Riko Andrian
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Examining the Correlation Between Qur’anic Reading Fluency and Arabic Text Reading Skill in Second Language Learners Vesi Frieola; Widiya Yul; Riko Andrian
ALSINATUNA Vol 10 No 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v10i2.11807

Abstract

This study aims to analyze the correlation between Qur’anic reading proficiency and Arabic text reading skills (mahārah qirā’ah) among learners of Arabic as a second language. The underlying assumption of this research is based on the premise that fluency in reading the Qur’an which entails phonological, articulatory, and Arabic text processing skills potentially contributes to the general ability to read Arabic texts. However, Qur’anic reading proficiency does not necessarily align with the ability to comprehend classical Arabic texts such as kitab kuning, which possess distinct syntactic structures and contextual meanings. This study employs a quantitative approach using Pearson correlation analysis to obtain objective and statistically analyzable results. Data were collected through two types of tests: a Qur’anic reading test and an Arabic text comprehension test. The analysis yielded a significance value of 0.052, which exceeds the conventional threshold of 0.05 (0.052 > 0.05). In other words, there is no statistically significant relationship between Qur’anic reading proficiency (independent variable, X) and Arabic reading skills (mahārah qirā’ah, dependent variable, Y). This finding suggests that although both skills utilize the same script and language, they develop within different contexts one being ritualistic and phonological in nature, and the other communicative and syntactic.
Paradigms of Arabic Language Learning: A Critical Review of Religious Linguistics, Interdisciplinary Perspectives, and Arabic for Specific Purposes (ASP) Widiya Yul; Ahmad Fikri; Riko Andrian
AL-TA'RIB : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/altarib.v14i1.11233

Abstract

The increasing diversification of Arabic language education in Islamic higher education has generated competing learning paradigms that often operate in isolation and produce fragmented learner competencies. This study critically examines three dominant paradigms of Arabic language learning at the State Islamic Institute of Kerinci: Religious-Linguistics, the Interdisciplinary Approach, and Arabic for Specific Purposes (ASP). Employing a qualitative critical review design, the study analyzes the epistemological foundations, pedagogical orientations, strengths, and limitations of each paradigm within contemporary Arabic language education. The findings reveal that the Religious-Linguistics paradigm effectively develops classical textual literacy and Islamic scholarship but provides limited support for communicative competence in modern contexts. The Interdisciplinary Approach enhances academic relevance across disciplines, yet its engagement with turāth-based literacy remains insufficient. Meanwhile, ASP strengthens professional and academic communication skills but tends to emphasize technical language functions at the expense of broader epistemological and value-oriented dimensions. The analysis demonstrates that the separation of these paradigms contributes to an imbalance in students’ intellectual, communicative, and professional competencies. In response, this study proposes an Integrative Arabic Learning Paradigm that synthesizes epistemological, dialogical, and pragmatic dimensions into a unified framework. This model offers a conceptual foundation for developing more holistic, context-responsive, and globally competitive Arabic language curricula in Islamic higher education.
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR QAWAID BAHASA ARAB: PERBANDINGAN ALUMNI PESANTREN DAN SMP/MTs DI MAN 1 MANDAILING NATAL Siti Aminah; Riko Andrian
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan gaya belajar siswa dalam pembelajaran qawaid bahasa Arab antara alumni pondok pesantren dan alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) di MAN 1 Mandailing Natal. Penelitian dilatarbelakangi oleh heterogenitas latar belakang pendidikan siswa yang diduga memengaruhi preferensi belajar, motivasi, serta capaian pembelajaran qawaid. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan memadukan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang mengukur dimensi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Responden penelitian berjumlah 120 siswa yang terdiri atas 48 alumni pondok pesantren dan 72 alumni SMP/MTs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok sama-sama didominasi oleh gaya belajar visual, yaitu 68,8% pada alumni pesantren dan 70,8% pada alumni SMP/MTs. Alumni pesantren memiliki skor rata-rata lebih tinggi pada dimensi visual (4,07), auditori (3,94), dan kinestetik (3,46) dibandingkan alumni SMP/MTs. Meskipun demikian, perbedaan gaya belajar tidak berkorelasi secara langsung dengan prestasi akademik. Data prestasi kompetisi bahasa Arab tahun 2024-2025 menunjukkan bahwa seluruh peraih prestasi berasal dari kelompok alumni SMP/MTs. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar, fleksibilitas adaptasi, dan strategi belajar yang tepat memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan latar belakang pendidikan awal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan asesmen diagnostik gaya belajar serta pengembangan strategi pembelajaran multimodal yang mengintegrasikan pendekatan visual, auditori, dan kinestetik guna meningkatkan efektivitas pembelajaran qawaid bahasa Arab di madrasah.
DESAIN KONSEPTUAL MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN MAHARAH KALAM BERDASARKAN PERSPEKTIF PSIKOLINGUISTIK Lia Mahardika Harahap; Riko Andrian
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10969

