Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap peningkatan angka morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular, seperti penyakit jantung iskemik dan stroke. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg yang dapat menyebabkan kerusakan organ apabila tidak dikendalikan secara optimal. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 25,8% pada kelompok usia ≥18 tahun, sedangkan Provinsi Gorontalo termasuk daerah dengan prevalensi tinggi sebesar 29,0%. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif berbasis pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi melalui edukasi Gerakan “PATUH” dan pelatihan pemanfaatan bahan alam lokal menjadi minuman herbal “LITTEA” di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pelatihan penggunaan tensimeter digital, demonstrasi pembuatan minuman herbal “LITTEA”, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi, ditunjukkan oleh nilai pre-test sebesar 61,3% yang meningkat menjadi 97,5% pada post-test. Selain itu, prevalensi masyarakat dengan tekanan darah tinggi mengalami penurunan dari 40% menjadi 25% setelah implementasi program. Program ini juga meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pengukuran tekanan darah dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, edukasi Gerakan “PATUH” dan pemanfaatan herbal “LITTEA” efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mewujudkan kampung bebas hipertensi.