Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Training Peningkatan Pengetahuan dan Simulasi P3K pada Masyarakat Desa Blangkrueng Aceh Besar Aklima Aklima; Marlina Marlina; Fikriyanti Fikriyanti; Abul A’la Tarigan; Irfanita Nurhidayah; Rahmalia Amni; Ahyana Ahyana; Nova Fajri; Halimuddin Halimuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4434

Abstract

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan selanjutnya. Hal ini berarti bahwa pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk kondisi korban bahkan menimbulkan kematian. Pertolongan pertama yang tepat sebelum tenaga medis datang dapat menyelamatkan jiwa korban dan mencegah kecacatan. Untuk itu pengetahuan dan keterampilan tentang P3K perlu diajarkan kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di masyarakat dengan memberikan pelatihan bagi sejumlah masyarakat di desa BlangKrueng Aceh Besar. Masyarakat mendapatkan pelatihan tentang bagaimana cara menangani korban cedera kepala pada saat kecelakaan, korban pingsan, tauma muskuloskeltal dan bagaimana cara memindahkan korban dengan benar. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta kegiatan mampu menjelaskan kembali cara menangani korban jika terjadi kecelakaan atau pingsan. Namun untuk memindahkan korban dengan trauma muskoloskeletal para mengatakan masih ada rasa ragu-ragu karena takut terjadi luka yang lebih parah. P3K menjadi salah satu solusi untuk memberikan bantuan dengan cepat dan tepat. Jika tindakan pertolongan pertama tidak dilakukan selama kecelakaan dan cedera maka dapat memperburuk situasi korban bahkan menyebabkan kematian.
Pendidikan Kesehatan Tentang Bahaya Penyalahgunaan Napza Bagi Remaja di SMA Plus Al-Athiyah Banda Aceh Irfanita Nurhidayah; Nurhasanah Nurhasanah; Rahmawati Rahmawati; Laras Cyntia Kasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4272

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah serius yang mengancam kesehatan dan masa depan generasi muda. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat setiap tahun dan didominasi oleh kelompok usia 15–24 tahun. Kurangnya informasi dan pendidikan kesehatan mengenai bahaya NAPZA di lingkungan sekolah dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan pada remaja. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa SMA Plus Al-Athiyah Banda Aceh, diketahui bahwa belum pernah dilakukan pendidikan kesehatan terkait NAPZA oleh pihak sekolah maupun UKS sehingga pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab kepada siswa SMA Plus Al-Athiyah Banda Aceh. Materi yang diberikan meliputi definisi NAPZA, jenis-jenis narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya. Selain itu, materi juga mencakup efek penggunaan NAPZA, tanda-tanda seseorang yang mengonsumsi NAPZA, faktor risiko penggunaan NAPZA pada remaja, serta berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan baik dari segi kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi. Setelah kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA serta pentingnya menghindari penggunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Emotional Intelligence as a Predictor of Clinical Decision-Making Ability among Nursing Students in Aceh, Indonesia Irfanita Nurhidayah; Yullyzar; Nani Safuni; Rahmawati
Journal of Ners and Midwifery Vol 13 No 2 (2026)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk..v13i2.ART.p192-204

Abstract

In nursing practice, clinical decision-making is a critical competency that students must possess to ensure patient safety and the quality of nursing care. This process is influenced not only by cognitive abilities but also by emotional intelligence, which helps students remain objective when facing complex and high-pressure clinical situations. Although various studies have examined the relationship between the two, the results obtained remain inconsistent. Therefore, this study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and clinical decision-making among students in the Professional Nursing Program using a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. A total of 107 students from three nursing education institutions in Banda Aceh were selected as participants using consecutive sampling. Emotional intelligence was measured using the Schutte Self-Report Emotional Intelligence Test, while clinical decision-making ability was measured using the Clinical Decision-Making in Nursing Scale. Data analysis was performed using Spearman’s correlation test. The results of the study indicate a positive and significant relationship between emotional intelligence and clinical decision-making (r=0.259; p= 0.007). Among all dimensions of emotional intelligence, Understanding of Emotion showed the strongest and most significant relationship with all components of clinical decision-making (p = 0.001), whereas the dimensions of Utilisation of Emotion and Regulation of Emotion did not show a significant relationship. Emotional intelligence plays a role in supporting clinical decision-making abilities among students in the Professional Nursing Program. Therefore, the development of emotional intelligence needs to be integrated into nursing education to support the improvement of students’ clinical decision-making abilities.
Emotional Intelligence as a Predictor of Clinical Decision-Making Ability among Nursing Students in Aceh, Indonesia Irfanita Nurhidayah; Yullyzar; Nani Safuni; Rahmawati
Journal of Ners and Midwifery Vol 13 No 2 (2026)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk..v13i2.ART.p195-204

Abstract

In nursing practice, clinical decision-making is a critical competency that students must possess to ensure patient safety and the quality of nursing care. This process is influenced not only by cognitive abilities but also by emotional intelligence, which helps students remain objective when facing complex and high-pressure clinical situations. Although various studies have examined the relationship between the two, the results obtained remain inconsistent. Therefore, this study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and clinical decision-making among students in the Professional Nursing Program using a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. A total of 107 students from three nursing education institutions in Banda Aceh were selected as participants using consecutive sampling. Emotional intelligence was measured using the Schutte Self-Report Emotional Intelligence Test, while clinical decision-making ability was measured using the Clinical Decision-Making in Nursing Scale. Data analysis was performed using Spearman’s correlation test. The results of the study indicate a positive and significant relationship between emotional intelligence and clinical decision-making (r=0.259; p= 0.007). Among all dimensions of emotional intelligence, Understanding of Emotion showed the strongest and most significant relationship with all components of clinical decision-making (p = 0.001), whereas the dimensions of Utilisation of Emotion and Regulation of Emotion did not show a significant relationship. Emotional intelligence plays a role in supporting clinical decision-making abilities among students in the Professional Nursing Program. Therefore, the development of emotional intelligence needs to be integrated into nursing education to support the improvement of students’ clinical decision-making abilities.