ABSTRAK HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG MINUMAN KERAS DENGAN PERILAKU MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS PADA REMAJA DI SMAS GARING TARANTANG DESA TUMBANG MANGGU KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN Barto Mansyah ¹ , Willi Rahmadhani Pratama 2 , Aida Kusnaningsih 3 , Rikiy 4 Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes, Palangka Raya Email : Bartomansyah@gmail.com Latar belakang : Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa transisi ini seringkali menghadapkan individu yang dihadapkan dengan situasi yang membingungkan, di satu pihak ia masih anak-anak, tetapi di pihak lain ia harus berperilaku seperti orang dewasa. Remaja sebagai individu yang sedang berada dalam proses berkembang, berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Pada perkembangan yang tidak memadai sering kali mengakibatkan munculnya perilaku yang menyimpang dari salah satu perilaku tersebut remaja mengkomsumsi minuman keras atau miras. Tingginya perilaku mengonsumsi minuman keras pada remaja harus diantisipasi, salah satunnya dengan mengetahui persepsi pada remaja, karena persepsi dari remaja tersebut akan mempengaruhi perilakunya. Tujuan penelitian : Menganalisis hubungan persepsi tentang minuman keras dengan perilaku mengonsumsi minuman keras pada remaja di SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional . Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang, dengan menggunakan teknik sampling yaitu simple random sampling . Kuesioner persepsi dibuat oleh Tim peneliti dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kuesioner perilaku terhadap minuman keras dibuat oleh Tim peneliti dari Badan Narkotika Nasional. Analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat Distribusi Frekuensi. Hasil penelitian : Penelitian tentang hubungan persepsi dengan perilaku konsumsi alkohol pada remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu menemukan bahwa hanya sebagian kecil responden yang tidak pernah mengonsumsi alkohol yang memiliki persepsi positif, sedangkan sebagian responden yang mengonsumsi alkohol memiliki persepsi negatif. Sebagian besar remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu memiliki persepsi negatif terhadap alkohol (54%). Penelitian ini juga menemukan bahwa sebanyak 84% remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu pernah mengonsumsi alkohol minimal satu kali. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,001 yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi (α). Dengan demikian, hipotesis nol (Ho) ditolak yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap alkohol dengan perilaku konsumsi alkohol pada remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu. Kesimpulan : Ada hubungan persepsi tentang minuman keras dengan perilaku mengkonsumsi minuman keras. Kata kunci: Persepsi, Perilaku, Remaja