Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Merekam Identitas Budaya Desa Matotonan Mentawai Sumatera Barat: Integrasi Keilmuan Sejarah dan Desain Komunikasi Visual  : Documenting the Cultural Identity of Matotonan Village Mentawai of West Sumatra: An Integration of Historical Studies and Visual Communication Design Radiatul Adawiyah; Zaiyardam Zubir; Muhammad Ghifari; Handoko Handoko
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.9923

Abstract

Kajian berbasis pengabdian masyarakat ini memiliki sisi menarik yang bisa diteliti dengan perpaduan keilmuan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan keilmuan sejarah. Desa ini, memiliki keunikan dari segi budaya dan tradisi mereka. Apakah keunikan budaya tersebut akan tetap dapat dipertahankan pada masa mendatang, atau justru perlahan menghilang seiring perkembangan zaman? Apakah keberadaan Sikerei sebagai penjaga tradisi dan spiritualitas masyarakat Mentawai akan tetap eksis di tengah perubahan sosial modern? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk dikaji mengingat budaya lokal menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Apabila suatu saat kehidupan masyarakat Matotonan hilang dari muka bumi, baik akibat perubahan zaman, modernisasi, atau tekanan global, maka karya-karya DKV yang telah dihasilkan menjadi penanda keberadaan dan bukti historis. Visual yang terdokumentasi dalam bentuk ilustrasi, fotografi, film dokumenter yang mampu menyampaikan pesan budaya melampaui batas waktu dan ruang. Studi berbasis pengabdian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan merekam identitas budaya masyarakat desa Matotonan melalui integrasi keilmuan sejarah, desain komunikasi visual, serta ilmu sosial budaya., serta merepresentasikan visual yang mampu melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat Mentawai agar tetap dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi mendatang.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan multidisipliner dengan memadukan keilmuan Desain Komunikasi Visual, sejarah, dan ilmu sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa Matotonan memiliki keunikan budaya dan tradisi yang khas. Integrasi DKV dan sejarah berperan dalam merepresentasikan realitas sosial-budaya secara visual sehingga identitas masyarakat Matotonan tetap dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Maneki Neko dalam Sejarah dan Budaya Tionghoa Evolusi dan Pengaruhnya dalam Masyarakat Ahmad Fajri; Imran Abdoel Gani; Radiatul Adawiyah
Jambura History and Culture Journal Vol 8, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v8i2.38175

Abstract

Maneki Neko is a cultural symbol originating from Japanese tradition that has been adopted and integrated into Chinese culture and diaspora communities. This study aims to explain the historical origins of Maneki Neko, its reception in Chinese culture, and its influence on economic and spiritual practices. The research method used is descriptive qualitative with a literature review approach, examining various historical, cultural, and contemporary sources. The results show that this symbol originated in Japan during the Edo period and spread to Chinese culture through. trade and migration. Maneki Neko functions as a symbol of attracting fortune and customers in the economy, as well as a spiritual symbol bringing optimism and protection. Maneki Neko demonstrates the close relationship between economics, spirituality, and cultural identity in modern society, becoming a cross-cultural symbol that unites these elements.
Sosialisasi Mitigasi Bencana Berbasis Penguatan Budaya Lokal Aceh pada Siswa SMA Negeri 3 Darul Makmur Handoko Handoko; Radiatul Adawiyah; Frisca Dilla; Yuliarti Yuliarti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/tcnpg534

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap mitigasi bencana alam berbasis penguatan budaya lokal Aceh di SMA Negeri 3 Darul Makmur. Program ini dilaksanakan sebagai respon terhadap tingginya risiko bencana banjir di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang pada akhir tahun 2025 terdampak bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai di wilayah tersebut. Minimnya pendidikan mitigasi bencana pada usia remaja serta mulai memudarnya pemahaman generasi muda terhadap nilai budaya lokal Aceh menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community-based early warning system melalui tahapan audiensi, sosialisasi, simulasi mitigasi bencana, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui ceramah edukatif, pemutaran video tradisi lisan Aceh, penguatan nilai hadih maja dan meuseuraya, serta praktik gotong royong dan simulasi evakuasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana setelah mengikuti kegiatan sosialisasi yang dibuktikan melalui hasil pretest dan posttest. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan, solidaritas sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penggunaan media digital sederhana juga mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Program pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan budaya lokal Aceh yang dipadukan dengan pendidikan dan teknologi sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter remaja yang tanggap bencana serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana alam di wilayah Aceh.
Arah Kiblat Merantau Ke Aceh Dalam Penyesuaian Tradisi Dan Budaya Peusijuek: Dima Bumi Dipijak Disitu Langik Dijunjuang Radiatul Adawiyah; Nurul Aida; Arizka Amanda
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2167-2180

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi budaya serta kebiasaan masyarakat yang sudah mendarah daging dan sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi ini bernama peusijuek yang berkaitan dengan proses memberikan keselamatan atas barang baru dengan melakukan ritual dan doa-doa, salah satunya kendaraan (motor). Tradisi ini berlangsung pada masyarakat Jantho, tradisi ini disesuaikan dengan arah kiblat posisi merantau ke tanah Aceh yang sesuai dengan istilah Dima Bumi Dipijak Disitu Langik Dijunjuang. Temuan ini melibatkan peneliti sebagai tokoh/pelakunya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tradisi peusijuek sebagai salam toleransi dalam kehidupan serta menghargai tradisi masyarakat lokal. Tradisi ini tidak bisa disepelekan, apalagi jika sudah terlibat dan menjadi pelaku/agen yang dituju. Metode penelitian ini yaitu pendekatan multidimensional Approach dengan menggunakan perspektif pandangan untuk menganalisis suatu tradisi peusijuek. Metode ini mengidentifikasi sebuah tradisi serta membandingkannya dengan tradisi balimau onda (motor) di Minangkabau. Hasil penelitian sesuai dengan pepatah minang Dima Bumi Dipijak Disitu Langik Dijunjuang, dimana seseorang bisa menerima budaya yang datang dan dihargai dalam suatu masyarakat. Sebelum memakai sesuatu yang dibeli harus dilakukan upaya-upaya untuk menghindarkan pengaruh-pengaruh jahat supaya selamat diperjalanan. Kesimpulan bisa ditarik benang merah, bahwa masyarakat memiliki nilai-nilai sosial tinggi. Konsep ini muncul karena manusia merupakan makhluk yang hidup dalam masyarakat. Setiap individu perlu memelihara interaksi dengan sesama.