Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perubahan Histologis Jaringan Pulpa sebagai Respon terhadap Aplikasi Bahan Etsa Fatimatuzzahro, Nadie
STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etching agents which are widely used in adhesive restoration aimed to increase retention of restorative materials, may act a chemical irritant that induce inflammation of dental pulp. Odontoblasts which are located at the periphery of the pulp, are the first cells encountered by irritant and infectious agents. This research aimed to elucidate the responses of dental pulp to 37% phosphoric acid and 19% EDTA application as an etching agents. Forty-five male Sprague Dawley rats were divided into 3 groups. Cavity preparation was made on the occlusal surface of maxillary first molar. 37% phosphoric acid, 19% EDTA and distilled water were applied on the surface of the cavity of the teeth in group I, II, and III subsequently. The cavities were filled by glass ionomer cements. The rats were sacrified at 1, 3, 5, 7 and 14 days after the treatment (n=3 for each day). The specimens were then processed histologically, stained with Hematoxylin Eosin. In intact teeth showed histological features of normal pulp tissue with no inflammation, odontoblast layer were aligned along the pulp chamber with normal morphology of cells. Severe inflammation was observed after 37% phosphoric acid application, odontoblast layer could not be observed in the areas below the cavity. Slight to moderate inflammation and disorganization of odontoblast layer were seen after application of 19% EDTA. In conclusion, application of 37% phosphoric acid induces severe inflammation and disorganization of pulp tissue than 19% EDTA.
Efektifitas Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Jumlah Pembuluh Darah Kapiler pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Fase Proliferasi Fatimatuzzahroh, Fatimatuzzahroh; Firani, Novi Khila; Kristianto, Heri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.872 KB)

Abstract

Tindakan pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang penting dalam pelayanan kesehatan. Tindakan tersebut melibatkan luka insisi atau penyayatan jaringan. Hingga saat ini, penanganan luka insisi pada umumnya menggunakan povidone iodine 10 % yang secara klinis dapat menimbulkan parut. Ekstrak bunga cengkeh mengandung 16-23 % minyak atsiri yang terdiri dari 64-85 % eugenol. Eugenol mengandung senyawa aktif seperti polifenol, flavonoid, saponin dan tannin yang saat ini banyak dikembangkan sebagai terapi komplementer dalam proses penyembuhan luka, khususnya luka insisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap jumlah pembuluh darah kapiler pada proses penyembuhan luka insisi fase proliferasi. Desain penelitian menggunakan true experiment post-test design dengan menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak bunga cengkeh (dosis 20 %, 40 % dan 60 %) diberikan dalam bentuk cair dan 2 kelompok kontrol yang diberi povidone iodine dan normal saline. Perawatan luka dilakukan selama 14 hari pada luka insisi seluas 4 cm lalu diukur jumlah pembuluh darah kapiler pasca perawatan luka insisi. Analisis data menggunakan ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kelompok ekstrak bunga cengkeh 60 % dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi p sebesar 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu perawatan luka insisi dengan ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dosis 60 % mempengaruhi jumlah kapiler pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Kata kunci :  Ekstrak bunga cengkeh, Jumlah pembuluh darah kapiler, Luka insisi
Efek Seduhan Kopi Robusta terhadap Profil Lipid Darah dan Berat Badan Tikus yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak Fatimatuzzahro, Nadie; Prasetya, Rendra Chriestedy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.2

Abstract

Dislipidemia yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, trigliserida, dan Low Density Lipoproteinemia (Hyper-LDL) serta rendahnya kadar High Density Lipoprotein (HDL) termasuk salah satu faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Asam klorogenat yang terkandung dalam kopi dapat mencegah penyerapan kolesterol di usus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek kopi robusta (Coffea canephora) terhadap profil lipid darah dan berat badan tikus yang diberi diet tinggi lemak. Lima belas ekor tikus wistar jantan digunakan pada penelitian ini yang dibagi menjadi 3, yaitu kelompok kontrol (diet standar), hiperlipid (diet tinggi lemak) dan kopi (diet tinggi lemak dan seduhan kopi 3,6ml/hari). Diet tinggi lemak yang diberikan terdiri dari minyak babi dan kuning telur bebek. Pengukuran kadar kolesterol total, trigliserida, berat badan, LDL dan HDL dilakukan setelah 4 minggu perlakuan. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL pada kelompok kopi berbeda signifikan  dengan kelompok hiperlipid hingga sama dengan kondisi normal (kelompok kontrol). Uji ANOVA dan LSD juga membuktikan bahwa berat badan tikus yang diinduksi diet tinggi lemak juga menurun hingga sama dengan kondisi normal pada pemberian seduhan kopi. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian seduhan kopi dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL, meningkatkan kadar HDL dan menurunkan berat badan.
37% Phosphoric Acid Induced Stronger Matrix Metalloproteinase-8 Expression of the Dental Pulp than 19% Ethylene Diamine Tetraacetic Acid Fatimatuzzahro, Nadie; Haniastuti, Tetiana; Handajani, Juni
Journal of Tropical Life Science Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek Gel Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Limfosit Jaringan Gingiva Tikus Periodontitis Ermawati, Tantin; Prasetya, Rendra Chriestedy; Fatimatuzzahro, Nadie; Nurul Iffah, Astrid Ganadya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9217