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sering menghadapi berbagai kendala, khususnya pada keterampilan berbicara (maharah kalam), seperti rendahnya motivasi siswa, kurangnya keberanian berkomunikasi, keterbatasan kosakata, serta penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Bahasa Arab guna meningkatkan maharah kalam berdasarkan perspektif psikolinguistik siswa kelas VII SMP Islam Al Ulum Terpadu Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan perancangan konseptual (conceptual design) yang mengacu pada kerangka model ADDIE, dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan (analysis) dan perancangan media (design). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Perspektif psikolinguistik dalam penelitian ini menekankan proses pemerolehan bahasa, motivasi belajar, pemrosesan bahasa, serta interaksi verbal siswa. Media pembelajaran dikembangkan dalam bentuk komik bergambar dialogis yang memadukan unsur visual dan verbal untuk membantu siswa memahami serta mempraktikkan percakapan Bahasa Arab secara komunikatif dan kontekstual. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran yang menarik, visual, dan berbasis konteks komunikatif. Rancangan media berupa komik bergambar dialogis dinilai sesuai dengan karakteristik psikologis dan kebutuhan linguistik siswa kelas VII SMP. Dengan demikian, mendesain konseptual media ini diharapkan menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan maharah kalam siswa.
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN KITAB AMTSILATU JUMAL KARYA IMAM ZARKASYIH DALAM PENGEMBANGAN MAHARAH KALAM Erka Pulungan; Riko Andrian
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10971

Abstract

Maharah kalam merupakan salah satu keterampilan berbahasa Arab yang paling penting namun seringkali menjadi tantangan terbesar bagi peserta didik. Kitab Amtsilatu Jumal karya Imam Zarkasyih, yang dikenal sebagai media pembelajaran nahwu berbasis contoh kalimat, memiliki potensi besar dalam mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Arab secara sistematis dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran dalam kitab Amtsilatu Jumal dan relevansinya terhadap pengembangan maharah kalam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui kajian isi kitab dan literatur pendukung tentang maharah kalam, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode induktif, latihan berulang, pendekatan bertahap, dan integrasi hafalan-analisis dalam kitab ini memiliki relevansi kuat dengan pengembangan maharah kalam. Latihan pola kalimat (drilling) yang diterapkan dalam kitab mendorong peserta didik untuk aktif melafalkan dan merangkai kalimat berbahasa Arab. Analisis i’rob dalam konteks kalimat nyata melatih kemampuan berbicara yang gramatikal dan komunikatif. Dengan demikian, kitab Amtsilatu Jumal berkontribusi signifikan sebagai fondasi linguistik dalam pengembangan maharah kalam peserta didik.  ABSTRACT Maharah kalam (speaking skill) is one of the most important yet challenging Arabic language competencies for students. The Amtsilatu Jumal book by Imam Zarkasyih, known as a nahwu learning medium based on sentence examples, holds significant potential in developing Arabic speaking ability in a systematic and contextual manner. This study aims to analyze the learning methods in Amtsilatu Jumal and their relevance to the development of maharah kalam. A qualitative approach with library research design was employed, and data were analyzed descriptively-analytically. The findings indicate that the inductive method, repetitive practice, gradual approach, and the integration of memorization and analysis in this book have strong relevance to maharah kalam development. Sentence pattern drilling encourages students to actively pronounce and construct Arabic sentences. The analysis of i’rab within real sentence contexts trains grammatically accurate and communicative speech. Thus, Amtsilatu Jumal contributes significantly as a linguistic foundation in developing students’ maharah kalam.  
ANALISIS MATERI BUKU TEKS BAHASA ARAB KELAS II SD IT AZ – ZUHRA PEKANBARU Hadi Mar’ei Zain; Riko Andrian
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10972

