Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penyebab Penurunan Intensitas Cahaya pada Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Pandu Adin Nugraha; Wilarso Wilarso; Aswin Domodite; Asep Dharmanto; Asep Saepudin; Hilman Sholih; Mujiarto Mujiarto
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 6 No. 01 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v6i01.11867

Abstract

PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) yang terpasang di sepanjang Jalan Babakan yang menghubungkan Desa Dayeuh dengan Desa Cikahuripan terpantau redup. Hal ini menjadi perhatian khusus dimana PJUTS ini menjadi sumber penerangan bagi para pemotor yang melintas di malam hari dan juga akhir - akhir ini jumlah pemotor yang melintas mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga dibutuhkan penerangan ynag baik. Adapun metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan diagram fishbone sebagai alat untuk mengolah data yang di dapatkan. Data yang digunakan dalam penelitian kali ini didapat dari observasi lapangan, kajian referensi terkait dan pengumpulan data spesifikasi komponen yang digunakan. Data–data tersebut diolah dan hasilnya digunakan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan. Hasil dari perbaikan itu menunjukkan terjadi kenaikan kinerja PJUTS sebesar 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab nyala lampu PJUTS ini redup dan melakukan perbaikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan penerangan jalan umum dengan energi terbarukan adalah sebagai alternative yang baik dimana kinerja PJUTS ini sangat bergantung dari kondisi cuaca dan kesesuaian komponen yang digunakan karena sumber tenaga PJUTS ini berasal dari sinar matahari yang mana jika kondisi berawan atau hujan akan mengurangi sinar matahari yang di dapatkan, selain itu pemilihan komponen yang tepat juga sangat penting untuk kinerja PJUTS
Strategic Analysis of the Superior Free-Range Chicken Farming Business of Balitnak (Kub) Using Five Forces Awang Surya; Verry Surya Hendrawan; Wilarso Wilarso
BASKARA : Journal of Business and Entrepreneurship Vol. 8 No. 2 (2026): BASKARA: Journal of Business and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54268/baskara.v8i2.30918

Abstract

The Kampung Unggul Balitnak (KUB) chicken farming business has great potential in meeting the community's animal protein needs, but faces various business competition challenges. This study aims to analyze the competitive structure of the KUB chicken business using Porter's Five Forces approach and formulate appropriate strategies to improve competitiveness and business sustainability. This study used a qualitative descriptive method with data collection through in-depth interviews and observations at As-Salaam Farm. The analysis was conducted by assessing five main elements in the Five Forces model, namely the threat of new entrants, supplier bargaining power, buyer bargaining power, threat of substitute products, and the intensity of competition between business actors. The results showed that the threat of new entrants was classified as moderate to high (score 3.6), while the bargaining power of suppliers (2.9) and buyers (2.5) was relatively low to moderate. The threat of substitute products was at a moderate to high level (3.1), with broiler chickens as the main competitor, while the intensity of competition between farmers was low (1.8). These findings indicate that the KUB chicken market structure tends to be open with a level of competition that is not yet intensive, but faces pressure from price-based substitute products. Based on these results, recommended strategies include increasing production efficiency, strengthening product differentiation through quality and market education, and fostering collaboration among farmers. This research contributes to the empirical description of the competitive structure of the KUB chicken business on a smallholder farm scale and offers a practical strategic approach to improving business competitiveness.
PENYULUHAN TENTANG PEMANFAATAN CEK LIST TERHADAP PENGGUNAKAN MESIN PEMOTONG DI UMKM Wilarso Wilarso; Nurkholis Nurkholis; M. Ali Pahmi; Firman Firman; Muhammad Mujtaba
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.47435

Abstract

Pelaku UMKM dalam menggunakan peralatan, sering tidak memperhatikan keselamatan saat mengoperasikan alat kerja, hal ini akan membahayakan pekerja. Berdasarkan kondisi di lapangan saat melakukan survei disalah satu usaha kecil dan menengah, masih menggunakan alat manual. Alat yang dipergunakan tidak terlalu membahayakan, karena masih bisa dikendalikan dalam hal kecepatan, maupun cara penggunaan. Tujuan dalam pengabdian ini, memberikan paparan terhadap pentingnya dalam pemahaman ceklist, sebelum menggunakan alat kerja. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini (UMKM kripik pisang) ini meliputi penyusunan panduan ceklist yang disesuaikan dengan jenis alat kerja yang digunakan oleh mitra. Penyusunan panduan dilakukan dengan mengkaji karakteristik peralatan, prosedur kerja, serta potensi bahaya yang mungkin timbul selama proses produksi. Hasil dari pelaksanaan penyuluhan menunjukkan ceklist tersusun sesuai dengan alat yang dipergunakan. Dibuat berdasarkan kondisi alat, lingkungan, alat pelindung diri, pengecekan sebelum dipergunakan, pada saat dipergunakan, maupun setelah dipergunakan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 1, Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja, dimana salah satu bagian dari syarat K3 mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja. Berdasarkan fakta tersebut, pentingnya dalam pemahaman cek list, mempermudah pekerja untuk mengidentifikasi masalah, sebelum dioperasikan dan untuk menghindari hal besar terjadi. Dengan menggunakan mitra UMKM sebagai sasaran khalayak, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menghasilkan hasil ceklist yang bermanfaat namun juga memastikan hasil tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kondisi operasional usaha.    Kata kunci: Alat pemotong, keselamatan dan kesehatan kerja, potensi bahaya. ABSTRACT MSMEs often neglect safety measures when operating their equipment, which can endanger workers. Based on field conditions during a survey conducted at a small and medium enterprise, manual tools are still used. The tools used are not particularly dangerous, as they can be controlled in terms of speed and method of use. The purpose of this service is to provide an explanation of the importance of understanding the checklist before using the tools. The method used in this service (banana chip MSMEs) includes the preparation of a checklist guide tailored to the type of tools used by the partners. The preparation of the guide is carried out by reviewing the characteristics of the equipment, work procedures, and potential hazards that may arise during the production process. The results of the counseling implementation show that the checklist is arranged according to the tools used. It is based on the condition of the tools, the environment, personal protective equipment, checks before use, during use, and after use. This is in accordance with Law No. 1 of 1970 concerning Occupational Safety, where one part of the K3 requirements is to prevent and reduce work accidents. Based on these facts, the importance of understanding the checklist makes it easier for workers to identify problems before operation and to avoid major incidents. By using MSME partners as the target audience, this community service activity not only produces useful checklist results but also ensures that these results are in accordance with the needs and operational conditions of the business. Keywords: Cutting tools, occupational safety and health, potential hazards.