Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Sosial Budaya Terhadap Keputusan Wanita Menikah Usia Nita Kusuma Lindarsih; Bella Bella; Ivana Devitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.411

Abstract

Pernikahan merupakan momen penting dalam hidup manusia, idealnya pernikahan dilakukan oleh individu yang cukup usia. Namun saat ini masih banyak dijumpai kasus pernikahan di usia dini, salah satu faktor yang melatar belakangi adalah sosial budaya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sosial sosial budaya dengan pernikahan dini di Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pendekatan Case Control dan dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai P 0,000 yang berarti terdapat perbedaan proporsi yang signifikan
Analisis Peran Bidan dalam Meningkatkan Partisipasi Wanita Usia Subur Terhadap Program Keluarga Berencana Jangka Panjang di Samba Danum: Analysis of Midwives’ Roles in Enhancing the Participation of Women of Reproductive Age in Long-Acting Family Planning Programs in Samba Danum Ivana Devitasari; Nita Kusuma Lindarsih; Bella Bella; Meyska Widyandini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.11736

Abstract

Latar Belakang: Cakupan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah Samba Danum masih berada di bawah target program Keluarga Berencana, meskipun bidan memiliki peran strategis sebagai tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Rendahnya partisipasi wanita usia subur (WUS) dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya pemahaman, keberadaan mitos, hambatan budaya, serta keterbatasan fasilitas layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran bidan dalam meningkatkan partisipasi WUS terhadap program KB jangka panjang di Samba Danum. M$etode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri atas lima bidan, delapan WUS, dan dua tokoh masyarakat sebagai informan triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama terkait peran bidan, yaitu: (1) peran sebagai edukator melalui penyuluhan terstruktur dan komunikasi interpersonal yang disesuaikan dengan konteks budaya; (2) peran sebagai konselor yang membantu WUS dalam mengambil keputusan terkait MKJP dengan mengatasi ketakutan, mitos, dan kurangnya dukungan pasangan; serta (3) peran sebagai pelaksana layanan MKJP yang telah kompeten namun masih terkendala sarana dan logistik. Kolaborasi dengan Puskesmas dan tokoh masyarakat terbukti mendukung peningkatan penerimaan MKJP.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Audiovisual Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Pencegahan HIV/AIDS Pada Catin Di KUA Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Elvi Harianti; Angga Arsesiana; Ivana Devitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.579

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih merupakan permasalahan kesehatan yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam kehidupan rumah tangga, sehingga diperlukan upaya pencegahan sejak sebelum pernikahan. Calon pengantin menjadi sasaran yang tepat untuk diberikan edukasi kesehatan agar memiliki pemahaman dan sikap yang benar terkait pencegahan HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pemberian edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest dan melibatkan 58 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest dan melibatkan 58 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Kesimpulan: Edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif calon pengantin terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Putri Dalam Penanganan Dismenore Di MTs Miftahul Jannah Daerah Aliran Sungai Kahayan Kota Palangka Raya Febri Yani Lingga; Angga Arsesiana; Ivana Devitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.594

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan kontraksi otot rahim yang berlebihan selama menstruasi. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan konsentrasi belajar. Pengetahuan dan sikap remaja terhadap dismenore berperan penting dalam menentukan bagaimana mereka merespons dan mengelola nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan sikap dalam penanganan dismenore. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional tanpa pemberian intervensi. Populasi sekaligus sampel berjumlah 65 siswi kelas VII, VIII, IX yang sudah menstruasi dan mengalami dismenore primer, analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan SPSS. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore, diperoleh nilai p-value sebesar 0,061 dimana nilai p-value tersebut lebih besar dari α (>0,05) yang artinya H0 diterima, sehingga secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore di MTs Miftahul Jannah Daerah Aliran Sungai Kahayan Kota Palangka Raya
Pengaruh Edukasi Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di MTs Miftahul Jannah Pahandut Sebrang Dwi Dwi; Angga Arsesiana; Ivana Devitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.599