Abstract

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting dikuasai, selain ia merupakan bahasa ritual keagamaan seperti salat, khotbah Jumat, berdoa, dan lain-lain, tetapi ia juga merupakan bahasa pergaulan internasional, Menurut Direktorat Pendidikan Tinggi atau Dikti, pengertian buku teks adalah buku yang berfungsi sebagai pedoman mata kuliah yang disusun dan ditulis oleh para ahli di bidangnya. Selain itu, tentunya pembacaan gagasan juga dapat dianggap sebagai bahan bacaan pada bidang ilmu tertentu, Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) murni yaitu meneliti bahan-bahan kepustakaan atau literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian.  Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di SD IT AZ - Zuhra Pekanbaru, bahwa dalam proses pembelajaran bahasa Arab, guru yang mengajar masih menemukan materi pembelajaran yang kiranya tidak sesuai untuk diajarkan kepada kelas II SD IT Az – zuhra pekanbaru dikarnakan membahas tentang susunan kata (nahwu&shorof) yang seharusnya diajarkan dikelas tinggi, sehingga membuat siswa tidak mengerti dengan materi yang disampaikan. buku teks ini sebagian besar memenuhi standar kualitas isi/ Materi yang ditetapkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (Puslitbang LKKMO) Memiliki kualitas yang sangat baik dalam hal materi/ isi buku teks dengan nilai sebesar 3,96 dengan kategori (Sangat Baik).   Kata Kunci: Analisis Materi; Buku Ajar; Bahasa Arab.  
Strategi Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Siswa ADHD: Studi Kualitatif Nurjannah Harahap; Riko Andrian
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10996

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang berdampak pada konsentrasi, pengendalian diri, dan performa akademik peserta didik. Dalam pembelajaran bahasa Arab, siswa ADHD menghadapi tantangan kompleks karena penguasaan empat keterampilan (istima, kalam, qiraah, dan kitabah) menuntut fokus dan kemampuan kognitif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi adaptif guru bahasa Arab dalam membelajarkan siswa ADHD, mengeksplorasi respons dan keterlibatan siswa, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan di SMP IT Al Hikmah Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: (1) individualisasi pembelajaran melalui diferensiasi konten, proses, dan produk: (2) penggunaan media visual dan interaktif yang terbukti meningkatkan keterlibatan aktif siswa: serta (3) penguatan positif dan pengelolaan kelas adaptif yang berkontribusi pada peningkatan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Temuan ini memperkuat teori fungsi eksekutif Barkley, teori Dual Coding Paivio, dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi Tomlinson. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab yang efektif bagi siswa ADHD memerlukan pendekatan berpusat pada siswa, lingkungan belajar yang mendukung, dan kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga.
PERAN BI’AH LUGHAWIYAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF SISWA: STUDI KUALITATIF DI PONDOK PESANTREN SYAHRUDDINIYAH Lilis Suryani; Riko Andrian
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan berbahasa Arab (bi’ah lughawiyah) dalam meningkatkan kompetensi komunikatif siswa di Pondok Pesantren Syahruddiniyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi bi’ah lughawiyah melalui program wajib berbahasa Arab, muhadasah, muhadhoroh, serta penguatan mufrodat harian memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi komunikatif siswa, terutama dalam keterampilan berbicara (maharah kalam) dan menyimak (maharah istima’). Mayoritas siswa berada pada tingkat kompetensi menengah (intermediate). Namun, efektivitas program masih dipengaruhi oleh faktor penghambat, di antaranya rendahnya konsistensi penggunaan bahasa, keterbatasan kosakata, dominasi bahasa ibu, dan kurangnya kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menghasilkan model konseptual "Bi’ah Lughawiyah Integratif" yang mencakup tiga elemen: kebijakan bahasa, praktik komunikasi, dan penguatan linguistik sebagai kerangka acuan bagi pengembangan lingkungan berbahasa di lembaga pendidikan pesantren.  
TRANSFORMASI ILMU DILALAH DAN ILMU MU'JAM DALAM LINGUISTIK ARAB: ANALISIS KRITIS PENDEKATAN KLASIK DAN KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Reni Dwita Putri; Lilis Suryani; Nurjannah Harahap; Husnatul Hamidiyyah; Riko Andrian
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.11000

