Studi ini menganalisis perkembangan dan pemberdayaan gender di Sulawesi dengan fokus pada kesenjangan antara kemajuan pembangunan manusia perempuan dan kontribusi ekonomi mereka. Penelitian menggunakan desain metode campuran (mixed methods) melalui analisis data Badan Pusat Statistik dan telaah 30 artikel ilmiah, yang dipadukan dengan analisis deskriptif, tematik, interpretatif, triangulasi, dan integrasi naratif. Hasil menunjukkan bahwa perkembangan gender telah melampaui 90%, sedangkan pemberdayaan gender masih berkisar 70–75%. Kontribusi pendapatan perempuan hanya sekitar 33%, sementara profesionalisme perempuan mencapai 55% tetapi masih terkonsentrasi pada sektor pendidikan, kesehatan, administrasi, dan pekerjaan teknis, bukan pada posisi kepemimpinan. Kondisi ini mencerminkan masih adanya segregasi pekerjaan, norma patriarki, beban pengasuhan, dan terbatasnya akses ke sektor bernilai tinggi. Studi menyimpulkan bahwa kemajuan pembangunan manusia perempuan belum diikuti pemberdayaan ekonomi yang memadai, sehingga diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif, penguatan dukungan pengasuhan, serta perluasan akses perempuan ke kepemimpinan dan sektor produktif.
Copyrights © 2026