Abstract

Latar Belakang: Personal hygiene saat menstruasi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tidak tepat dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan seperti keputihan dan infeksi organ reproduksi. Hasil studi pendahuluan di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang menunjukkan sebagian besar remaja putri masih memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang terkait personal hygiene saat menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang efektif, salah satunya melalui penggunaan media audio visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen (pre-experimental design) menggunakan rancangan one group pretest–posttest design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh remaja putri di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang sebanyak 73 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi setelah diberikan edukasi media audio visual. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri. Kesimpulan: Edukasi media audio visual berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruas. 
EDUKASI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA WANITA HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BASARANG KABUPATEN KAPUAS Bella Bella; Nita Kusuma Lindarsih; Ivana Devitasari; Yulanda Esteriani
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026( In Press)
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2742

Abstract

Exclusive breastfeeding is a crucial measure for improving maternal and infant health; however, pregnant women's knowledge regarding the benefits and practices of breastfeeding still requires improvement. This community service activity aimed to enhance the knowledge of third-trimester pregnant women regarding exclusive breastfeeding at the Basarang Community Health Center (Puskesmas), Kapuas Regency. The method employed involved health education—delivered through interactive lectures, discussions, Q&A sessions, and the distribution of leaflets—to 15 third-trimester pregnant women. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests. The results showed an increase in the average knowledge score from 62.0 to 88.7 following the education. The proportion of participants with a "good" level of knowledge rose from 20.0% to 86.7%, while the percentage with "poor" knowledge fell to 0%. The education proved effective in increasing the knowledge and readiness of pregnant women regarding exclusive breastfeeding. Similar activities should be implemented sustainably through antenatal care services to support increased exclusive breastfeeding coverage.
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI EDUKASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DIKECAMATAN CEMPAGA KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Meyska Widyandini; Evy Kasanova; Ivana Devitasari; Siska Purwita Sari
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026( In Press)
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2744

Abstract

Stunting is a major public health problem that adversely affects physical growth, cognitive development, and the quality of human resources. Stunting prevention can be achieved by optimizing nutritional and health interventions during the First 1,000 Days of Life (1,000 HPK), a critical period from conception until a child reaches two years of age. However, inadequate family knowledge regarding the importance of this period remains a significant challenge. This community service program aimed to improve family knowledge of the First 1,000 Days of Life as a strategy for stunting prevention in Cempaga District, Kotawaringin Timur Regency. Participants included pregnant women, mothers of children under five, prospective brides and grooms, Posyandu (Integrated Health Service Post) cadres, and other family members. The program was conducted through health education sessions, interactive discussions, demonstrations of nutritious meal preparation, distribution of educational materials, and evaluation using pretest and posttest assessments. The results indicated an improvement in participants' knowledge following the educational intervention. Participants also demonstrated a better understanding of balanced nutrition, antenatal care, iron supplementation, exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding, immunization, and clean and healthy living behaviors. Education on the First 1,000 Days of Life was effective in improving family knowledge as an important strategy for stunting prevention
Optimalisasi Peran Keluarga Binaan Dalam Mendukung Keberhasilan Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0–6 Bulan Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Mulia Ivana Devitasari; Neneng Safitri; Yulanda Esteriani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pwy3na75

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu intervensi penting dalam meningkatkan status kesehatan bayi dan mendukung tumbuh kembang optimal pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, cakupan ASI eksklusif masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya kurangnya dukungan keluarga terhadap ibu menyusui. Kondisi ini juga ditemukan pada beberapa keluarga binaan di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Mulia Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran keluarga binaan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan kepada keluarga binaan melalui penyuluhan interaktif dan pembagian media edukasi, yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Sasaran kegiatan adalah keluarga yang memiliki ibu menyusui dan bayi usia 0–6 bulan. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada ibu menyusui. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan komitmen yang lebih baik dalam mendukung praktik ASI eksklusif di lingkungan keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga melalui edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan dukungan terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi di masyarakat.