Yuninda Loviana Ersianti
Midwifery Study Program, Faculty of Health Sciences and Psychology, Universitas Sunan Gresik, Gresik 61153, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN IBU HAMIL DAN SUAMI DALAM PENGENALAN TANDA-TANDA KECEMASAN SERTA PERSIAPAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR UNTUK OPTIMALISASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Yuninda Loviana Ersianti; Lidia Aditama Putri; Winda Nur Musfiroh Agustin
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2434

Abstract

The first 1,000 days of life is a critical period that determines the quality of child health, growth, and development; therefore, maternal readiness to care for a newborn should be prepared during pregnancy. Anxiety during pregnancy and limited family support may reduce maternal preparedness for newborn care. This community service program aimed to improve the knowledge of pregnant women and their husbands regarding signs of anxiety and preparation for newborn care to optimize the first 1,000 days of life. The program employed an educational and participatory mentoring approach involving 26 pregnant women in the second and third trimesters and their husbands in Belimbing Sari Village, Sooko District, Mojokerto, from March to April 2026. Activities included pretest assessment, health education sessions, interactive discussions, direct assistance, and post-test evaluation. The results showed that the mean knowledge score increased from 34.6 in the pretest to 90.38 in the post-test. The proportion of respondents with good knowledge also increased from 15.4% to 88.5%. Wilcoxon signed-rank test demonstrated a statistically significant difference before and after the intervention (p=0.000; p<0.05). This program was effective in improving maternal knowledge and readiness for newborn care. Similar educational programs should be implemented continuously with family involvement to support maternal and infant health outcomes.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KESIAPAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Yuninda Loviana Ersianti; Lidia Aditama Putri; Nadia Taqiyya
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v13i1.1132

Abstract

Latar Belakang: Kesiapan ibu perawatan Bayi Baru Lahir (BBL) merupakan faktor penting dalam optimalisasi periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kecemasan ibu hamil dan dukungan suami diduga berpengaruh terhadap kesiapan tersebut. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecemasan pada ibu hamil dan dukungan suami terhadap kesiapan perawatan BBL. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 38 ibu hamil trimester II–III di Desa Belimbing Sari, Mojokerto. Pemilihan responden secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi penelitian. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan dukungan suami dan kesiapan perawatan BBL dinilai melalui kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara bivariat. Hasil: Mayoritas responden tidak ada indikasi kecemasan (73,7%), memiliki dukungan suami baik (50%), dan kesiapan merawat bayi dalam kategori baik (52,6%). Analisis menunjukkan kecemasan ibu hamil tidak memiliki hubungan signifikan dengan kesiapan merawat bayi (p=0,842). Sebaliknya, dukungan suami (p=0,038) dan interval kehamilan (p=0,028) memiliki hubungan signifikan dengan kesiapan perawatan BBL. Simpulan: Kesiapan perawatan BBL sangat krusial sehingga diperlukan dukungan suami dan jarak kehamilan