Penelitian ini mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Bugis Makassar serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang diterapkan dalam membentuk karakter siswa kelas IV SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV sebagai informan utama dan siswa kelas IV sebagai informan pendukung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Bugis Makassar dilakukan melalui proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan guru, dan interaksi sosial siswa di sekolah. Nilai-nilai yang diterapkan meliputi siri’, pacce, sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi. Penerapan nilai tersebut memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa, seperti meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, saling menghargai, dan kepedulian sosial. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai karakter melalui pemberian contoh, nasihat, kerja kelompok, dan pembiasaan dalam kegiatan belajar sehari-hari. Namun, pelaksanaan pendidikan karakter masih menghadapi kendala berupa pengaruh lingkungan luar sekolah dan penggunaan media digital yang memengaruhi perilaku siswa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal secara berkelanjutan.