Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada materi Keberagaman Sosial dan Budaya di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa keterbatasan bahan ajar yang kontekstual serta kurangnya integrasi nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung memahami materi secara konseptual tanpa mampu mengaitkannya dengan realitas sosial di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks budaya lokal agar pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Kota Malang pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Keberagaman Sosial dan Budaya kelas IV sekolah dasar yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas IV SDN Tunggulwulung II Kota Malang. Teknik pengumpulan data meliputi angket validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, angket respons peserta didik, serta tes hasil belajar untuk mengukur keefektifan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat kevalidan yang tinggi dengan persentase validasi ahli materi sebesar 90%, ahli media 87%, dan ahli bahasa 88%, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan respons peserta didik sebesar 90% dengan kategori sangat praktis. Sementara itu, hasil uji coba kelompok besar menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 92% yang termasuk dalam kategori sangat efektif. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Kota Malang dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.