Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan biologis, psikologis, emosional, dan sosial yang dapat memengaruhi kesehatan mental, termasuk dalam menghadapi perubahan kesehatan reproduksi. Keterbatasan informasi kesehatan reproduksi pada remaja, khususnya di lingkungan panti asuhan, berpotensi menimbulkan miskonsepsi, kecemasan, dan rendahnya kesiapan menghadapi masa pubertas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan optimalisasi kesehatan jiwa remaja melalui psikoedukasi kesehatan reproduksi pada anak panti di Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe (RSAN). Metode kegiatan menggunakan pendekatan psikoedukasi berbasis keperawatan jiwa melalui ceramah, diskusi interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 dengan peserta remaja yang mengikuti sebanyak 21 orang. Materi yang diberikan meliputi perubahan pubertas, kesehatan reproduksi, personal hygiene, kesehatan mental remaja, serta strategi adaptasi terhadap perubahan perkembangan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan intervensi psikoedukasi, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik pada hasil post-test. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Psikoedukasi kesehatan reproduksi berbasis keperawatan jiwa efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan mental sebagai upaya promotif dan preventif di lingkungan panti asuhan.