Mahdiyyah
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perumusan Strategi dalam Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Kajian Konseptual dan Implementatif Mahdiyyah; H. Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1987

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam desain pembelajaran yang berperan sebagai penghubung antara tujuan pembelajaran dan implementasi proses belajar mengajar. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perumusan strategi pembelajaran menjadi aspek penting karena pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap religius dan keterampilan praktik keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep strategi dalam desain pembelajaran PAI, mengkaji proses perumusannya secara sistematis, serta menjelaskan implementasinya dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan desain dan strategi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, dan implementasi strategi pembelajaran dalam PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa perumusan strategi pembelajaran harus didasarkan pada analisis tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi pembelajaran, pendekatan, model, media, serta evaluasi yang digunakan. Berbagai model pembelajaran seperti Direct Instruction, Problem Based Learning, Cooperative Learning, dan Project Based Learning dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Dalam implementasinya, strategi pembelajaran PAI harus mampu mengintegrasikan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang sehingga menghasilkan pembelajaran yang holistik, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Analisis Konseptual dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Abad Ke-21 Mahdiyyah; H. Syaifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1988

Abstract

Kurikulum merupakan komponen fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pengembangan kurikulum tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keislaman, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap religius, dan keterampilan peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum PAI harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik serta tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dan mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen yang relevan dengan pengembangan kurikulum dan Pendidikan Agama Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi, mengkategorisasi, dan menginterpretasikan berbagai konsep yang berkaitan dengan prinsip pengembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, efektivitas, dan integrasi merupakan landasan utama dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penerapan prinsip-prinsip tersebut berimplikasi pada terciptanya pembelajaran yang adaptif, kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta mampu mengembangkan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Dengan demikian, pengembangan kurikulum PAI yang berlandaskan prinsip-prinsip tersebut dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan Islam secara komprehensif di era modern.