Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indigenous Knowledge Dalam Ungkapan Pamali Masyarakat Madura Sebagai Pendidikan Karakter Ridwan Lanya; Abdul Hofar; Zainul Arifin; Ria Kasanova
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8662

Abstract

Penelitian ini mengkaji ungkapan pamali masyarakat Pamekasan Madura sebagai bagian dari tradisi lisan yang tidak hanya berfungsi sebagai larangan normatif, tetapi juga sebagai media transmisi pengetahuan pribumi dan nilai-nilai karakter pendidikan. Kajian sebelumnya cenderung menempatkan pamali pada aspek makna implisit atau fungsi linguistik semata, tanpa mengungkap secara mendalam dimensi pengetahuan lokal dan memungkinkan dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pengetahuan asli dalam ungkapan pamali serta mengidentifikasi fungsinya sebagai media pendidikan karakter dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma etnolinguistik yang menempatkan bahasa sebagai praktik sosial dan budaya. Data berupa ungkapan pamali yang diperoleh dari tuturan lisan, observasi, serta wawancara dengan informan kunci, kemudian dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan pamali merepresentasikan kearifan lokal yang mencakup aspek sosial, ekonomi, keagamaan, protektif, dan kosmologis yang dikodekan dalam bentuk larangan simbolik. Selain itu, pamali berfungsi sebagai media pendidikan karakter yang membentuk disiplin, kehidupan sosial, dan otonomi moral melalui mekanisme pembiasaan dan internalisasi nilai secara implisit. Penelitian ini menyatakan bahwa ungkapan pamali merupakan sistem kognitif-budaya yang tidak hanya merepresentasikan pengetahuan lokal, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk dan mentransmisikan nilai-nilai karakter dalam masyarakat.
Representasi Madura dalam Antologi Puisi Sangkolan Karya Sugik Muhammad Sahar: Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Ridwan Lanya; Ismail Abdulloh; Titin Inayyah; Moh. Faiqurrohman; Nelly Wijayati; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10650

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi Madura serta mengungkap konstruksi identitas budaya Madura dalam Antologi Puisi Sangkolan karya Sugik Muhammad Sahar melalui pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tiga puisi, yaitu Madura di Linting Tembakau , Madura dalam Dekapan , dan Kidung Rindu Pulau Rantau . Data dikumpulkan melalui teknik baca, simak, dan katat, kemudian dianalisis menggunakan tahapan hermeneutika Paul Ricoeur yang meliputi distansiasi ( distansiasi ), penjelasan ( explanation ), dan apropriasi ( apropriasi ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antologi puisi tersebut merepresentasikan Madura melalui simbol-simbol budaya yang berhubungan dengan kehidupan agraris, maritim, tradisi lokal, religiositas, serta pengalaman perantauan. Simbol tembakau, tanah, hujan, garam, laut, rokat tanah, ibu, takbiran, dan rantau tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetika, tetapi juga merepresentasikan realitas sosial dan budaya masyarakat Madura yang dibangun melalui bahasa puitik. Berdasarkan proses interpretasi hermeneutik, konstruksi identitas budaya Madura dalam antologi ini terbentuk melalui empat dimensi utama, yaitu identitas agraris, identitas maritim, identitas tradisional-religius, dan identitas perantauan yang saling berkaitan dalam membangun memori masyarakat kolektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sangkolan tidak hanya menjadi media ekspresi sastra, tetapi juga menjadi ruang representasi budaya yang merekam pengalaman, nilai, dan identitas masyarakat Madura secara simbolik sehingga menampilkan keterkaitan antara teks sastra dan kehidupan sosial budaya yang melahirkannya.