Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Audit Internal Dalam Identifikasi Risiko Environmental, Social, And Governance Pada Sektor Perbankan Suhartono Suhartono; Namla Elfa Syariati; Alamsyah Agit; Mughni Latifah; Andi Athifah Amalia Achruh P
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9488

Abstract

Penerapan kerangka Environment, Social, and Governance (ESG) di sektor perbankan menjadi elemen krusial untuk mendukung stabilitas ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran audit internal dalam proses identifikasi risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola pada industri perbankan di Indonesia. Studi ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang bersifat eksploratif dan deskriptif. Pengumpulan data berfokus pada analisis dokumen sekunder, secara khusus laporan indeks keberlanjutan dari lembaga riset data independen, yang diinterpretasikan melalui penalaran deduktif serta triangulasi data berlandaskan paradigma interpretif guna memahami konteks institusional yang kompleks. Hasil penelitian mendemonstrasikan bahwa sektor perbankan domestik menghadapi risiko keberlanjutan yang multidimensional, ditandai oleh kesenjangan kinerja yang substansial antara bank berskala besar dengan bank berskala menengah dan kecil. Fungsi audit internal menduduki posisi strategis dalam memverifikasi keakuratan pelaporan, mencegah praktik manipulasi citra lingkungan, serta mengamankan kepatuhan terhadap regulasi perbankan berkelanjutan. Walaupun demikian, efektivitas fungsi ini terhambat oleh keterbatasan struktural yang mencakup defisit kompetensi teknis auditor pada dimensi lingkungan, keterbatasan alokasi sumber daya finansial, dan kurangnya dukungan pengawasan komprehensif dari jajaran dewan komisaris. Secara konklusif, fungsi audit internal tunggal tidak memadai untuk memastikan integrasi kerangka kerja keberlanjutan secara utuh di sektor perbankan. Oleh karena itu, studi ini mengimplikasikan urgensi penerapan pendekatan penjaminan gabungan yang mensinergikan peran pengawasan internal, pengawasan eksternal, dan manajemen strategis untuk memperkuat akuntabilitas pelaporan keberlanjutan perbankan secara holistik dan kolaboratif.
Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Kemandirian Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Ajatappareng Andi Athifah Amalia Achruh P; Alamsyah Agit; Mughni Latifah; Suhartono Suhartono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1021

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena teoretis dan empiris yang menunjukkan bahwa dampak desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi tidak selalu berjalan secara otomatis, melainkan sangat bergantung pada kapasitas institusi, tata kelola lokal, dan karakteristik wilayah. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh desentralisasi fiskal serta kemandirian daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Ajatappareng. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk mengukur derajat keterkaitan antarvariabel. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda yang sebelumnya telah dipastikan kelayakannya melalui serangkaian uji asumsi klasik, yang meliputi uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Hasil analisis statistik mengungkapkan bahwa baik secara parsial maupun secara simultan, variabel desentralisasi dan kemandirian daerah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Ajatappareng. Secara spesifik, setiap peningkatan desentralisasi diproyeksikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, begitu pula dengan peningkatan kemandirian daerah yang memberikan dampak peningkatan yang selaras. Kedua variabel ini secara bersama-sama memiliki kemampuan untuk menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi sebesar lima puluh satu persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa pelimpahan kewenangan fiskal serta kemampuan kemandirian daerah dalam mengelola keuangan terbukti efektif dalam memberikan keleluasaan yang strategis guna mengatur prioritas pembangunan secara lebih efisien dan memperluas kapasitas kerja pemerintah daerah.