Karina Dwi Nabila
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KURIKULUM BAHASA ARAB DENGAN MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT) DI SMA IT IMAM SYAFI’I CENDIKIA Karina Dwi Nabila; Husnatul Hamidiyyah Siregar
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kurikulum Bahasa Arab di SMA IT Imam Asy-Syafi’i Cendikia menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, kurikulum Bahasa Arab telah disusun berdasarkan kebutuhan siswa, institusi, dan masyarakat. Pada aspek input, guru memiliki latar belakang pendidikan yang relevan, penggunaan buku Al-‘Arabiyyah Bayna Yadaik jilid 1 serta media pembelajaran berbasis teknologi seperti aplikasi Wouyground telah mendukung pelaksanaan pembelajaran, meskipun lingkungan berbahasa masih perlu diperkuat. Pada aspek process, pembelajaran telah menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran, namun implementasi empat keterampilan berbahasa belum berjalan secara seimbang karena pembelajaran masih lebih dominan pada keterampilan membaca dan penguasaan tata bahasa. Pada aspek product, kemampuan siswa tergolong cukup baik, khususnya dalam membaca dan memahami teks, tetapi keterampilan berbicara dan menulis belum berkembang secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat komponen model CIPP saling berkaitan dalam menentukan keberhasilan implementasi kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum Bahasa Arab yang lebih komunikatif, inovatif, dan berbasis kebutuhan siswa melalui penguatan metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan pembentukan lingkungan bahasa yang lebih kondusif.  
ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL BERBASIS TEORI KATZ DAN FODOR TERHADAP MAKNA SURAH AL-INSYIRAH Karina Dwi Nabila; Agustiar
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10929

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna semantik leksikal dalam Surah Al-Insyirah menggunakan teori semantik Katz dan Fodor. Kajian terhadap bahasa Al-Qur’an semakin penting karena teks Qur’ani tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memuat dimensi spiritual, psikologis, dan emosional yang dibangun melalui struktur makna yang kompleks. Berbagai penelitian terdahulu telah membahas Surah Al-Insyirah dari perspektif tafsir, psikologi Islam, dan stilistika bahasa, namun kajian yang secara khusus mengungkap struktur makna leksikal surah ini melalui pendekatan semantik struktural Katz dan Fodor masih terbatas. Celah penelitian tersebut menjadi dasar kebaruan penelitian ini, yakni penerapan konsep semantic markers dan distinguishers dalam mengkaji kosakata utama Surah Al-Insyirah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka library research. Data primer berupa ayat-ayat Surah Al-Insyirah, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku linguistik, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata utama dalam Surah Al-Insyirah, seperti nasyraḥ, wizr, ‘usr, yusr, fanṣab, dan farghab, mengandung semantic markers dan distinguishers yang membentuk struktur makna ketenangan, kelapangan, optimisme, dan penguatan spiritual. Relasi oposisi antara al-‘usr dan yusr menghasilkan konstruksi makna bahwa kesulitan hidup tidak bersifat permanen karena selalu disertai kemudahan dan pertolongan Allah, sementara pengulangan ungkapan “inna ma‘a al-‘usri yusrā” berfungsi sebagai penegasan psikologis dan penguatan emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam Surah Al-Insyirah tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memiliki dimensi terapeutik yang dibangun melalui struktur semantik yang sistematis serta memperluas penerapan teori Katz dan Fodor dalam kajian linguistik Al-Qur’an.