Adji Suradji Muhammad
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Mahkamah Konstitusi dalam Menyelesaikan Sengketa Hasil Pemilihan Umum: Antara Judicial Activism dan Judicial Restraint Sulistyowati; Adji Suradji Muhammad; Gusti Bintang Maharaja; Ariena Khairunisa Gunawan
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v7i1.294

Abstract

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia memegang kewenangan yang sangat strategis dan sensitif, yaitu menyelesaikan perselisihan hasil pemilihan umum. Dalam menjalankan peran sentral ini, Mahkamah Konstitusi secara terus-menerus bergulat dengan ketegangan paradigmatik antara dua doktrin besar dalam hukum tata negara, yakni aktivisme peradilan atau “judicial activism” dan pengekangan peradilan atau “judicial restraint”. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika penerapan kedua pendekatan tersebut dalam putusan-putusan sengketa pemilu di Indonesia, dengan memberikan perhatian khusus pada Pemilihan Presiden tahun 2019 dan 2024, serta mengkaji dampak fluktuasi filosofis ini terhadap pengujian undang-undang pemilu dan rekomendasi reformasi kelembagaan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analitis, yang berfokus pada analisis putusan pengadilan, literatur hukum, dan doktrin yang relevan. Temuan utama artikel ini menunjukkan bahwa meskipun Mahkamah Konstitusi secara institusional cenderung menerapkan doktrin pengekangan peradilan yang ketat dalam sengketa hasil pemilu, telah terjadi pergeseran paradigma yang tidak dapat diabaikan. Pergeseran ini paling nyata ditandai oleh lahirnya pendapat berbeda atau “dissenting opinion” dari tiga orang hakim konstitusi pada putusan sengketa Pilpres 2024, sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah persidangan sengketa hasil pemilu presiden di Indonesia. Fluktuasi filosofis yang sama juga terlihat dalam putusan-putusan pengujian undang-undang pemilu, seperti kontroversi putusan mengenai batas usia calon presiden dan wakil presiden serta putusan progresif mengenai ambang batas pencalonan presiden. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa dialektika antara aktivisme dan pengekangan peradilan mencerminkan upaya sungguh-sungguh Mahkamah Konstitusi dalam mencari titik keseimbangan yang sulit antara kepastian hukum, stabilitas politik nasional, dan keadilan substantif yang dicitakan oleh konstitusi. Sebagai rekomendasi, reformasi kelembagaan yang serius, khususnya pembentukan pengadilan khusus pemilu yang terintegrasi, dinilai sangat mendesak untuk mengatasi fragmentasi kewenangan yang selama ini melemahkan efektivitas penegakan hukum pemilu di Indonesia.
Enhancing Local Government Revenue Through Municipal Enterprises: A Case Study of Taman Satwa Taru Jurug Zoo Achmad Syukri Prihanto; Adji Suradji Muhammad; Ika Alicia Sasanti; Joachimu Stanley Machimu
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v9i2.44571

Abstract

This study examines how the implementation of Good Corporate Governance (GCG) principles functions as a strategic instrument for improving the financial performance of a Regional-Owned Enterprise (BUMD), particularly in increasing Regional Original Income (PAD). This study is urgent as it addresses governance challenges faced by traditional BUMDs transitioning into modern, partner-managed tourism enterprises. This study employs a qualitative descriptive approach, utilizing in-depth interviews with key management personnel and stakeholders, complemented by document analysis of regulatory frameworks, financial reports, technical proposals, and official publications related to the revitalization process. The data were analyzed to assess how each GCG principletransparency, accountability, responsibility, independence, and fairnesswas operationalized in the company’s strategic decisions and management practices. The findings reveal that transparency in decision-making and partnership arrangements increased public trust, accountability enhanced operational efficiency, and responsibility strengthened long-term business sustainability. Furthermore, independence allowed management to make objective and professional business decisions without undue political or external intervention, fostering healthier relationships among stakeholders.