Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap mitigasi bencana alam berbasis penguatan budaya lokal Aceh di SMA Negeri 3 Darul Makmur. Program ini dilaksanakan sebagai respon terhadap tingginya risiko bencana banjir di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang pada akhir tahun 2025 terdampak bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai di wilayah tersebut. Minimnya pendidikan mitigasi bencana pada usia remaja serta mulai memudarnya pemahaman generasi muda terhadap nilai budaya lokal Aceh menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community-based early warning system melalui tahapan audiensi, sosialisasi, simulasi mitigasi bencana, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui ceramah edukatif, pemutaran video tradisi lisan Aceh, penguatan nilai hadih maja dan meuseuraya, serta praktik gotong royong dan simulasi evakuasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana setelah mengikuti kegiatan sosialisasi yang dibuktikan melalui hasil pretest dan posttest. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan, solidaritas sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penggunaan media digital sederhana juga mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Program pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan budaya lokal Aceh yang dipadukan dengan pendidikan dan teknologi sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter remaja yang tanggap bencana serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana alam di wilayah Aceh.