Indi Tri Asti
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Paradigma Psikologi Komunikasi Dalam Upaya Pembentukan Kepribadian Muslim Dalam Lingkup Individu Dan Sosial Indi Tri Asti
Jurnal Komunika Islamika : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Kajian Islam Vol 6, No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jki.v6i1.5520

Abstract

Paradigma adalah  cara  pandang  seseorang  terhadap  diri  dan  lingkungannya  yang  akan  mempengaruhinya  dalam  berpikir  (kognitif),  bersikap  (afektif),  dan  berperilaku (konatif). Paradigma adalah sikap mental. Sikap mental ini dilahirkan dari sudut pandang atau posisi dimana kita berdiri/berada. Maka dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana paradigma psikologi komunikasi dalam upaya pembentukan kepribadian muslim dalam lingkup individu dan sosial. 
Ekspresi Estetik Islam Dalam Pantun dan Pepatah Sebagai Media Dakwah di Sumatera Utara Indi Tri Asti
Jurnal Komunika Islamika : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Kajian Islam Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jki.v5i2.4002

Abstract

Penggunaan media sebagai alat penyampaian dakwah telah memberikan andil dan warna tersendiri dalam kegiatan dakwah. Bila Sunan Kalijaga dikenal dengan seni wayangnya, maka dalam masyarakat yang berdomisili di Sumatera Utara dikenal pantun dan pepatah yang juga merupakan media dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat. Bagi masyarakat Sumatera Utara, pantun dan pepatah selain merupakan alat pengungkapan jalan pikiran, sikap, dan kebudayaannya, juga sebagai pencerminan cara berpikir dan keinginan masyarakat untuk menanamkan norma-norma dalam masyarakat, seperti adat istiadat, budaya dan agama. Oleh sebab itu, sebagai salah satu bentuk karya sastra yang, pantun dan pepatah telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Sumatera Utara khususnya. Pantun dan pepatah dapat digunakan kapan saja dalam kehidupan sehari-hari. Pantun dapat diselipkan dalam percakapan atau perbualan, dalam nyanyian ataupun senda gurau.
PENGARUH MEDIA MASSA TERHADAP EKONOMI Indri Tri Asti
Hikmah Vol 13, No 1 (2019): HIKMAH: JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v13i1.1339

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Pengaruh Media Massa Terhadap Ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media massa terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal positif dari pengaruh media massa terhadap ekonomi adalah semakin cepatnya proses pertukaran barang dan jasa, terjadinya industri dimana-mana, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kemajuan iptek dapat meningkatkan kemampuan produktifitas dalam skala besar. Sedangkan pengaruh negatifnya ialah terjadinya persaingan antar industri yang tidak sehat, industri yang punya modal besar akan mampu berkembang dan mematikan industri-industri kecil, perkembangan perdagangan luar negeri yang lebih bebas.Kata Kunci: Pengaruh Media Massa, Ekonomi
The Strategi Literasi Digital Generasi Z dalam Menyaring Hoaks Keagamaan di Media Sosial: Perspektif Moderasi Beragama Hotna Sari; Junaidi; Andi Syahputra; Nadrah Sitorus; Indi Tri Asti
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi literasi digital yang digunakan Generasi Z dalam menyaring hoaks keagamaan di media sosial dan untuk meneliti peran moderasi keagamaan dalam proses ini. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan, yang terdiri dari individu Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan sering mengakses informasi keagamaan melalui platform digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, yang meliputi kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Generasi Z menerapkan beberapa strategi literasi digital untuk mengidentifikasi dan menyaring hoaks keagamaan, termasuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi, melakukan verifikasi silang dengan referensi yang dapat diandalkan, menggunakan alat dan platform pengecekan fakta digital, berkonsultasi dengan otoritas keagamaan yang kompeten, dan menerapkan pemikiran kritis sebelum menerima atau membagikan informasi. Studi ini juga menemukan bahwa moderasi keagamaan berfungsi sebagai landasan etika yang mendorong praktik tabayyun (verifikasi informasi), toleransi, pengendalian diri emosional, dan tanggung jawab sosial ketika menanggapi konten keagamaan di media sosial. Selain itu, Generasi Z menghadapi beberapa tantangan, termasuk kelebihan informasi, pengaruh algoritma media sosial, kesulitan dalam mengevaluasi kredibilitas sumber, dominasi konten audiovisual berdurasi pendek, dan literasi digital keagamaan yang terbatas. Studi ini menyoroti bahwa integrasi literasi digital dan moderasi keagamaan memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan Generasi Z terhadap penyebaran misinformasi dan hoaks keagamaan di era digital.