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi kronis yang disebabkan infeksi bakteri salah satunya P. gingivalis. Produk bakteri berupa lipopolisakarida (LPS) mampu meningkatkan sekresi sitokin proinflamatori sehingga terjadi peningkatan jumlah sel makrofag dan limfosit. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan periodontal yang lebih lanjut. Biji kopi robusta memiliki kandungan polifenol, alkaloid dan saponin yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel ekstrak biji kopi robusta terhadap jumlah sel makrofag dan limfosit pada gingiva model tikus periodontitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah the post test only control group design. Dua puluh ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok yakni kelompok normal, periodontitis, periodontitis yang diterapi gel aloclair, kelompok periodontitis yang diterapi 0,025 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta, dan kelompok periodontitis yang diterapi 0,05 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta selama 7 hari perlakuan. Tikus didekapitasi dan dilakukan pengecatan HE untuk melihat jumlah sel makrofag dan limfosit. Hasil menunjukkan pemberian gel ekstrak kopi robusta dapat menurunkan jumlah sel makrofag dan limfosit sama dengan aloclair pada model tikus periodontitis yang diinduksi P. gingivalis. Gel ekstrak biji kopi 0,05 g/mL lebih efektif menurunkan limfosit dibandingkan 0,025 g/mL.
Efek Gel Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Limfosit Jaringan Gingiva Tikus Periodontitis Ermawati, Tantin; Prasetya, Rendra Chriestedy; Fatimatuzzahro, Nadie; Nurul Iffah, Astrid Ganadya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9217

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi kronis yang disebabkan infeksi bakteri salah satunya P. gingivalis. Produk bakteri berupa lipopolisakarida (LPS) mampu meningkatkan sekresi sitokin proinflamatori sehingga terjadi peningkatan jumlah sel makrofag dan limfosit. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan periodontal yang lebih lanjut. Biji kopi robusta memiliki kandungan polifenol, alkaloid dan saponin yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel ekstrak biji kopi robusta terhadap jumlah sel makrofag dan limfosit pada gingiva model tikus periodontitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah the post test only control group design. Dua puluh ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok yakni kelompok normal, periodontitis, periodontitis yang diterapi gel aloclair, kelompok periodontitis yang diterapi 0,025 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta, dan kelompok periodontitis yang diterapi 0,05 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta selama 7 hari perlakuan. Tikus didekapitasi dan dilakukan pengecatan HE untuk melihat jumlah sel makrofag dan limfosit. Hasil menunjukkan pemberian gel ekstrak kopi robusta dapat menurunkan jumlah sel makrofag dan limfosit sama dengan aloclair pada model tikus periodontitis yang diinduksi P. gingivalis. Gel ekstrak biji kopi 0,05 g/mL lebih efektif menurunkan limfosit dibandingkan 0,025 g/mL.
The Effect of Coffee Compsumption on Superoxide Dismutase (SOD) Enzyme Expression in Wistar Rats Induced by Hyper LDL Rendra Chriestedy Prasetya; Nadie Fatimatuzzahro
Health Notions Vol 4, No 3 (2020): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.254 KB) | DOI: 10.33846/hn40303

