This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Bidan dalam Meningkatkan Partisipasi Wanita Usia Subur Terhadap Program Keluarga Berencana Jangka Panjang di Samba Danum: Analysis of Midwives’ Roles in Enhancing the Participation of Women of Reproductive Age in Long-Acting Family Planning Programs in Samba Danum Ivana Devitasari; Nita Kusuma Lindarsih; Bella Bella; Meyska Widyandini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.11736

Abstract

Latar Belakang: Cakupan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah Samba Danum masih berada di bawah target program Keluarga Berencana, meskipun bidan memiliki peran strategis sebagai tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Rendahnya partisipasi wanita usia subur (WUS) dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya pemahaman, keberadaan mitos, hambatan budaya, serta keterbatasan fasilitas layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran bidan dalam meningkatkan partisipasi WUS terhadap program KB jangka panjang di Samba Danum. M$etode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri atas lima bidan, delapan WUS, dan dua tokoh masyarakat sebagai informan triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama terkait peran bidan, yaitu: (1) peran sebagai edukator melalui penyuluhan terstruktur dan komunikasi interpersonal yang disesuaikan dengan konteks budaya; (2) peran sebagai konselor yang membantu WUS dalam mengambil keputusan terkait MKJP dengan mengatasi ketakutan, mitos, dan kurangnya dukungan pasangan; serta (3) peran sebagai pelaksana layanan MKJP yang telah kompeten namun masih terkendala sarana dan logistik. Kolaborasi dengan Puskesmas dan tokoh masyarakat terbukti mendukung peningkatan penerimaan MKJP.