Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang berdampak pada konsentrasi, pengendalian diri, dan performa akademik peserta didik. Dalam pembelajaran bahasa Arab, siswa ADHD menghadapi tantangan kompleks karena penguasaan empat keterampilan (istima, kalam, qiraah, dan kitabah) menuntut fokus dan kemampuan kognitif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi adaptif guru bahasa Arab dalam membelajarkan siswa ADHD, mengeksplorasi respons dan keterlibatan siswa, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan di SMP IT Al Hikmah Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: (1) individualisasi pembelajaran melalui diferensiasi konten, proses, dan produk: (2) penggunaan media visual dan interaktif yang terbukti meningkatkan keterlibatan aktif siswa: serta (3) penguatan positif dan pengelolaan kelas adaptif yang berkontribusi pada peningkatan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Temuan ini memperkuat teori fungsi eksekutif Barkley, teori Dual Coding Paivio, dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi Tomlinson. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab yang efektif bagi siswa ADHD memerlukan pendekatan berpusat pada siswa, lingkungan belajar yang mendukung, dan kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga.