This Author published in this journals
All Journal Dental Agromedis
Rendra C. Prasetya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dengan Budidaya Ayam untuk Ketahanan Pangan dan Penuntasan Stunting di Desa Bangsalsari Nadie Fatimatuzzahro; Rendra C. Prasetya; Winda Amilia; Amandia D. P. Shita
Dental Agromedis Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/da.v4i1.60004

Abstract

Ketahanan pangan keluarga menjadi isu penting dalam upaya percepatan penurunan stunting, mengingat prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi dan berdampak luas terhadap tumbuh kembang anak, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Kabupaten Jember hingga tahun 2024 masih mencatat adanya kasus stunting dengan variasi antarkecamatan, meskipun Kecamatan Bangsalsari menunjukkan tren penurunan. Namun, permasalahan stunting di wilayah ini masih disertai keterbatasan kemampuan swadaya masyarakat dan belum optimalnya upaya peningkatan kesejahteraan keluarga sasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan dan pemahaman masyarakat mengenai hubungan stunting dengan tumbuh kembang anak melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan ekonomi. Metode yang digunakan meliputi observasi, diskusi, dan evaluasi bersama kepala desa dan kader posyandu sebagai local champion, edukasi pencegahan stunting, penyediaan Kandang Ayam Lestari (Kastari) yang sesuai lahan sempit, pelatihan dan pendampingan budidaya ayam petelur, serta pengolahan sumber protein hewani dan pemanfaatannya untuk pemenuhan gizi keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat serta kader posyandu di Desa Bangsalsari. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan kader dan keluarga sasaran, terbentuknya kelompok sociopreneur, serta tersedianya sumber protein hewani berbasis rumah tangga. Program ini penting sebagai model penguatan ketahanan pangan keluarga yang berkelanjutan dalam mendukung penurunan stunting.