Reza Setya Rachman
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Desain Pembelajaran PAI Berbasis Constructive Alignment Reza Setya Rachman; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah; Sheila Rosalia
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2006

Abstract

Evaluasi desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam penting dilakukan untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya memenuhi kelengkapan administratif, tetapi juga memiliki keselarasan pedagogis dalam membentuk pemahaman keagamaan, sikap spiritual, dan akhlak peserta didik. Dalam praktiknya, desain pembelajaran PAI sering dinilai dari keberadaan perangkat ajar, seperti tujuan, materi, metode, dan asesmen, namun belum banyak dikaji dari hubungan fungsional antara capaian pembelajaran, aktivitas belajar, asesmen, dan internalisasi nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain pembelajaran PAI melalui kerangka constructive alignment. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelaahan literatur yang relevan tentang desain pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, asesmen, internalisasi nilai, dan constructive alignment. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran PAI yang bermutu perlu dibangun melalui keselarasan antara capaian pembelajaran yang jelas, aktivitas belajar yang aktif dan reflektif, asesmen yang autentik, serta internalisasi akhlak yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi desain pembelajaran PAI tidak cukup diarahkan pada kelengkapan dokumen, tetapi harus menilai keterpaduan antar-komponen pembelajaran. Dengan demikian, constructive alignment dapat menjadi kerangka evaluasi yang lebih utuh, bermakna, dan relevan untuk memperkuat kualitas pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan akhlak peserta didik.
BAKUNTAU SEBAGAI PRAKTIK BUDAYA INDIGENOUS: KAJIAN FILOSOFIS TENTANG IDENTITAS DAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM Reza Setya Rachman; Nuril Khasyi’in; Sheila Rosalia; Mutia Rahmawati
Tarbawi Vol. 14 No. 01 (2026): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/9t3h5c68

Abstract

This study explores the philosophy, identity, and Islamic educational values embedded in Bakuntau, a traditional martial art of the Banjar community in South Kalimantan. Rather than viewing Bakuntau solely as a combat heritage, this research positions it as a form of cultural pedagogy that fosters character building and spiritual development. In the context of modernization and globalization, Bakuntau faces challenges such as value shifts, cultural commodification, and declining youth interest, which may reduce its educational meaning to mere performance or sport. To address this, Islamic educational values are operationalized as observable practices, including tawhid, adab, discipline, self-control, ukhuwah, gratitude, and ethical responsibility in martial practice. Using a qualitative descriptive method with an ethnographic approach, data were collected through literature review and in-depth interviews with two Banjar Kuntau practitioners, and analyzed thematically. The findings reveal that Bakuntau reflects a balance between physical strength and inner spirituality, functioning as a medium for internalizing Islamic values while reinforcing Banjar cultural identity. This study emphasizes that Bakuntau should be preserved not only as martial techniques but also as a value-based educational practice relevant to contemporary society.