Abstract

One of the causes of stroke is atherosclerosis. The incidence of occurrence ischemic stroke caused by atherosclerosis is 95%. Atherosclerosis is caused by oxidative stress in the endothelium due to the formation of Reactive Oxygen Species (ROS). Hyperlipidemia (hyper LDL) is one of the risk factors of elevated ROS. One of the enzymes that play a role in preventing the formation of ROS is superoxide dismutase (SOD). Coffee has a powerful antioxidant in which one of its active ingredients is chlorogenic acid that capable to inhibiting ROS formation. Fifteen wistar male divided into 3 groups. Group I (Control) were given standard fed, Group II (Hyperlipidemia) were given standart fed and hyperlipid diet, Group III (Coffee) were given standart fed and hyperlipid diet + coffee consumption. Treatment were done everyday for 30 days. Blood serum in each group was taken on day 30 and examined by ELISA superoxide dismutase (SOD). The results showed that superoxide dismutase levels in coffee group was significantly higher than hyperlipidemia group (p = 0,006). This study proves that coffee consumption can increase the production of superoxide dismutase enzyme. Keywords: atherosclerosis; coffee; hyperlipid; SOD
Efek pemberian gel ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas pada tulang alveolar tikus periodontitisThe effect of robusta coffee bean (Coffea canephora) extract gel on the number of osteoblasts and osteoclasts in the alveolar bone of periodontitis rats Nadie Fatimatuzzahro; Tantin Ermawati; Rendra Chriestedy Prasetya; Pintan Qorina Destianingrum
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i2.28383

Abstract

Pendahuluan: Periodontitis adalah peradangan jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme, salah satunya Porphyromonas gingivalis, yang dapat menginduksi makrofag dan limfosit serta menstimulasi osteoblas untuk meningkatkan receptor activator of nuclear factor kβ-ligand (RANKL) dan menurunkan osteoprotegerin (OPG). Kondisi inflamasi yang berlanjut mengakibatkan OPG sedikit mengikat RANKL, sehingga RANKL berikatan dengan receptor activator of nuclear factor kβ (RANK) pada prekusor osteoklas. Hal ini akan mengaktifkan osteoklas dan menyebabkan kerusakan tulang. Osteoblas dan osteoklas berperan dalam keseimbangan resorpsi dan aposisi tulang. Biji kopi robusta mengandung senyawa aktif polifenol, alkaloid, dan saponin, yang bersifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek gel ekstrak biji kopi robusta (C. canephora) terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas pada tulang alveolar tikus periodontitis. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris, menggunakan teknik random sampling untuk penelitian in-vivo, diperoleh minimal sampel sebanyak 4 ekor tikus tiap kelompok; kelompok normal (KN); kelompok kontrol negatif gel plasebo K(-)7 dan K(-)14; kelompok kontrol positif gel aloclair K(+)7 dan K(+)14; dan kelompok gel ekstrak biji kopi 50% (KP7 dan KP14). Hewan coba didekapitasi pada hari ke-7 dan 14 setelah pemberian terapi gel, kemudian dilakukan pemrosesan jaringan dan pewarnaan HE. Penghitungan osteoblas dan osteoklas pada area sekitar tulang alveolar bukal M1 kiri bawah. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,001) antara rerata jumlah osteoblas kelompok gel ekstrak kopi (33,83±1,37) dibanding kontrol positif (23,24±2,31) dan kontrol negatif (18,91±2,07). Rerata jumlah osteoklas berbeda signifikan (p=0,001) pada kelompok gel ekstrak kopi (0,66±0,54) dibanding kontrol positif (3,08±1,10) dan kontrol negatif (4,00±2,07) (p=0,010). Simpulan: Pemberian gel ekstrak biji kopi robusta (C. canephora) dapat meningkatkan jumlah osteoblas dan menurunkan osteoklas pada tulang alveolar tikus periodontitis.Kata kunci: Gel ekstrak biji kopi robusta, osteoblas, osteoklas, periodontitis. ABSTRACTIntroduction: Periodontitis is an inflammatory disease affecting the teeth supporting tissues caused by specific microorganisms; one of them is Porphyromonas gingivalis, which can induce the macrophages and lymphocytes, then stimulate the osteoblasts to increase the receptor activator of nuclear factor