Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Fasilitas, Variasi Produk, Dan Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Warkop Abah Coffee Kecamatan Menganti Rizky Ramadhan; Mochamad Syafii; Rachmad Ilham
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9498

Abstract

Warkop Abah Coffee Kecamatan Menganti sebagai pelaku UMKM kuliner lokal menghadapi tantangan dalam mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah maraknya pilihan warung kopi sejenis yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas, variasi produk, dan pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Warkop Abah Coffee Kecamatan Menganti, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 responden yang merupakan pelanggan aktif Warkop Abah Coffee, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (t = 2,063; sig. = 0,042; β = 0,179), variasi produk berpengaruh positif dan signifikan (t = 4,845; sig. = 0,000; β = 0,375), dan pelayanan merupakan variabel dominan dengan pengaruh terkuat (t = 5,604; sig. = 0,000; β = 0,424). Uji simultan (uji F) menghasilkan nilai F hitung sebesar 107,978 (sig. = 0,000), membuktikan ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,694 mengindikasikan bahwa 69,4% variasi kepuasan pelanggan dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut secara simultan. Kepuasan pelanggan Warkop Abah Coffee merupakan konstruk multidimensional yang terbentuk dari sinergi fasilitas fisik, keragaman produk, dan kualitas pelayanan, dengan pelayanan sebagai faktor paling menentukan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa manajemen perlu memprioritaskan pengembangan kompetensi pelayanan karyawan melalui pelatihan terstruktur, menjaga inovasi menu secara berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas fasilitas fisik sebagai fondasi pengalaman pelanggan yang komprehensif.