Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3-5 Tahun Di Ruang Bawang Putih RSUD Dr. RM Djoelham Sianturi, Nur Juliati; Sagala, Piyanti Saurina Mahdalena
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8385

Abstract

Ansietas atau cemas adalah takut yang tidak jelas objeknya dan tidak jelas juga alasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3 – 5 Tahun di Ruang Bawang Putih RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai. Penelitian ini di lakukan pada ibu di RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai yang telah di lakukan pada bulan Mei. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 18 orang jumlah sampel 18 orang. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan total sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuisioner (pernyataan) yang terdiri dari 2 bagian, bagian pertama yaitu data demografi bagian kedua data kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3 – 5 Tahun di Ruang Bawang Putih RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai  yaitu mempunyai tingkat kecemasan ringan 1 orang (5,6%), kecemasan sedang 15 orang (83,3%), dan kecemasan berat 2 orang (11,1%). Dari hasil penelitian dapat di lihat bahwa hasil keseluruhan tingkat kecemasan ibu terhadap pemasangan infus pada anak ke-I usia 3 – 5 tahun adalah sedang
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Sirsak (Anonna Muricata) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Lansia di Kelurahan Rambung Timur Kecamatan Binjai Selatan 2025 Hanna Ester Empraninta; Piyanti Saurina Mahdalena Sagala; Sembiring Ananta Sherina
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i2.5862

Abstract

Gout is a disease that is often found in the world. Usually gout occurs due to the deposition of monosidium urate crystals in the tissue or due to supersaturation of uric acid in the extracellular fluid. Some factors that cause gout include excessive purine intake. An unhealthy diet and high-protein foods with high purine levels. One of the non-pharmacological actions in reducing uric acid levels is the provision of soursop leaf decoction (Annona Muricata L) intervention. To determine the effectiveness of soursop leaf decoction on reducing uric acid levels in the elderly by administering soursop leaf decoction in Rambung Village, South Binjai District, Binjai City. This study uses a One-group pretest-posttest design research design approach. The sample of this study was 8 respondents. The sampling technique uses total sampling. The collection of research data uses demographic data, a consent sheet to become a respondent (Informed Consent). Data collection is carried out through observations by researchers of respondents and conducting observations. Research with Parametric Test Paired Sample T-test obtained a p Value of (0.000) <α (0.05), so there is a significant effectiveness of giving soursop leaf decoction to reduce uric acid levels in the elderly, and can be used as an alternative to reduce uric acid levels.
Efektivitas Teh Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Penderita Hipertensi Mahdalena Sagala, Piyanti Saurina; Sianturi, Nur Juliati; Br Ginting, Sevializa
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.125

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang terjadi di berbagai belahan dunia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit kardiovaskuler seperti infark miokard, jantung koroner, gagal jantung kongestif, stroke, dan bila mengenai ginjal akan terjadi gagal ginjal kronis serta kebutaan. Salah satu tindakan non-farmakologi dalam penurunan tekanan darah adalah pemberian intervensi Teh Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi). Untuk mengetahui efektivitas teh daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi di Kelurahan Pahlawan Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan dengan pendekatan desain penelitian Quasy Experiment One Group Pretest Post test design. Sampel penelitian ini adalah 5 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Purposive Sampling dengan menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data penelitian menggunakan data demografi, lembar persetujuan menjadi responden (Informed Consent). Pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan oleh peneliti terhadap responden dan melakukan observasi. Penelitian dengan Uji Parametik uji Paired Sample T-test didapat nilai p Value sebesar (0,000) α (0,05), dengan begitu terdapat efektivitas yang signifikan pemberian teh daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah tinggi, dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menurunkan tekanan darah
Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3-5 Tahun Di Ruang Bawang Putih RSUD Dr. RM Djoelham Sianturi, Nur Juliati; Sagala, Piyanti Saurina Mahdalena
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8385