kβ-ligand (RANKL) and decrease osteoprotegerin (OPG). Continued inflammatory conditions cause OPG to bind slightly to the RANKL; thus the RANKL will be able to binds to the receptor activator of nuclear factor kβ (RANK) in osteoclast precursors, which will activate the osteoclasts and cause bone damage. Osteoblasts and osteoclasts play a vital role in the balance of bone resorption and apposition. Robusta coffee beans contain active compounds such as polyphenols, alkaloids, and saponins, which act as anti-inflammatory agents. This research was aimed to analyse the effect of robusta coffee bean (C. canephora) extract gel on the number of osteoblasts and osteoclasts in the alveolar bone of periodontitis rats. Methods: Experimental laboratory research with simple random sampling technique for in-vivo study obtained the minimal sample number of 4 rats in each group; normal group (KN); negative control group placebo gel K(-)7 and K(-)14; positive control group of aloclair gel K(+)7 and K(+)14; and robusta coffee bean 50% extract gel group (KP7 and KP14). The rats were decapitated in the 7th and 14th days after treatment, and then the tissue processing and hematoxylin-eosin staining was carried out. Osteoblasts and osteoclasts were counted in the area around the buccal alveolar bone of the lower-left M1. Results: The results showed a significant difference (p = 0.001) between the mean number of osteoblasts in the coffee extract gel group (33.83 ± 1.37) compared to the positive control group (23.24 ± 2.31) and the negative control group (18.91± 2.07). The mean number of osteoclasts was also had a significant difference (p = 0.001) in the coffee extract gel group (0.66 ± 0.54) compared to the positive control group (3.08 ± 1.10) and (p = 0.010) with the negative control group (4.00 ± 2.07). Conclusion: Robusta coffee bean (C. canephora) extract gel can increase the number of osteoblasts and decrease the number of osteoclasts in the alveolar bone of periodontitis rats.Keywords: Robusta coffee bean extract gel, osteoblasts, osteoclasts, periodontitis.
GAMBARAN PERILAKU KESEHATAN GIGI ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER Nadie Fatimatuzzahro; Rendra Chriestedy Prasetya; Winda Amilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi selainpenyakit periodontal. Penyakit ini menjadi masalah nasional di beberapa Negaraberkembang terutama di Indonesia.Tujuan Penelitian: Etiologi utama karies pada anak adalah pola makan. Kelompok usiasekolah dasar mempunyai kebiasan jajan yang lebih tinggi dari kelompok usia lainkhususnya makanan manis, sehingga menyebabkan meningkatnya indeks karies gigi.Kegiatan ini didanai oleh Kemenristekdikti, yang dilakukan pada 2 SD yaitu SDN 03 danSDN 04 Bangsalsari. Metode Penelitian: Jumlah responden adalah siswa kelas 3 sebanyak 70 orang di SDN 03Bangsalsari dan 51 orang di SDN 04 Bangsalsari yang diperoleh dengan menggunakanmetode total sampling. Penyuluhan dan praktek gosok gigi bersama dilakukan kepadapara siswa untuk memberi pengetahuan serta memperbaiki perilaku mengenai kesehatanrongga mulut.Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan menunjukkan indeks DMF-T rata-rata untuk siswaSDN 03 Bangsalsari yaitu 6,1, sedangkan rerata indeks DMF-T untuk siswa SDN 04Bangsalsari yaitu 5. Indeks gigi yang karies (D) lebih dominan yaitu sekitar 67%dibanding gigi yang telah dicabut (M) sebanyak 2% dan gigi yang telah ditambal(F) hanya 1%. Masih tinggi nya gigi yang karies (D) dibandingkan gigi yang sudahditambal (F) menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa SDserta orang tua dalam menjaga kesehatan rongga mulutnya. Status karies gigi padasiswa SDN 03 dan 04 Bangsalsari berada pada kategori Tinggi berdasarkan kriteriaWHO. Kata kunci : Karies gigi, Perilaku, Siswa SD, Indeks DMF-T
Respon inflamasi pulpa gigi tikus Sprague Dawley setelah aplikasi bahan etsa ethylene diamine tetraacetic acid 19% dan asam fosfat 37% Nadie Fatimatuzzahro; Tetiana Haniastuti; Juni Handajani
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol. 46 No. 4 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga https://fkg.unair.ac.id/en

