Kelemahan tata kelola internal dan rendahnya akuntabilitas keuangan menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengalami stagnasi operasional. Masalah ini secara nyata terjadi pada BUMDes Desa Sukamakmur, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, di mana potensi ekonomi wilayah yang melimpah belum mampu dioptimalkan secara profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola BUMDes Sukamakmur melalui intervensi pelatihan manajemen strategis dan akuntabilitas keuangan berbasis digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui strategi Participatory Action Research (PAR) terhadap 15 orang pengurus BUMDes, yang meliputi tahapan analisis situasi, pelaksanaan workshop intensif dengan teknik problem-based learning, serta monitoring keberlanjutan program. Hasil intervensi menunjukkan terjadinya peningkatan kapasitas kognitif pengurus yang sangat signifikan, tecermin dari lonjakan rata-rata skor pre-test sebesar 42 menjadi 84 pada saat post-test. Luaran konkrit dari program ini adalah tersusunnya draf Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan sebagai kompas bisnis organisasi, lahirnya Standard Operating Procedure (SOP) tata kerja, serta migrasi sistem pencatatan keuangan manual ke arah sistem pembukuan digital terstandardisasi yang mandiri. Tersajikannya laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba rugi bulanan secara transparan berhasil memulihkan modal sosial berupa kepercayaan publik serta memicu komitmen politik dari pemerintah desa untuk menyalurkan tambahan penyertaan modal dari APBDes. Sinergi antara kompetensi manajemen strategis dan akuntabilitas keuangan terbukti menjadi kunci utama dalam mentransformasi pengelolaan BUMDes dari amatir menjadi profesional demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.