Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementing Duolingo as A Supplementary Tool For Vocabulary and Pronunciation Mastery Leini Nadira Rambe; Yuliarti Yuliarti; Besse Puspitha Syarif; Muhammad Ali Ode
International Journal of English Education and Linguistics (IJoEEL) Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijoeel.v8i1.14903

Abstract

This study examines the implementation of Duolingo as a supplementary tool for vocabulary and pronunciation mastery among second-year university students taking English subjects. The study was conducted in response to the challenges often found in traditional classroom learning, particularly in maintaining student motivation and helping learners retain new vocabulary over time. Using a qualitative method with simple quantitative measurement, the research combined questionnaire results and semi-structured interviews to understand students’ experiences in using the application. The findings show that Duolingo was generally helpful and well received by the students. Most of participants agreed that the application helped them learn new English vocabulary, while three-fourths of them stated that it increased their confidence in pronunciation. These results indicate that Duolingo functioned effectively as a complementary learning medium that supported classroom instruction. The integration of clear audio features, vivid visual cues, and interactive tasks facilitated a flexible learning environment that catered to diverse student needs. Its visual and audio features, interactive tasks, and repeated exposure to language forms helped students practice English in a more engaging and flexible way. In addition, the gamified system encouraged regular use and made learning feel less stressful. Overall, the study suggests that Duolingo can be a useful supplementary tool for improving vocabulary and pronunciation while also promoting independent learning habits outside the classroom.
Sosialisasi Mitigasi Bencana Berbasis Penguatan Budaya Lokal Aceh pada Siswa SMA Negeri 3 Darul Makmur Handoko Handoko; Radiatul Adawiyah; Frisca Dilla; Yuliarti Yuliarti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/tcnpg534

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap mitigasi bencana alam berbasis penguatan budaya lokal Aceh di SMA Negeri 3 Darul Makmur. Program ini dilaksanakan sebagai respon terhadap tingginya risiko bencana banjir di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang pada akhir tahun 2025 terdampak bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai di wilayah tersebut. Minimnya pendidikan mitigasi bencana pada usia remaja serta mulai memudarnya pemahaman generasi muda terhadap nilai budaya lokal Aceh menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community-based early warning system melalui tahapan audiensi, sosialisasi, simulasi mitigasi bencana, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui ceramah edukatif, pemutaran video tradisi lisan Aceh, penguatan nilai hadih maja dan meuseuraya, serta praktik gotong royong dan simulasi evakuasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana setelah mengikuti kegiatan sosialisasi yang dibuktikan melalui hasil pretest dan posttest. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan, solidaritas sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penggunaan media digital sederhana juga mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Program pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan budaya lokal Aceh yang dipadukan dengan pendidikan dan teknologi sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter remaja yang tanggap bencana serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana alam di wilayah Aceh.