Abstract

This study aims to analyze the historical development of Ilm al-Dilālah (semantics) and Ilm al-Mu'jam (lexicography) within the Arabic linguistic tradition, and to identify the epistemological relationship between the two disciplines from the classical to the contemporary era. A qualitative method with a historical-analytical-comparative approach was employed through library research. Data were collected from primary sources comprising classical Arabic linguistic texts and secondary sources including relevant academic journals and books, then analyzed using a descriptive-analytical method. The findings reveal that Ilm al-Dilālah evolved from meaning analysis rooted in the need to understand sacred texts during the classical era into a multidisciplinary field encompassing cognitive, computational, and neuro-semantics in the contemporary period. Meanwhile, Ilm al-Mu'jam developed from phonetics-based and root-based lexicographic systems in its early stages, through root-based classical dictionaries, to alphabetical and digital systems in the modern era, including its development in Indonesia through Arabic-Malay to multilingual digital dictionaries. This study concludes that Ilm al-Dilālah and Ilm al-Mu'jam share a close epistemological relationship: semantic theory of meaning provides the theoretical foundation for definitional systems in lexicography, making both disciplines mutually complementary as central pillars in the preservation, comprehension, and development of the Arabic language.
Investigating Self-Efficacy in Arabic Vocabulary Learning Through Needs Analysis: Evidence from the ATEM Framework Widiya Yul; Riko Andrian
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol. 10 No. 1 (2026): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jta.v10i1.55098

Abstract

Self-efficacy plays an important role in vocabulary learning; however, little is known about learners' self-efficacy conditions before instructional interventions in Arabic as a Foreign Language (AFL) contexts. This study aimed to identify students' self-efficacy needs in Arabic vocabulary learning as a basis for developing interventions through the Arabic Teaching Efficacy Model (ATEM). A sequential exploratory mixed-methods design was employed. Qualitative data were collected through interviews, focus group discussions, and classroom observations. In contrast, quantitative data were obtained from an ATEM-based self-efficacy questionnaire administered to 56 undergraduate students and analyzed descriptively. The findings revealed that students experienced low self-efficacy in several internal dimensions, including problem-solving orientation, mastery experiences, and the use of peer models in vocabulary learning. In contrast, students showed a strong reliance on external reinforcement, particularly reward–punishment mechanisms. These results indicate an imbalance between students' internal self-regulation and their dependence on external support in learning Arabic vocabulary. The study suggests that difficulties in vocabulary learning are influenced not only by instructional factors but also by learners' psychological readiness before the intervention. Practically, Arabic vocabulary instruction should provide authentic mastery experiences, meaningful modeling opportunities, and strategies that foster learner autonomy and self-regulation. Overall, the findings highlight the importance of conducting self-efficacy needs analyses before implementing instructional innovations in AFL contexts.