Moh Nisyar Sy Abd Azis
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Lansia melalui Edukasi Hipertensi dan Terapi Komplementer di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango Nur Ayun R. Yusuf; Sri Yulian Hunowu; Zainuddin Zainuddin; Moh Nisyar Sy Abd Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38989

Abstract

Urgensi: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaannya menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengontrol tekanan darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi serta terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai upaya pendukung pengendalian tekanan darah. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tilango dengan melibatkan 15 lansia penderita hipertensi. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik sederhana terkait terapi komplementer, seperti aromaterapi, akupresur, pijat kaki, slow deep breathing, serta rendam kaki menggunakan air hangat dan garam. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk menilai tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi, faktor risiko, pencegahan, serta penerapan terapi komplementer dalam membantu mengontrol tekanan darah. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung sehingga metode edukasi yang digunakan dinilai efektif dan mudah dipahami oleh lansia. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan lansia dalam upaya promotif dan preventif kesehatan guna mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif