Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Sistem Monitoring Kehadiran Mahasiswa Berbasis IoT dan RFID Putut Aji Nalendro; Seftano Dika Karel; Ahmad Refa Salsabil
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.330

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong transformasi digital dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi. Sistem kehadiran mahasiswa yang masih dilakukan secara manual menggunakan tanda tangan sering menimbulkan permasalahan berupa ketidakakuratan data, keterlambatan rekapitulasi, dan potensi kecurangan seperti praktik titip absen. Kondisi tersebut menyebabkan data kehadiran kurang dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring kehadiran mahasiswa berbasis IoT dan Radio Frequency Identification (RFID), menguji kinerja sistem dalam aspek akurasi dan kecepatan, serta mengevaluasi kemudahan penggunaan sistem. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dan modul RFID RC522 yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis web. Subjek penelitian melibatkan 30 mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, FKIP Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi sebesar 98% berdasarkan 100 kali pengujian pembacaan kartu RFID. Sistem memiliki waktu respon rata-rata sebesar 1,34 detik dalam proses pengiriman data ke server. Hasil evaluasi kemudahan penggunaan menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 87,25% dalam kategori baik. Sistem mampu mencatat data kehadiran secara otomatis dan menampilkan informasi secara real-time melalui dashboard monitoring. Sistem monitoring kehadiran berbasis IoT dan RFID meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan data kehadiran mahasiswa serta mendukung digitalisasi proses akademik di perguruan tinggi.
Pengaruh Pelatihan Terhadap Pemahaman Guru MGMP Tentang Aplikasi Assemblr Studio Pramudiyanti Pramudiyanti; Margareta K Sagala; Daniel Rinaldi; Putut Aji Nalendro; Rafiqa Rizalita
Ruang Pengabdian: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): RUANG PENGABDIAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rp/v6i1.hal.101-108

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa guru-guru MGMP kabupaten Lampung Selatan mengalami kendala dalam pembuatan media pembelajaran digital. Media pembelajaran yang dimaksud adalah media pembelajaran materi Biologi. Materi pembelajaran Sel merupakan salah satu materi yang bersifat abstrak dan sulit digambarkan dalam benak siswa. Meskipun siswa telah memasuki usia perkembangan kognitif merujuk pada teori perkembangan kognitif Piaget, usia 15-17 memiliki kemampuan kognitif yang bersifat abstrak namun dalam belajar Sel siswa masih perlu penggambaran materi menjadi lebih konkret dalam bentuk gambar atau skema. Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan bukanlah hal yang mudah bagi banyak siswa. Materi ini sering kali dianggap abstrak karena tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang, sementara gambar-gambar dua dimensi yang umum digunakan di buku teks tidak cukup menggambarkan kompleksitas struktur sel secara menyeluruh. Dalam konteks ini, media pembelajaran berbasis animasi 3D hadir sebagai solusi yang menjembatani kesenjangan antara konsep teoritis dan pemahaman visual siswa. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai penggunaan aplikasi Assemblr studio untuk pembuatan media 3D pada materi sel. Hasil pretest aspek pemahaman diperoleh nilai 98,33 dan postest 96,67. Hasil penilaian aspek psikomotor terdapat tiga peserta belum menjawab benar 100 persen dan 9 peserrta telah berhasil menjawab benar 100 persen. Hasil penilaian keterampilan peserta pelatihan berdasarkan produk sebanyak 75% peserta telah sangat baik dalam menghasilkan produk pelatihan.