Abstract

Ansietas atau cemas adalah takut yang tidak jelas objeknya dan tidak jelas juga alasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3 – 5 Tahun di Ruang Bawang Putih RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai. Penelitian ini di lakukan pada ibu di RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai yang telah di lakukan pada bulan Mei. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 18 orang jumlah sampel 18 orang. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan total sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuisioner (pernyataan) yang terdiri dari 2 bagian, bagian pertama yaitu data demografi bagian kedua data kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3 – 5 Tahun di Ruang Bawang Putih RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai  yaitu mempunyai tingkat kecemasan ringan 1 orang (5,6%), kecemasan sedang 15 orang (83,3%), dan kecemasan berat 2 orang (11,1%). Dari hasil penelitian dapat di lihat bahwa hasil keseluruhan tingkat kecemasan ibu terhadap pemasangan infus pada anak ke-I usia 3 – 5 tahun adalah sedang
EKSPLORASI PENGALAMAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI PUSKESMAS SUNGGAL Piyanti Saurina Mahdalena Sagala; Jamila Rambe; Lily Putri Marito
Jurnal Mal el Hayat Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan utama yang memerlukan pendekatan pelayanan berbasis keluarga. Perawat memiliki peran sentral dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga, terutama di tingkat pelayanan primer seperti Puskesmas. Namun, pengalaman perawat dalam konteks tersebut masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga kepada pasien dengan PTM di Puskesmas Sunggal, Kota Medan. enelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain fenomenologi dengan delapan informan, terdiri dari enam perawat, satu kepala Puskesmas, dan satu koordinator program PTM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian ditemukan tiga tema utama, yaitu: (1) Komitmen profesional terhadap asuhan keluarga yang mencakup keterikatan emosional dan rasa tanggung jawab; (2) Hambatan struktural dan kultural, termasuk beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, dan persepsi keluarga yang pasif; serta (3) Kebutuhan dukungan sistem dan peningkatan kapasitas perawat seperti tidak adanya SOP serta perlunya pelatihan edukasi dan komunikasi keluarga. Asuhan keperawatan keluarga bagi pasien PTM di Puskesmas Sunggal dipengaruhi oleh interaksi personal, keterbatasan struktural, dan belum optimalnya dukungan sistem. Diperlukan kebijakan operasional yang mendukung, pelatihan intensif bagi perawat, serta pendekatan kolaboratif yang melibatkan keluarga sebagai mitra aktif dalam perawatan.
Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Penerapan Patient Safety Dengan Risiko Jatuh Tinggi di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. R. M. Djoelham Mompang Tua Parlagutan; Piyanti Saurina Mahdalena Sagala; Nurul Rizki
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 6, No 1 (2026): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v6i1.161

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen utama dalam upaya manajemen mutu pelayanan kesehatan. Salah satu sasaran keselamatan pasien adalah pencegahan risiko jatuh yang dapat menyebabkan cedera, memperpanjang masa perawatan, bahkan kematian. Perawat memiliki peran penting dalam upaya pencegahan risiko jatuh sehingga diperlukan pengetahuan yang baik terkait penerapan patient safety. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi di ruang rawat inap RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap Tapak Dara RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai sebanyak 12 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi berada pada kategori baik sebanyak 10 responden (83,3%), kategori cukup sebanyak 2 responden (16,7%). Disimpulkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi.
Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Femur Di RS Setia Budi Medan Lina Rizki; Piyanti Saurina Mahdalena Sagala; Kardina Hayati
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 3 (2026): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i3.176

Abstract

Nyeri merupakan masalah utama yang sering dialami pasien pasca operasi fraktur femur. Nyeri yang tidak terkontrol dapat menghambat mobilisasi dini, memperpanjang masa rawat inap, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Teknik ini dipercaya mampu menurunkan persepsi nyeri melalui peningkatan relaksasi, perbaikan oksigenasi jaringan, dan stimulasi pelepasan endorfin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi fraktur femur di RS Setia Budi Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi adalah 6,8 dan menurun menjadi 3,9 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05). Adapun kesimpulan peneilitian ini terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi fraktur femur di RS Setia Budi Medan
Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3-5 Tahun Di Ruang Bawang Putih RSUD Dr. RM Djoelham Nur Juliati Sianturi; Piyanti Saurina Mahdalena Sagala
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8385

Abstract

Ansietas atau cemas adalah takut yang tidak jelas objeknya dan tidak jelas juga alasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3 – 5 Tahun di Ruang Bawang Putih RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai. Penelitian ini di lakukan pada ibu di RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai yang telah di lakukan pada bulan Mei. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 18 orang jumlah sampel 18 orang. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan total sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuisioner (pernyataan) yang terdiri dari 2 bagian, bagian pertama yaitu data demografi bagian kedua data kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa Tingkat Kecemasan Ibu Terhadap Pemasangan Infus Pada Anak Ke-I Usia 3 – 5 Tahun di Ruang Bawang Putih RSUD Dr.RM Djoelham Kota Binjai  yaitu mempunyai tingkat kecemasan ringan 1 orang (5,6%), kecemasan sedang 15 orang (83,3%), dan kecemasan berat 2 orang (11,1%). Dari hasil penelitian dapat di lihat bahwa hasil keseluruhan tingkat kecemasan ibu terhadap pemasangan infus pada anak ke-I usia 3 – 5 tahun adalah sedang