Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deskripsi dan Telaah Kurikulum Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah: Analisis Struktur, Kompetensi, dan Relevansi Nilai Islami Sheila Rosalia; Syaifuddin Sabda; Reza Setya Rachman
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1989

Abstract

Kurikulum Aqidah Akhlak merupakan salah satu komponen inti dalam sistem pendidikan madrasah yang berperan strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter Islami peserta didik. Meskipun telah mengalami berbagai pembaruan, kajian yang secara khusus menelaah kurikulum Aqidah Akhlak secara komparatif antara jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dari sisi struktur, kompetensi, dan relevansi nilai Islami masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menelaah kurikulum Aqidah Akhlak pada kedua jenjang tersebut melalui analisis struktur kurikulum, rumusan kompetensi, serta relevansinya terhadap nilai-nilai Islami. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen, di mana sumber data utama berupa dokumen kurikulum resmi Aqidah Akhlak MTs dan MA yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan mengacu pada teori pengembangan kurikulum dan pendidikan nilai dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kurikulum Aqidah Akhlak MTs dan MA memiliki kesinambungan vertikal yang cukup baik, namun terdapat kesenjangan dalam kedalaman muatan kompetensi antara kedua jenjang. Rumusan kompetensi pada jenjang MA lebih bersifat aplikatif dan reflektif dibandingkan MTs yang cenderung kognitif-normatif. Relevansi nilai Islami dalam kedua kurikulum tergambar melalui integrasi nilai tauhid, akhlak karimah, dan pembentukan insan kamil, meskipun operasionalisasinya dalam indikator pembelajaran masih perlu penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum Aqidah Akhlak pada kedua jenjang secara substantif telah mencerminkan nilai-nilai Islami, namun memerlukan penyelarasan kompetensi yang lebih sistematis untuk menjamin kesinambungan pembentukan karakter Muslim yang utuh.
BAKUNTAU SEBAGAI PRAKTIK BUDAYA INDIGENOUS: KAJIAN FILOSOFIS TENTANG IDENTITAS DAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM Reza Setya Rachman; Nuril Khasyi’in; Sheila Rosalia; Mutia Rahmawati
Tarbawi Vol. 14 No. 01 (2026): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/9t3h5c68

Abstract

This study explores the philosophy, identity, and Islamic educational values embedded in Bakuntau, a traditional martial art of the Banjar community in South Kalimantan. Rather than viewing Bakuntau solely as a combat heritage, this research positions it as a form of cultural pedagogy that fosters character building and spiritual development. In the context of modernization and globalization, Bakuntau faces challenges such as value shifts, cultural commodification, and declining youth interest, which may reduce its educational meaning to mere performance or sport. To address this, Islamic educational values are operationalized as observable practices, including tawhid, adab, discipline, self-control, ukhuwah, gratitude, and ethical responsibility in martial practice. Using a qualitative descriptive method with an ethnographic approach, data were collected through literature review and in-depth interviews with two Banjar Kuntau practitioners, and analyzed thematically. The findings reveal that Bakuntau reflects a balance between physical strength and inner spirituality, functioning as a medium for internalizing Islamic values while reinforcing Banjar cultural identity. This study emphasizes that Bakuntau should be preserved not only as martial techniques but also as a value-based educational practice relevant to contemporary society.