Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengapa Pengelolaan Talenta Masih Setengah Hati Priatna Agus Setiawan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.566

Abstract

Pengelolaan talenta merupakan faktor krusial dalam memastikan keberlanjutan dan daya saing organisasi. Namun, banyak perusahaan masih menerapkannya secara setengah hati, tanpa strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya implementasi pengelolaan talenta serta dampaknya terhadap keberlanjutan dan daya saing organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis studi kasus pada beberapa organisasi di berbagai sektor industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan talenta masih dilakukan secara setengah hati akibat kurangnya komitmen kepemimpinan, keterbatasan anggaran, serta kurangnya kesadaran akan dampak strategis pengelolaan talenta terhadap kinerja jangka panjang. Selain itu, banyak organisasi masih memandang investasi dalam pengembangan sumber daya manusia sebagai biaya, bukan sebagai aset strategis yang dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Temuan ini mengindikasikan perlunya perubahan paradigma dalam strategi pengelolaan talenta, dengan menekankan pentingnya dukungan dari manajemen puncak serta alokasi sumber daya yang lebih optimal guna meningkatkan daya saing organisasi.
Islamofobia Dalam Perkembangan Kajian Teoritis Tafsir Di Indonesia Priatna Agus Setiawan
Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Desember
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v14i2.11248

Abstract

This study examines the influence of Islamophobia as a social, political, and intellectual challenge to the development of exegesis studies in Indonesia. In a global context that often marginalizes Islam through negative stigma and stereotypes, Qur'anic exegesis is required to move beyond the normative-traditional approach to an inclusive, dialogical, and contextual one. Through literature review and discourse analysis, this paper explores the role of Indonesian exegetes—such as Quraish Shihab, Sahiron Syamsuddin, and institutions such as the Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an—in repositioning exegesis as a medium for clarification and resistance to the negative image of Islam in the global public sphere. The study's findings indicate that exegesis has now become a dialectical space between text and context and a means of constructing a peaceful, moderate Islamic narrative that is open to interfaith and intercultural dialogue. This study emphasizes the importance of an adaptive exegesis paradigm in responding to the pressures of systemic Islamophobia. Countermeasure strategies include moderate religious education, an inclusive curriculum, a transformative spiritual approach, and the use of media as a contextual da'wah tool. The synergy between education, media, and public policy strengthens the position of interpretation as a strategic instrument in building a rational and relevant image of Islam in contemporary global dynamics.