Fitya Nida Khofiyya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTEGRASI AGAMA DAN SAINS PERSPEKTIF NIDHAL GUESSOUM: KRITIK TERHADAP PARADIGMA I'JAZ ILMI AL-QUR’AN Muhammad Yandi; Fitya Nida Khofiyya; Amril M; Liana Novita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48111

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Nidhal Guessoum mengenai integrasi agama dan sains serta kritiknya terhadap paradigma I'jaz Ilmi Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perdebatan panjang mengenai hubungan agama dan sains, khususnya dalam pemikiran Islam kontemporer. Sebagian kalangan memandang agama dan sains sebagai dua hal yang bertentangan, sedangkan sebagian lainnya berupaya membangun hubungan yang harmonis antara keduanya. Nidhal Guessoum hadir sebagai salah satu pemikir Muslim modern yang menawarkan jalan tengah melalui pendekatan rasional, kritis, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan karya-karya Guessoum dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guessoum memandang agama dan sains sebagai dua bidang yang dapat saling melengkapi. Menurutnya, sains berfungsi memahami alam semesta melalui metode ilmiah, sedangkan agama memberikan nilai moral dan spiritual bagi kehidupan manusia. Guessoum juga mengkritik paradigma I'jaz Ilmi yang cenderung memaksakan ayat-ayat Al-Qur’an agar sesuai dengan teori-teori sains modern. Menurutnya, pendekatan tersebut memiliki kelemahan metodologis dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap fungsi Al-Qur’an maupun hakikat sains. Sebagai alternatif, ia menawarkan dialog yang seimbang antara wahyu dan akal tanpa saling mendominasi. Dengan demikian, pemikiran Guessoum relevan sebagai dasar pengembangan hubungan harmonis antara agama dan sains di era modern.