Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan terhadap likuiditas pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui dokumentasi yang diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia. Peneliti menentukan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 67 data observasi, namun setelah dilakukan uji outlier, terdapat 3 data observasi yang dikeluarkan sehingga jumlah data yang digunakan dalam analisis menjadi 64 data observasi. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan dan menganalisisnya menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial perputaran kas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap likuiditas, perputaran piutang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap likuiditas, serta perputaran persediaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap likuiditas. Sementara itu, secara simultan perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap likuiditas. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,014 menunjukkan bahwa variabel perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan mampu menjelaskan variasi likuiditas sebesar 1,4%, sedangkan sisanya sebesar 98,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara individual ketiga variabel belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap likuiditas, namun secara bersama-sama ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap likuiditas perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024.