Russell Dante Wiranatakusumah
Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Proof of Cybercrime: A Case Study of the Hacking of Bank Syariah Indonesia (BSI) Ramdhan Mahardika Nasyith; Marchello Putra Toding Palilli; Triswer Triswer; Russell Dante Wiranatakusumah; Telly Augustine
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol. 8 No. 2 (2026): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v8i2.10601

Abstract

This research aims to analyze legal evidence for cybercrime through a case study of the hacking of Bank Syariah Indonesia (BSI). The method used is normative legal research with a statutory, case, and conceptual approach. The results show that evidence in cybercrime relies heavily on digital evidence such as system logs, electronic data, and malware analyzed through digital forensics. The validity of electronic evidence has been recognized in Article 5 paragraph (1) and Article 44 of the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), and is supported by Article 235 paragraph (1) of the new Criminal Procedure Code (KUHAP). However, the evidentiary process faces various obstacles such as the anonymity of the perpetrator, the cross-border nature, and the vulnerability of digital evidence to manipulation. Therefore, it is necessary to increase the capacity of law enforcement officers, strengthen cybersecurity systems, and collaborate across institutions and internationally to support effective law enforcement against cybercrime.
PENCEGAHAN PRAKTIK ACADEMIC FRAUD MELALUI PENYULUHAN MATERI KEPADA MAHASISWA DI UNIVERITAS PELITA HARAPAN (UPH) Marchello Putra Toding Palilli; Marchya Gwenervee Mongkaw; Ramdhan Mahardika Nasyith; Reyzel Yandika Lim; Russell Dante Wiranatakusumah
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2457

Abstract

Fraud akademik merupakan salah satu permasalahan yang hari-hari iniĀ  berkembang di lingkungan perguruan tinggi, terutama dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran. Berbagai bentuk fraud akademik, seperti plagiarisme, kecurangan saat ujian, pemalsuan data penelitian, titip presensi, hingga penyalahgunaan AI tanpa memperhatikan etika akademik, berpotensi menurunkan kualitas lulusan serta mengurangi nilai integritas di dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan komitmen mahasiswa terhadap pentingnya integritas akademik serta pencegahan fraud akademik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pemaparan materi mengenai konsep dan bentuk-bentuk fraud akademik, penjelasan mengenai aspek etika dan konsekuensi hukum yang dapat timbul, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang berpartisipasi secara aktif selama proses penyuluhan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai karakteristik fraud akademik, faktor-faktor penyebab, dampak negatif terhadap individu maupun institusi pendidikan, serta pentingnya penerapan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika akademik dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap upaya pencegahan kecurangan akademik serta memiliki kesadaran untuk menerapkan prinsip integritas dalam setiap aktivitas akademik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam membangun budaya akademik yang jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas.