Naqiya Karimah Amanina
Universitas Islam Negeri Islam Walisongo, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sejarah Pemikiran Gus Dur sebagai Sumber Perumusan Nilai Gerakan PMII Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang Alaik Dzulni'a Mussya'ban Zidnal Fais; Fanny Ayu Az Zahra; Naqiya Karimah Amanina; Mawarda Alistina Fia Ningtyas; M. Rikza Chamami
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i1.341

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam gerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang. Kajian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana gagasan pluralisme, humanisme, dan keadilan sosial diterjemahkan ke dalam praktik kaderisasi organisasi mahasiswa Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses internalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai humanisme universal, pluralisme, keadilan sosial, kebebasan berpikir, dan keberanian moral telah menjadi bagian integral dari budaya organisasi dan proses kaderisasi PMII Rayon Abdurrahman Wahid. Internalisasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dialog lintas identitas, advokasi kelompok rentan, serta tradisi diskusi kritis yang mendorong tumbuhnya kesadaran sosial kader. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Gus Dur tidak berhenti sebagai simbol organisasi, melainkan berfungsi sebagai landasan nilai yang membentuk orientasi gerakan dan identitas kader dalam kehidupan sosial yang majemuk. This study examines the internalization of K.H. Abdurrahman Wahid’s (Gus Dur) values within the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) of the Abdurrahman Wahid Rayon at UIN Walisongo Semarang. The research is grounded in the need to understand how the principles of pluralism, humanism, and social justice are translated into the organizational culture and cadre development of an Islamic student movement. Employing a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to generate a comprehensive understanding of the value internalization process. The findings reveal that universal humanism, pluralism, social justice, freedom of thought, and moral courage have become integral components of both organizational practices and cadre formation. These values are reflected in community engagement programs, interfaith interactions, advocacy for marginalized groups, and critical intellectual discussions. The study concludes that Gus Dur’s intellectual legacy functions not merely as a symbolic organizational identity but as a living ethical framework that shapes the worldview, social commitment, and movement orientation of PMII cadres within a diverse society