Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatan Budaya Literasi melalui Kegiatan Pojok Baca di Perpustakaan SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Nita Ardila; Desmaneni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JPMWI-JANUARI
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v2i1.158

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya peningkatan budaya membaca melalui kegiatan pojok baca di perpustakaan SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao. Rendahnya budaya literasi di kalangan peserta didik membutuhkan strategi yang mudah namun ampuh untuk meningkatkan minat baca sejak usia dini. Metode yang diterapkan dalam penulisan artikel ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi mengenai kegiatan pojok baca yang dilakukan secara teratur. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa adanya pojok baca dapat meningkatkan semangat peserta didik dalam membaca, memperluas pengetahuan mereka, serta mendorong kebiasaan membaca di luar waktu pelajaran. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif guru dan pustakawan dalam menentukan bahan bacaan yang tepat dan menciptakan atmosfer membaca yang menyenangkan. Sebagai kesimpulan, aktivitas pojok baca terbukti sebagai alternatif yang efektif dalam mengembangkan dan memperkuat budaya literasi di sekolah dasar, terutama di SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao.
Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 133/III Pondok Siguang Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci Aulya Ramadhani; isnaniah; Desmaneni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.210

Abstract

Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 133/III Pondok Siguang Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci. Matematika merupakan mata pelajaran penting yang melatih kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, namun sering dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar. Banyak siswa mengalami hambatan, terutama dalam memahami soal cerita, pecahan, dan konsep pengukuran. Kondisi ini menuntut peran guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang tepat agar kesulitan belajar dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar Matematika siswa kelas V di SDN 133/III Pondok Siguang, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data utama kepala sekolah, guru kelas, serta siswa kelas V. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu pedoman wawancara dan catatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran yang variatif, seperti pendekatan konkret, diskusi kelompok kecil, penggunaan alat peraga, media digital, hingga simulasi kontekstual. Guru juga memberikan perhatian individual, serta memberikan motivasi. Penerapan strategi ini mampu meningkatkan pemahaman siswa, mengurangi rasa cemas, serta menumbuhkan sikap aktif dan percaya diri dalam belajar Matematika.
Analisis Pelaksanaan TPPK Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Di Kelas IV SD Negeri 07 Mudiak Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Dina Putri; Yelli Marthaliza; Desmaneni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan TPPK dalam mengatasi perilaku bullying di kelas IV SD Negeri 07 Mudiak Lawe. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru kelas IV, ketua TPPK, dan 7 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang paling sering terjadi adalah bullying verbal, seperti mengejek penampilan dan menyebut nama orang tua, sedangkan bullying fisik jarang terjadi.Faktor penyebabnya kurangnya kontrol orang tua, pengaruh teman sebaya, lemahnya pengawasan sekolah, media sosial, dan karakter siswa yang emosional. Dampak bagi korban antara lain rasa takut, minder, dan menarik diri, sementara pelaku cenderung agresif. TPPK menangani bullying secara Represif melalui pemanggilan, nasihat, dan penyelesaian damai. Upaya Preventif seperti sosialisasi sudah dilakukan, dan koordinasi antar pihak sekolah, guru, TPPK, serta orang tua telah terjalin.