Junaidi
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Strategi Literasi Digital Generasi Z dalam Menyaring Hoaks Keagamaan di Media Sosial: Perspektif Moderasi Beragama Hotna Sari; Junaidi; Andi Syahputra; Nadrah Sitorus; Indi Tri Asti
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi literasi digital yang digunakan Generasi Z dalam menyaring hoaks keagamaan di media sosial dan untuk meneliti peran moderasi keagamaan dalam proses ini. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan, yang terdiri dari individu Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan sering mengakses informasi keagamaan melalui platform digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, yang meliputi kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Generasi Z menerapkan beberapa strategi literasi digital untuk mengidentifikasi dan menyaring hoaks keagamaan, termasuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi, melakukan verifikasi silang dengan referensi yang dapat diandalkan, menggunakan alat dan platform pengecekan fakta digital, berkonsultasi dengan otoritas keagamaan yang kompeten, dan menerapkan pemikiran kritis sebelum menerima atau membagikan informasi. Studi ini juga menemukan bahwa moderasi keagamaan berfungsi sebagai landasan etika yang mendorong praktik tabayyun (verifikasi informasi), toleransi, pengendalian diri emosional, dan tanggung jawab sosial ketika menanggapi konten keagamaan di media sosial. Selain itu, Generasi Z menghadapi beberapa tantangan, termasuk kelebihan informasi, pengaruh algoritma media sosial, kesulitan dalam mengevaluasi kredibilitas sumber, dominasi konten audiovisual berdurasi pendek, dan literasi digital keagamaan yang terbatas. Studi ini menyoroti bahwa integrasi literasi digital dan moderasi keagamaan memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan Generasi Z terhadap penyebaran misinformasi dan hoaks keagamaan di era digital.