Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS RAPOR PENDIDIKAN UNTUK MENGATASI KESENJANGAN MUTU SMP DI LHOKSEUMAWE, ACEH Yunitawati Yunitawati; Sry Wahyuni Rai; Jamaluddin Jamaluddin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10618

Abstract

ABSTRACT Education is a strategic instrument in developing quality and competitive human resources. In the context of data-driven education, the use of educational data is a crucial element in supporting evidence-based policymaking and quality assurance at the educational unit level. This study aims to analyze the implementation of education quality assurance based on the Education Report Card and identify obstacles to its implementation at the junior high school level in Lhokseumawe. The study used a qualitative approach with a case study design in two schools with different quality achievement characteristics. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed using thematic analysis and SWOT techniques. The results show that the implementation of data-based quality assurance has not been optimal because the use of the Education Report Card still tends to be administrative and has not been systematically integrated into the quality assurance cycle. The main obstacles include low teacher data literacy, limited training, and the suboptimal use of data in the planning, implementation, and evaluation of school programs. In addition, there is a capacity gap between schools in interpreting and utilizing data as a basis for decision-making. Based on these findings, this study produces a model for educational quality assurance based on the Education Report Card, which places data as the primary foundation in all stages of the quality cycle, from analysis and planning to implementation and ongoing evaluation. This model offers an operational framework for strengthening data-driven education practices in schools while supporting equitable quality management capacity across educational units. ABSTRAK Pendidikan merupakan instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Dalam konteks data-driven education, pemanfaatan data pendidikan menjadi elemen penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) dan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penjaminan mutu pendidikan berbasis Rapor Pendidikan serta mengidentifikasi kendala penerapannya pada jenjang SMP di Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua sekolah yang memiliki karakteristik capaian mutu berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penjaminan mutu berbasis data belum berjalan optimal karena pemanfaatan Rapor Pendidikan masih cenderung bersifat administratif dan belum terintegrasi secara sistematis dalam siklus penjaminan mutu. Kendala utama meliputi rendahnya literasi data guru, keterbatasan pelatihan, serta belum optimalnya penggunaan data dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program sekolah. Selain itu, terdapat kesenjangan kapasitas antar sekolah dalam menginterpretasikan dan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan model penjaminan mutu pendidikan berbasis Rapor Pendidikan yang menempatkan data sebagai landasan utama dalam seluruh tahapan siklus mutu, mulai dari analisis, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi berkelanjutan. Model ini menawarkan kerangka operasional untuk memperkuat praktik data-driven education di sekolah sekaligus mendukung pemerataan kapasitas pengelolaan mutu antar satuan pendidikan.
STRATEGI PENJAMINAN MUTU TERINTEGRASI PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN MUTU SEKOLAH, MADRASAH, DAN PESANTREN Ni Nyoman Sekar Sudesmi; Noevandi Noevandi; Jamaluddin Jamaluddin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10615

