ABSTRACT Indonesia has natural resources that have been used as traditional medicine for generations. In rural areas, in particular, the use of traditional medicine is often the first solution to overcome minor health problems such as fever, flu, cough, colds, or other problems. This study aims to determine the factors that influence the behavior of using local wisdom as traditional medicine. The method used in this study is quantitative with a cross-sectional design. The instrument used was a questionnaire that was tested for validity and reliability. The number of respondents was 105 using a purposive sampling technique. Data analysis used univariate, bivariate, and multivariate tests. The results of the study indicate that there is an influence of the level of knowledge and attitude on the behavior of using local wisdom traditional medicine, but there is no influence of trust and accessibility on the behavior of using local wisdom traditional medicine. The attitude variable is the most dominant variable influencing behavior. Health workers and the government should implement a more contextual and culturally based educational approach to improve public health literacy, especially regarding the safe and rational use of traditional medicine, and provide an understanding of when to access medical health services. Keywords: Kowledge, Attitude, Trust, Accessibility, Behavior. ABSTRAK Indonesia memiliki sumber daya alam yang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional secara turun temurun. Di wilayah pedesaan khususnya, penggunaan obat tradisional seringkali menjadi solusi pertama dalam mengatasi gangguan kesehatan ringan seperti demam, flu, batuk, masuk angin atau masalah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemanfaatan kearifan lokal sebagai obat tradisional oleh masyarakat Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian berupa kuantitatif dengan desain cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang dilakukan uji validitas serta reliabilitas. Jumlah responden sebanyak 105 dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemanfaatan kearifan lokal obat tradisional serta tidak ada pengaruh kepercayaan dan aksesibilitas dengan perilaku pemanfaatan kearifan lokal obat tradisional. Variabel sikap merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi perilaku. Bagi tenaga kesehatan dan pemerintah untuk melakukan pendekatan edukatif yang lebih kontekstual dan berbasis budaya lokal untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, terutama dalam hal penggunaan obat tradisional yang aman dan rasional, serta memberikan pemahaman kapan harus mengakses pelayanan kesehatan medis. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepercayaan, Aksesibilitas, Perilaku.