Parlagutan, Mompang Tua
Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Binjai

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Kasus Pemenuhan Kebutuhan Perfusi Jaringan Serebral Pasien Stroke Haemoragik di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan Tahun 2018 Mompang Tua Parlagutan; Ade Irma Khairani; Novalia Simanjuntak
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 1 No 1 (2019): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.411 KB) | DOI: 10.35893/jhsp.v1i1.13

Abstract

Stroke (cedera vaskular serebral (cerebral vascular accuident, CVA)), atau serangan otak adalah kondisi kedaruratan ketika terjadi defisit neurologis akibat dari penurunan tiba-tiba aliran darah ke area otak yang terlokalisasi. Stroke dapat iskemik atau haemoragik. Stroke haemoragik terjadi ketika pembuluh darah mengalami ruptur, darah meluber ke dalam ruang di sekitar neuron. Salah satu tanda dan gejala yang sering terjadi pada pasien Stroke Haemoragik adalah terjadinya Hipertensi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan 2 pasien pada Penyakit Stroke Haemoragik di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan. Adapun hasil yang didapatkan dari kedua responden pada penyakit Stroke Haemoragik yaitu Pemenuhan Kebutuhan Perfusi Jaringan Serebral kedua pasien terpenuhi namun waktunya yang berbeda dimana pasien I Pemenuhan Kebutuhan Perfusi Jaringan terpenuhi dihari ke 3, sedangkan pasien II Pemenuhan Kebutuhan Perfusi Jaringan Serebral terpenuhi pada hari kedua, hal ini dikarenakan perbedaan hasil tekanan darah dari kedua responden. Dari hasil diatas peneliti menyimpulkan bahwa dalam Pemenuhan Kebutuhan Perfusi Jaringan Serebral pasien Stroke Haemoragik memiliki perbedaan dikarenakan adanya hasil tekanan darah yang berbeda. Adapun saran dari hasil diatas kepada responden untuk selalu memperhatikan program pola pemenuhan kebutuhan perfusi jaringan serebral pada pasien penyakit Stroke Haemoragik.
HUBUNGAN WORK FAMILY CONFLICT DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT WANITA DI RUMAH SAKIT PUTRI HIJAU MEDAN Mompang Tua Parlagutan; Muchti Yuda Pratama
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.307 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan mengetahui hubungan work family conflict dengan stres kerja pada wanita bekerja. Berdasarkan fenomena yang ada, bahwa jumlah wanita berperan ganda yang meningkat dari tahun ke tahun dan tidak jarang peran ganda itu sendiri banyak menimbulkan permasalahan bagi wanita yang menjalaninya.Konflik peran ganda adalah salah satu bentuk konflik antar peran yang diakibatkan peran dalam pekerjaan dan keluarga saling tidak cocok satu sama lain. Subjek penelitian ini berjumlah 76 orang wanita yang sudah menikah, memiliki anak, dan memiliki anak usia pra sekolah. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan incidental sampling. Uji linearitas menggunakan compare means test for linearity  untuk melihat hubungan antara konflik peran ganda (independent variable) dengan stres kerja (dependent variable) pada wanita bekerja. Alat ukur yang digunakan adalah skala konflik peran ganda yang disusun sendiri oleh peneliti dengan dimensi-dimensi konflik peran ganda yang dikemukakan oleh Greenhause dan Beutell (1985). Skala tingkat stres kerja yang disusun oleh peneliti dengan gejala-gejala stres kerja yang dikemukakan oleh Rice (1992). Skala Konflik peran ganda memiliki nilai reliabilitas (rxx) = 0.890 dan terdiri dari 54 aitem, sedangkan skala stres kerja memiliki nilai reliabilitas (rxx) =  0.761 dan terdiri dari 50 aitem. Analisa penelitian menggunakan Analisa Regresi Linear Sederhana. Berdasarkan Hasil analisa data ditemukan bahwa terdapat hubungan positif antara konflik peran ganda dengan stres kerja dengan nilai r = 0.777, r= 0.000. Artinya semakin tinggi konflik peran ganda maka akan semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dimiliki, dan sebaliknya, semakin rendah work family conflict  maka tingkat stres kerja akan semakin rendah pula.Kata Kunci: konflik peran ganda, stres kerja, wanita bekerja 
PENGALAMAN PERAWAT MELAKUKAN LATIHAN AKTIFITAS FISIK PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE Deni Susyanti; Mompang Tua Parlagutan; Muchti Yuda Pratama
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.291 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v3i1.22

