Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teknik Montage Editing Dalam Video Promosi Digital Di Legend Of Noodle Express Gadis Kusuma Astuti; Tasya Camila Hamdani; Diadji Kuntoro
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9169

Abstract

Penerapan teknik montage editing pada video promosi digital merupakan proses penyuntingan yang bertujuan menyampaikan pesan secara tertruktur dan mampu membangun emosional. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses editing video promosi digital melalui penerapan lima jenis montage editing, yaitu metric montage, rhythmic montage, tonal montage, overtonal montage, dan intellectual montage pada video promosi digital. Penelitian ini menggunakan teori Integrated Marketing Communication (IMC) untuk mellihat video promosi digital mampu menyampaikan pesan komunikasi pemasaran secara efektif kepada audiens melalui pendekatan storytelling. Penelitian ini menggunakan tahapan pascaproduksi yang dilakukan editor yaitu, offline editing meliputi acquisition, organization, review and selection, assembly, rough cut, fine cut, picture lock dan online editing tahap finishing, mastering, and delivery. Tahapan tersebut digunakan untuk mengatur susunan gambar, tempo pemotongan video, serta kesinambungan agar pesan promosi tersampaikan secara lebih menarik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur kepada divisi sosial media Legend of Noodle Express. Hasil menunjukkan montage editing memberikan kontribusi yang berbeda setiap jenisnya dalam memperkuat emosi, membangun ritme visual yang dinamis, serta memperjelas penyampaian pesan promosi softselling dalam video promosi digital, sehingga video menjadi lebih menarik serta efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens.
Penerapan Teknik Storytelling dalam Penulisan Naskah Video Promosi Digital Di Legend Of Noodle Express Anisa Nur Azizah; Tasya Camila Hamdani; Diadji Kuntoro
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9170

Abstract

Perkembangan media digital secara signifikan mengubah pola promosi, memaksa pelaku industri Food and Beverage (F&B) menyusun strategi pemasaran digital yang menarik. Tingginya konten promosi memicu fenomena content clutter akibat iklan yang cenderung membosankan dan terlalu hard-selling. Video promosi kerap kali gagal membangun keterlibatan emosional karena tidak didukung naskah yang terstruktur baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik 7 digital storytelling dalam penyusunan naskah video promosi digital di Legend of Noodle Express. Melalui pemahaman strategi penulisan naskah promosi berbasis cerita ini, diharapkan dapat diperoleh model komunikasi yang efektif dalam membangun keterlibatan emosional audiens serta memperkuat identitas merek di media digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan project based research. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pembuatan video, dokumentasi berkas naskah, dan wawancara mendalam dengan pemilik usaha serta audiens. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan validasi data menggunakan triangulasi sumber. Kesimpulan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknik 7 digital storytelling berhasil membentuk alur narasi yang terstruktur dan membangun komunikasi pemasaran yang lebih emosional, personal, dan relatable sebagai audiens media sosial dibandingkan pendekatan hard-selling. Unsur emotional content menjadi elemen yang paling dominan karena mengangkat isu tekanan pekerjaan, tuntutan ekonomi, media sosial, dan tanggung jawab keluarga yang relevan dengan realitas kehidupan masyarakat urban.