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management (TQM)-based quality management and quality control mechanisms through the Plan–Do–Check–Act (PDCA) cycle and internal audits in Islamic educational institutions. The study employed a qualitative approach using a library research method. Research data were obtained from scientific articles accessed through the Google Scholar database using keywords related to quality assurance, Islamic education, TQM, PDCA, and the Internal Quality Assurance System (SPMI). Eight relevant articles were selected and analyzed using content analysis and comparative analysis techniques. The findings indicate that the implementation of TQM in Islamic schools contributes to the development of a structured, participatory, and continuously improving quality management system. In addition, the application of the PDCA cycle and internal audits supports systematic quality control through planning, implementation, evaluation, and follow-up improvement processes. The study proposes an integrated quality assurance model that combines the principles of Total Quality Management (TQM), the PDCA cycle, internal audits, and Islamic values as the foundation for developing a sustainable quality culture in Islamic schools, madrasahs, and pesantren. Therefore, this study provides a theoretical contribution to the development of an integrative, adaptive, and sustainable quality assurance model in Islamic education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen mutu sekolah Islam berbasis Total Quality Management (TQM) serta mekanisme pengendalian mutu melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) dan audit internal pada lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari artikel ilmiah yang diakses melalui database Google Scholar menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan quality assurance, pendidikan Islam, TQM, PDCA, dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Dari hasil penelusuran, diperoleh delapan artikel yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik content analysis dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM pada sekolah Islam berperan dalam membangun sistem pengelolaan mutu yang terstruktur, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Selain itu, penerapan siklus PDCA dan audit internal terbukti mendukung pengendalian mutu pendidikan secara sistematis melalui proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut perbaikan mutu. Temuan penelitian menghasilkan model penjaminan mutu terintegrasi yang memadukan prinsip Total Quality Management (TQM), siklus PDCA, audit internal, dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan pengembangan budaya mutu berkelanjutan pada sekolah Islam, madrasah, dan pesantren. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model penjaminan mutu pendidikan Islam yang bersifat integratif, adaptif, dan berkelanjutan.
PENINGKATAN MUTU BERKELANJUTAN CONTINUS QUALITY DAN PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU DALAM ORGANISASI PEMBELAJARAN Nurlaila Nurlaila; Pipit Sandriani; Jamaluddin Jamaluddin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10616

Abstract

ABSTRACT Despite the widespread implementation of quality assurance systems in educational institutions, efforts to achieve sustainable educational quality improvement continue to face challenges in integrating quality assurance mechanisms with organizational cultures that support continuous improvement. This study aims to examine the concept of Continuous Quality Improvement (CQI) and the development of Quality Culture as strategies for sustainable quality enhancement in educational organizations. The study employed a qualitative approach using a literature review method through the examination of relevant scientific articles, academic books, and conference proceedings. Data were analyzed using the interactive qualitative analysis model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that CQI is a quality management approach that emphasizes systematic and continuous improvement through evaluation cycles based on data and stakeholder needs. Furthermore, Quality Culture serves as a cultural foundation that fosters collective commitment to quality through visionary leadership, stakeholder involvement, internal quality assurance systems, and effective organizational communication. The main contribution of this study is the development of a conceptual synthesis regarding the integration of CQI and Quality Culture as a strategic framework for building adaptive, collaborative, and sustainably competitive educational organizations. ABSTRAK Meskipun berbagai lembaga pendidikan telah menerapkan sistem penjaminan mutu, upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan mekanisme penjaminan mutu dengan budaya organisasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Continuous Quality Improvement (CQI) dan pengembangan budaya mutu sebagai strategi peningkatan mutu berkelanjutan dalam organisasi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui telaah berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan prosiding konferensi yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis kualitatif model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa CQI merupakan pendekatan manajemen mutu yang menekankan perbaikan sistematis dan berkelanjutan melalui siklus evaluasi berbasis data dan kebutuhan pemangku kepentingan. Selain itu, budaya mutu berperan sebagai fondasi kultural yang mendorong komitmen kolektif terhadap kualitas melalui kepemimpinan visioner, keterlibatan pemangku kepentingan, sistem penjaminan mutu internal, serta komunikasi organisasi yang efektif. Kontribusi utama penelitian ini adalah menghasilkan sintesis konseptual mengenai integrasi CQI dan budaya mutu sebagai kerangka strategis dalam membangun organisasi pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN MUTU TERPADU DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BIREUEN Fatimah Zohra; Fithriani Fithriani; Jamaluddin Jamaluddin
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10620

