Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah serius yang mengancam kesehatan dan masa depan generasi muda. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat setiap tahun dan didominasi oleh kelompok usia 15–24 tahun. Kurangnya informasi dan pendidikan kesehatan mengenai bahaya NAPZA di lingkungan sekolah dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan pada remaja. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa SMA Plus Al-Athiyah Banda Aceh, diketahui bahwa belum pernah dilakukan pendidikan kesehatan terkait NAPZA oleh pihak sekolah maupun UKS sehingga pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab kepada siswa SMA Plus Al-Athiyah Banda Aceh. Materi yang diberikan meliputi definisi NAPZA, jenis-jenis narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya. Selain itu, materi juga mencakup efek penggunaan NAPZA, tanda-tanda seseorang yang mengonsumsi NAPZA, faktor risiko penggunaan NAPZA pada remaja, serta berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan baik dari segi kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi. Setelah kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA serta pentingnya menghindari penggunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Copyrights © 2026