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.331 KB) | DOI: 10.20473/j.djmkg.v46.i4.p190-195

Abstract

Background: Etching agents such as ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) and phosphoric acid which are widely used in adhesive restoration system, are aimed to increase retention of restorative materials; however, these agents may induce inflammation of dental pulp. The major function of the inflammatory response is to remove invading pathogens or damaged tissue/ cells and therefore, initiate repair. Neutrophils and macrophages are motile phagocytes that constitute the body's first line of defense. Purpose: The purpose of the present research was to study the effect of 19% EDTA and 37% phosphoric acid for etching application agents on the inflammatory response of the dental pulp. Methods: Forty-five male Sprague Dawley rats were divided into 3 groups. Cavity preparation was made on the occlusal surface of maxillary first molar using a round diamond bur. Nineteen percent of EDTA, 37% phosphoric acid, and distilled water were applied on the surface of the cavity of the teeth in group I, II and III respectively. The rats were sacrified at 1, 3, 5, 7, and 14 days after the application (n=3 for each day). The specimens were then processed histologically and stained with hematoxylin eosin. Results: ANOVA showed a significant difference (p<0.05) among treatment groups, indicating that etching agents application induced neutrophils, macrophages and lymphocytes infiltration in the dental pulp. Tuckey HSD test showed that application of 37% phosphoric acid increased higher number of neutrophils, macrophages and lymphocytes significantly than 19% EDTA (p<0.05). Conclusion: The study suggested that 37% phosphoric acid induced higher number of the inflammatory cells than 19% EDTA.Latar belakang: Penggunaan bahan etsa seperti ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) dan asam fosfat pada sistem restorasi adhesif bertujuan untuk meningkatkan retensi bagi bahan restorasi, namun penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menginduksi inflamasi pada pulpa. Respon inflamasi berfungsi untuk menghilangkan patogen, sel-sel atau jaringan yang rusak dan menginisiasi perbaikan. Netrofil dan makrofag adalah sel fagosit yang merupakan garis pertama pertahanan tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek EDTA 19% dan asam fosfat 37% sebagai bahan etsa terhadap respon inflamasi pada pulpa gigi. Metode: Empat puluh lima ekor tikus Sprague Dawley jantan dibagi menjadi 3 kelompok. Permukaan oklusal gigi molar satu rahang atas dipreparasi menggunakan diamond round bur. Pada kelompok I kavitas diaplikasikan EDTA 19%, kelompok II diaplikasikan asam fosfat 37% dan kelompok III diaplikasikan akuades. Hewan coba dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5, 7 dan 14 setelah aplikasi bahan etsa (n=3). Spesimen diproses secara histologis dan dicat dengan hematoksilin eosin. Hasil: Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) antar kelompok perlakuan, mengindikasikan bahwa aplikasi bahan etsa menyebabkan infiltrasi sel inflamasi pada pulpa, baik netrofil, makrofag dan limfosit. Hasil uji Tuckey HSD menunjukkan bahwa asam fosfat 37% menstimulasi infiltrasi sel netrofil, makrofag dan limfosit signifikan (p<0,05) lebih banyak dibanding EDTA 19%. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa asam fosfat 37% menyebabkan infiltrasi sel inflamasi yang lebih banyak dibanding EDTA 19%.
Co-Authors ABDUL MUNIF Achmad Gunadi Adinda Febriyanti Aditya Satriatama, Dandy Agusta, Akhmad Riandy Amandia D. P. Shita Amandia D.P.Shita Amandia Dewi Permana Shita Anggia Rahmania, Dwi Anita Faizah Aulia Vanadia Baladraf, Thabed Tholib Bambang Sumarsono, Raden Bertung Suryadharma, Bertung Depi Praharani Desi Eri Kusumaningrum Dwi K.Apriyono Dwi Kartika Apriyono Dwikinta, Made Anindya Erawati Wulandari Faiqatin Cahya Ramadhani Farah Rachmah Aulia Wardani Fathul Jannah, Fathul Fiftiani Syarah Firnanda, Rara Ayu Hafiedz Maulana Heri Kristianto Hidayat, Ari I Dewa Ayu Ratna Dewanti I Dewa Ayu Susilawati Ida Bagus Suryaningrat Indiyanti, Nurul Fitria Indonesia Koes Wijayaningrat Irvan, Mohamad Juni Handajani Kusumawardhani, Amelia Laila Efendi, Anggi Laksmi Indreswari Maisyaroh Miftahul Choiron Mirsodi, Muhammad Novi Khila Firani Nur Hidayati Nurul Iffah, Astrid Ganadya Nuzulul Hikmah Peni Pujiastuti Permana Shita, Amandia Dewi Pintan Qorina Destianingrum Pranata, Dadin Gilang Pratiwi, Yossy Retna Puri, Shinta Putri Tio, Aurelia Jovita Putri, Syifa Lestiya Rahardyan Parnaadji Raissa Salma Hardiani Renda Shania Alicia Rendra C. Prasetya Rendra C.Prasetya Rendra Chriestedy Prasetya Rokhani Rokhani Romdhlo, Komsiatun Rusdianto, Andrew Setiawan Sampurna, Hadi Sitanggang, Della Supriyadi Supriyadi SYARIFUDDIN SYARIFUDDIN Syawalna, Alifian Widyputra Tantin Ermawati Teguh Triwiyanto Tsalats, Favinas Octa Nuri Umaimah, Ulfa Umniyya, Anisatul Widiyanti, Ainurrohma Winda Amilia Winda Amilia