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is one of the key factors in determining the quality of basic education. Although the implementation of Total Quality Management (TQM) has been widely studied, research specifically examining its implementation in elementary schools in Bireuen Regency through the aspects of planning, implementation, and evaluation remains limited. Therefore, this study is important to provide empirical insights into the implementation of Total Quality Management in improving teacher performance. This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management in improving teacher performance in elementary schools in Bireuen Regency. This research employed a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation, while data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings revealed that the implementation of Total Quality Management has been carried out through planning, implementation, and evaluation processes; however, it has not yet optimally supported the improvement of teacher performance. Quality programs tend to be administrative in nature and are not fully based on teachers’ needs, while supervision and training activities are constrained by limited resources and a weak culture of collaboration. In addition, follow-up actions based on evaluation results have not been implemented consistently, resulting in unsustainable teacher competency development. The findings indicate that the effectiveness of Total Quality Management implementation requires strengthening needs-based planning, adequate resource support, and sustainable evaluation and follow-up mechanisms. ABSTRAK Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan mutu pendidikan dasar. Meskipun penerapan manajemen mutu terpadu telah banyak dikaji, penelitian yang secara khusus menganalisis implementasinya pada sekolah dasar di Kabupaten Bireuen melalui aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi masih terbatas. Kondisi tersebut menjadikan penelitian ini penting dilakukan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai implementasi manajemen mutu terpadu dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pendidikan mutu terpadu dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar Kabupaten Bireuen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen mutu terpadu telah dilaksanakan melalui aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, namun belum sepenuhnya mendukung peningkatan kinerja guru secara optimal. Perencanaan program mutu masih cenderung bersifat administratif dan belum sepenuhnya berbasis kebutuhan guru, sedangkan pelaksanaan supervisi dan pelatihan masih terkendala keterbatasan sumber daya serta rendahnya budaya kolaborasi. Selain itu, tindak lanjut hasil evaluasi belum dilakukan secara konsisten sehingga pengembangan kompetensi guru belum berlangsung secara berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi manajemen mutu terpadu memerlukan penguatan pada perencanaan berbasis kebutuhan, dukungan sumber daya, serta mekanisme evaluasi dan tindak lanjut yang berkesinambungan.
IMPLEMENTASI GUGUS KENDALI MUTU (GKM) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MADRASAH Zahraini Zahraini; Yuslaili Yuslaili; Jamaluddin Jamaluddin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10617

Abstract

ABSTRACT Improving educational quality has become one of the primary concerns in educational management. These efforts are intended to ensure effective learning processes and high-quality educational services. However, improving the quality of education in madrasahs still faces various challenges related to learning effectiveness, teachers’ pedagogical innovation, and the culture of continuous evaluation, which affect students’ learning outcomes and the overall quality of educational services. This study aims to analyze the implementation of Quality Control Circles (QCC) in improving the quality of madrasah education. The study employed a descriptive qualitative approach with a literature review design. Data were collected from various relevant scientific sources, including journal articles, books, and academic publications, and were analyzed using the qualitative data analysis model proposed by Miles and Huberman through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that QCC serves as an effective internal mechanism for improving educational quality through collaborative approaches and continuous improvement. The implementation of QCC follows systematic stages that reflect the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle, including problem identification, analysis, planning, implementation, and evaluation. The application of QCC has a positive impact on enhancing learning quality, work efficiency, and fostering a collaborative work culture within madrasahs. The success of QCC implementation is influenced by leadership support, teamwork, and the readiness of human resources. These findings suggest that QCC can be utilized as an alternative strategy to strengthen sustainable educational quality management. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin tercapainya pembelajaran yang efektif dan layanan pendidikan yang berkualitas. Namun, peningkatan kualitas pendidikan di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan dalam efektivitas pembelajaran, inovasi pedagogis guru, dan budaya evaluasi berkelanjutan yang berdampak pada belum optimalnya hasil belajar peserta didik serta mutu layanan pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gugus Kendali Mutu (GKM) dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan publikasi akademik, yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif dari Miles and Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GKM berperan sebagai mekanisme internal yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan kolaboratif dan perbaikan berkelanjutan. Implementasi GKM dilakukan melalui tahapan sistematis yang mencerminkan siklus PDCA, meliputi identifikasi masalah, analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penerapan GKM memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, efisiensi kerja, serta terbentuknya budaya kerja kolaboratif di madrasah. Keberhasilan implementasi GKM dipengaruhi oleh dukungan kepemimpinan, kerja sama tim, dan kesiapan sumber daya manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa GKM dapat dijadikan sebagai strategi alternatif dalam memperkuat manajemen mutu pendidikan secara berkelanjutan.