ABSTRACT Breast milk has a composition tailored to the needs of infants, containing protective substances, providing psychological benefits, and reducing the risk of dental caries, malocclusion, and chronic diseases in children. However, issues commonly arising during lactation often hinder mothers from breastfeeding effectively, with some even opting to stop breastfeeding altogether. The most frequent problems include breast engorgement and mastitis. These issues can be prevented by utilizing certain natural materials as compresses applied to the mother's breasts. Unfortunately, this method is considered inefficient as it cannot be done freely, especially while breastfeeding. To address this, researchers aim to develop a compression bra that can be used even while the mother is breastfeeding, ensuring the process is not disrupted. This study employs a Research Development (RD) design using the ADDIE development model. Validation results from two experts indicate a product assessment score of 86.6% (highly feasible) and 80% (feasible). Based on the product development outcomes, the compression bra is deemed suitable for addressing lactation-related issues as it meets the criteria of a feasible and highly feasible product Keywords: Compress Bra, Breast, Product Development. ABSTRAK ASI memiliki komposisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, mengandung zat protektif, memiliki efek psikologis, mengurangi karies dentis, maloklusi dan kejadian penyakit kronis pada anak. Namun karena masalah yang sering muncul pada masa laktasi menjadikan ibu tidak dapat menyusui secara maksimal dan bahkan ada yang memilih untuk berhenti menyusui. Masalah yang paling sering terjadi adalah bendungan ASI dan mastitis. Kedua masalah tersebut dapat dicegah dengan memanfaatkan beberapa bahan dari alam yang dikompreskan pada payudara ibu. Sayangnya, cara tersebut dinilai tidak efisien dikarenakan tidak dapat dilakukan dengan leluasa, apalagi sambil menyusui bayinya. Oleh karena itu peneliti berupaya mengembangkan sebuah bra kompres yang dapat digunakan meski ibu sedang menyusui sehingga tidak mengganggu proses menyusu. Penelitian ini menggunakan desain Research Development (RD) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil validasi dari dua pakar menunjukkan hasil penilaian produk sebesar 86,6% (sangat layak) dan sebesar 80% (layak). Berdasarkan hasil pengembangan produk didapatkan bahwa bra kompres layak digunakan untuk mengatasi masalah dalam masa laktasi karena sudah memenuhi kelayakan sebuah produk dengan hasil layak dan sangat layak. Kata Kunci: Bra Kompres, Payudara, Pengembangan Produk.