Rangga Pratama Saputra
Manajemen Pendidikan Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN Muhammad Sabri; Shaleh Shaleh; Rangga Pratama Saputra; Sarif Hidayatulloh; Andika Febriyanto
Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY) Vol. 3 No. 4 (2026): Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/mvfvnw82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen keuangan dalam menentukan keberhasilan pembiayaan pendidikan di MTs Al-Majidiyah NW Cakra Baru. Fokus penelitian meliputi proses perencanaan pembiayaan pendidikan, penerapan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, strategi menjaga keberlanjutan pembiayaan pendidikan, serta tantangan yang dihadapi madrasah dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah, bendahara, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan pendidikan di madrasah dilakukan melalui perencanaan anggaran yang partisipatif dan berbasis prioritas kebutuhan pendidikan. Transparansi dan akuntabilitas diterapkan melalui pencatatan dan pelaporan keuangan secara berkala sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Madrasah juga menerapkan strategi diversifikasi sumber pendanaan melalui kerja sama dengan masyarakat, dukungan wali siswa, dan pengembangan program mandiri berbasis kewirausahaan dan filantropi Islam. Namun demikian, madrasah masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan dana, keterlambatan pencairan bantuan pemerintah, meningkatnya kebutuhan operasional pendidikan, serta penyesuaian sistem administrasi keuangan berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen keuangan yang efektif, transparan, dan akuntabel menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembiayaan pendidikan serta menjaga keberlanjutan dan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam.
Konsistensi dalam Pendidikan Karakter: Kajian Perspektif Islam dan Barat Rangga Pratama Saputra; Sutrisno; Mua’ziz Latif; Sarif Hidayatulloh
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 6 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Mei)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsistensi pendidikan karakter dalam perspektif Islam dan Barat serta merumuskan sintesis konseptual yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Kajian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya krisis moral, inkonsistensi implementasi nilai karakter di lembaga pendidikan, serta melemahnya otoritas moral akibat globalisasi dan transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sumber data diperoleh dari Google Scholar, Scopus, Semantic Scholar, dan Dimensions melalui proses identifikasi, penyaringan, dan evaluasi artikel secara sistematis. Dari hasil penelusuran awal sebanyak 118 artikel, diperoleh 50 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara mendalam menggunakan teknik thematic synthesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Islam menekankan pendidikan karakter melalui internalisasi nilai spiritual, keteladanan, dan pembiasaan kolektif berbasis akhlak, sedangkan perspektif Barat lebih menekankan pengembangan moral reasoning, refleksi kritis, dan otonomi moral individu. Meskipun memiliki landasan epistemologis berbeda, kedua pendekatan memiliki kesamaan pada pentingnya konsistensi antara nilai, sikap, dan perilaku dalam pembentukan karakter manusia. Penelitian ini juga menemukan bahwa kegagalan pendidikan karakter lebih banyak disebabkan oleh lemahnya implementasi nilai dalam budaya pendidikan dibandingkan kelemahan konsep teoritiknya. Sebagai kontribusi teoritis, penelitian ini menawarkan model Integrative-Reflective Spiritual Character Education sebagai sintesis pendekatan spiritual-transendental Islam dan reflektif-kritis Barat untuk membangun sistem pendidikan karakter yang lebih adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan di era globalisasi.