education.
Analisis Kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Jenjang SMP dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Mariana; Syaifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2010

Abstract

Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena menjadi pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Seiring dengan perkembangan pendidikan di Indonesia, Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya penyempurnaan kurikulum yang memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dan guru dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam implementasi Kurikulum Merdeka dengan menelaah komponen kurikulum, struktur dan karakteristik kurikulum, capaian pembelajaran, serta implementasi modul ajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Data diperoleh melalui analisis berbagai sumber literatur, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian yang relevan dengan kurikulum PAI dan Kurikulum Merdeka. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI pada jenjang SMP dalam Kurikulum Merdeka dikembangkan berdasarkan komponen tujuan, materi, metode, dan evaluasi yang didukung oleh landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis. Struktur kurikulum pada Fase D memberikan fleksibilitas pembelajaran melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler yang berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Implementasi kurikulum juga didukung oleh capaian pembelajaran yang disusun berdasarkan fase perkembangan peserta didik serta penggunaan modul ajar yang membantu guru dalam merancang pembelajaran secara sistematis. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka memberikan peluang yang lebih luas untuk mengembangkan pembelajaran PAI yang kontekstual, fleksibel, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara holistik.