Muhammad Miqdad Abdussalam
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA DAN TRANSFORMASI EVALUASI MAHĀRAH KALĀM: TINJAUAN SISTEMATIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ERA DIGITAL Vivi Dwi Clarisa; Nurhalim; Muhammad Miqdad Abdussalam; Zulhannan; Erni Zuliana
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10609

Abstract

This study investigates the challenges and transformation of mahārah kalām (Arabic speaking skills) assessment in the digital era. Using a qualitative library research approach, the study analyzes relevant scholarly literature published between 2020 and 2025. The findings reveal a significant shift from conventional assessment, which focuses on grammatical accuracy and memorization, to digital and authentic assessment models that emphasize communicative competence. Emerging assessment practices include digital portfolios, video projects, online oral tests, peer assessment, self-assessment, and AI-assisted evaluation. This transformation reflects a transition from teacher-centered to student-centered assessment, encouraging learners to actively participate in evaluating and improving their speaking performance. Digital technologies also provide more flexible and authentic opportunities for language use in real communication contexts. However, several challenges remain, including limited digital literacy among teachers, inadequate technological infrastructure, unequal access to digital resources, and concerns regarding assessment validity and objectivity. The study concludes that effective mahārah kalām assessment in the digital age requires the integration of technology with authentic, communicative, and performance-based evaluation practices. These findings offer insights for educators and curriculum developers seeking to design more adaptive and relevant Arabic language assessment systems. Penelitian ini mengkaji problematika dan transformasi evaluasi mahārah kalām (keterampilan berbicara bahasa Arab) di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan pada periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari evaluasi konvensional yang berfokus pada ketepatan gramatikal dan hafalan menuju evaluasi digital dan autentik yang menekankan kompetensi komunikatif. Bentuk evaluasi yang berkembang meliputi portofolio digital, proyek video, tes lisan daring, peer assessment, self-assessment, dan evaluasi berbantuan kecerdasan buatan. Transformasi ini mencerminkan perubahan paradigma dari teacher-centered assessment menuju student-centered assessment yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses evaluasi. Pemanfaatan teknologi digital juga memberikan peluang yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan berbicara dalam konteks komunikasi yang autentik dan fleksibel. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan akses digital, serta persoalan validitas dan objektivitas penilaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi mahārah kalām yang efektif di era digital memerlukan integrasi teknologi dengan asesmen autentik berbasis performa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan pengembang kurikulum dalam merancang sistem evaluasi bahasa Arab yang lebih adaptif dan relevan.  
FAKTOR AFEKTIF DALAM PEMEROLEHAN BAHASA ARAB SEBAGAI BAHASA KEDUA: KAJIAN PUSTAKA TENTANG LANGUAGE ANXIETY Muhammad Miqdad Abdussalam; Nurhalim; Vivi Dwi Clarisa; Zaenal Rafli; Erlina
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10644

Abstract

This study examines the role of affective factors, particularly language anxiety, in the acquisition of Arabic as a second language. The background of this research is based on the fact that successful language learning is not only influenced by cognitive factors, but also by emotional variables such as motivation, self-confidence, and anxiety, as explained in Krashen’s Affective Filter Hypothesis. The aim of this study is to explore the concept, causes, impacts, and strategies for addressing language anxiety in Arabic language learning. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were collected from various relevant sources, including journal articles, books, and previous studies, and analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that language anxiety is influenced by internal factors such as low self-confidence, lack of learning motivation, and limited vocabulary mastery, as well as external factors such as the learning environment and teaching methods. Language anxiety has a negative impact on learners’ concentration, working memory, participation, and overall achievement in Arabic language skills. Therefore, supportive and communicative teaching strategies, along with the teacher’s role as a facilitator, are essential to minimize anxiety and enhance the success of Arabic language acquisition. abstrak Penelitian ini membahas peran faktor afektif, khususnya language anxiety (kecemasan berbahasa), dalam pemerolehan bahasa Arab sebagai bahasa kedua. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kognitif, tetapi juga oleh faktor emosional seperti motivasi, kepercayaan diri, dan kecemasan sebagaimana dijelaskan dalam Affective Filter Hypothesis oleh Stephen Krashen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep, faktor penyebab, dampak, serta strategi penanganan kecemasan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti artikel jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan berbahasa dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya kepercayaan diri, motivasi belajar, dan penguasaan kosakata, serta faktor eksternal seperti lingkungan belajar dan metode pembelajaran. Kecemasan berbahasa berdampak negatif terhadap konsentrasi, working memory, partisipasi, dan pencapaian keterampilan berbahasa Arab. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang suportif, komunikatif, serta peran guru sebagai fasilitator sangat diperlukan untuk meminimalkan kecemasan dan meningkatkan keberhasilan pemerolehan bahasa Arab.