Abstract

People with congestive heart failure (CHF) need a comprehensive rehabilitative program to restore physical abilities post-attacks and prevent re-attacks. Physical exercise in congestive heart failure (CHF) patients is aimed at optimizing the physical capacity of the body, providing counseling to patients and families in preventing worsening and helping patients to return to physical activity as before congestive heart failure (CHF). This study aims to explore in depth the experience of nurses doing physical exercise exercises in congetive heart failure patients. The research design used is descriptive phenomenology. Participants in this study amounted to 6 participants selected by purposive sampling technique. The data collected were in-depth interviews completed with field notes and then made in verbatim and analyzed using Colaizzi's approach. The research results found four themes, namely: the implementation of physical exercise exercise congestive heart failure patient is not optimal; increased knowledge of nurses and patients; the need for support from the hospital; and expectations for the exercise of physical activity. The results showed that things that could affect physical exercise activity in congestive heart failure patients were standard operating procedures, nurse knowledge, hospital support; and expectations for the exercise of physical activity. This study provides an understanding of the nurse's understanding of physical activity exercises so that nurses are able to provide appropriate nursing care.Keywords: experience, physical activity exercise, congetive heart failure
STUDI KASUS PEMENUHAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN TB PARU DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN TAHUN 2018 Deni Susyanti; Mompang Tua Parlagutan; Susiana Marbun
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.623 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v4i1.59

Abstract

Background of pulmonary tuberculosis is an infective disease caused by a microbacterium tuberculosis basil which is one of the breathing diseases under parts most tuberculosis bacilli enter the lung tissue through airbone infection and then undergo a process known as the primary focus of ghon. The main symptoms of pulmonary tuberculosis are coughing for two weeks or more, cough accompanied by phlegm, sputum mixed with blood, difficulty breathing, weakness, loss of appetite, weight loss. One of the signs and symptoms of tuberculosis are coughing accompanied by phlegm and will lead to the ineffectiveness of the respiratory tract hygiene is not effective. Effective coughing is a nursing activity to clear secretions in the airway, which serves to improve secretion mobilization and prevent high risk of retention of secretions. After being given an effective cough action within 1 x 24 hours, the patient is expected to experience an increase in airway clearance in pulmonary TB patients at the Second Putri Hijau Hospital in Medan. The design of this study was a descriptive study with 2 pulmonary TB patients at the Second Putri Hijau Hospital in Medan. The results obtained from the two respondents in patients with pulmonary TB that fulfillment of airway clearance is met, but the time is different because the age is different from the two respondents. From the above studies it can be concluded that teaching coughs can effectively increase secretion mobilization. The advice from researchers is to always pay attention to the treatment program by always monitoring and evaluating the actions of teaching effective cough to patients with pulmonary TB.Keywords: pulmonary tuberculosis, respiratory hygiene,  effective cough
Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Penerapan Patient Safety Dengan Risiko Jatuh Tinggi di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. R. M. Djoelham Mompang Tua Parlagutan; Piyanti Saurina Mahdalena Sagala; Nurul Rizki
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 6, No 1 (2026): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v6i1.161

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen utama dalam upaya manajemen mutu pelayanan kesehatan. Salah satu sasaran keselamatan pasien adalah pencegahan risiko jatuh yang dapat menyebabkan cedera, memperpanjang masa perawatan, bahkan kematian. Perawat memiliki peran penting dalam upaya pencegahan risiko jatuh sehingga diperlukan pengetahuan yang baik terkait penerapan patient safety. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi di ruang rawat inap RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap Tapak Dara RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai sebanyak 12 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi berada pada kategori baik sebanyak 10 responden (83,3%), kategori cukup sebanyak 2 responden (16,7%). Disimpulkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi.